Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Pertemuan kembali


__ADS_3

Satu jam yang lalu, sebelum Darion menghubungi Zea. Dia terlihat keluar ruangan dengan wajah suram, diikuti seorang pria yang sedikit lebih muda darinya. Sepertinya, hasil rapat bersama beberapa petinggi tidak terlalu bagus, hingga merusak mood Darion.


Sambil berjalan, ia melepas satu kancing paling atas kemejanya. Membuang napas pendek berkali kali seakan ingin membuang rasa kesal yang menumpuk di dadanya. Perasaan jengkel Darion tentu saja diketahui oleh Drax, salah satu orang kepercayaannya.


Hal seperti ini, Drax sudah sering melihat ketika Darion tiba-tiba datang ke kantor pusat dan mengadakan rapat mendadak. Suasana buruk Darion akan terus berlanjut hingga satu sampai dua hari.


Namun, hal aneh baru saja Drax lihat. Itu adalah momen ketika Darion melihat ponselnya saat sedang menunggu lift. Bahkan saat memasuki lift, dia juga terlihat fokus pada ponselnya.


“Apa yang sedang Anda tunggu?” tanya Drax penasaran.


“Pihak NNC belum menghubungiku. Jelas-jelas aku sudah menerima tawaran mereka untuk wawancara.”


“NNC? Saya dengar mereka menghubungi bagian depan untuk menanyakan jadwal Anda selama beberapa hari ini.”


Darion seketika menatap Drax dengan sorot mata tajam. “Selama beberapa hari?”


“Mereka pikir itu hanya alasan belaka. Anda tidak pernah menerima tawaran seperti itu selama ini.”


Jawaban dari Drax jelas membuat Darion bertambah murka. Dengan susah payah dia mencari tawaran dari NNC dan sekarang, orang-orangnya justru mengacaukan segalanya. Darion sempat mendorong Drax, sebelum akhirnya ia pergi tanpa berkata apapun.


Lebih dari setengah jam Darion berkendara, hingga akhirnya ia sampai di jalan kecil yang ada di samping gedung NNC. Ketika dia berhenti di pinggir jalan, saat itulah ia melihat Zea yang berjalan mendekati jendela dan melihat langit.


Yah, itu adalah saat dimana Darion mengetahui jika Zea mencarinya. Juga, sesaat sebelum ponsel Zea berdering.



The Victoria. Restoran dengan desain kuno, tetapi terkesan clasic dan elegan, dengan beberapa menu ala western yang cukup terkenal enak lantaran kualitasnya yang terjaga. Berada sekitar empat blok dengan gedung NNC, membuat Zea lebih mudah mendatangi tempat itu hanya dengan berjalan kaki saja.


Ketika dia tiba, seorang waiters sudah berada di depan pintu untuk membantu para pelanggan membuka pintu.

__ADS_1


“Apa Anda Nona Azalea?” tanya waiters sambil membuka pintu.


“Ya, benar.


“Seseorang sudah menunggu Anda di meja sepuluh, Nona. Mari saya antar.”


Hal yang disuka dari beberapa orang tentang restoran ini, selain makanannya enak dan berkualitas, pelayanannya juga sangat ramah. Sepertinya, harga mahal yang mereka keluarkan akan sebanding.


Dari arah pintu masuk, Zea sudah bisa melihat punggung lebar seorang pria dengan kemeja putihnya. Rambut panjangnya diikat seperti saat terakhir kali mereka berpisah di Monaco. Hanya menatap punggungnya saja, Zea sudah bisa merasakan hatinya yang berdebar tak terkontrol.


“Anda datang lebih dulu, Tuan Walter? Padahal kantor saya lebih dekat.” Zea terlihat lebih santai setelah mengatur napasnya beberapa kali.


“Karena aku pakai mobil.”


“Anda benar.” Seulas senyum coba digambarkan Zea atas jawaban ketus Darion.


“Jadi, apa kita bisa membicarakannya sekarang?” lanjut Zea mengeluarkan catatan dan pena dari dalam tasnya.


“Aku lapar, setidaknya biarkan aku makan siang lebih dulu.”


Zea menundukkan kepalanya sejenak, lalu mengangkatnya lagi bersamaan dengan seulas senyum dan sebuah jawaban.


"Baiklah. Ini memang sudah waktunya makan siang."


Satu porsi steak daging sapi dan juga steak tuna, sudah dihidangkan di atas meja. Keduanya sama-sama menikmati makan siang dengan hening. Tanpa ada satu kata yang keluar dari mulut keduanya.


Suasananya terlihat canggung, tetapi itu hanya perasaan Zea saja. Berbeda halnya dengan Darion yang memang tidak suka berbicara pada saat ia menikmati makannya.


Lantaran merasa canggung, Zea mencoba memulai pembicaraan lebih dulu ketika dessert mereka sampai di atas meja.

__ADS_1


"Dari dulu hanya mendengar jika restoran ini memiliki makanan yang lezat. Sekarang, aku tahu bahwa itu benar."


"Ya. Kau menikmatinya, bahkan disuapan terakhir," goda Darion mengingat bagaimana Zea mengambil saus mushroom dengan potongan tuna terakhirnya.


"Tentu saja. Kita harus menikmati dan menghargai makanan lezat."


Dua sudut bibir Darion terangkat sedikit, lalu menatap Zea yang fokus memakan puding dengan vla putih sebagai pelengkap.


Tiba-tiba, tangan kanannya terulur ke arah Zea. Zea yang menunduk jelas tidak mengetahui tindakan Darion. Sampai akhirnya, ibu jari pria itu mengusap sisa vla di ujung bibir Zea dengan gerakan lembut.


Mendapat sentuhan tiba-tiba, membuat Zea terpaku dan reflek menatap Darion. Melihat pria yang baru saja mengusap sudut bibirnya itu sedang menjilat sisa vla di Ibu Jari.


GLEK!


Kenapa?


Kenapa dia terlihat sangat … sexy?


...☆TBC☆...



Wah wah!


Bisa bisanya aku tergoda sama bang Can setelah bang Burak 😳😳


Hari ini satu bab dulu ya.


Nanti kalau spet melipir ke RTL

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, VOTE, HADIAH 💕💕


__ADS_2