
Pria muda berumur 35 tahun, dengan kemeja biru muda tanpa jaket atau jas. Dia menenteng sebuah tas hitam, juga sebuah kotak dari besi yang berisi peralatan medis dan obat-obatan.
Tanpa berkata apapun, pria bernama Albert itu langsung masuk ke dalam kamar dan memeriksa Hellian. Tidak butuh waktu lama, sampai akhirnya ia membuka kotak dan mengambil sebuah suntikan.
Setidaknya 3 suntikan harus di terima Hellian dalam waktu yang berdekatan. Sampai akhirnya Albert menyuruh Darion menghentikan CPR yang dia lakukan.
"Panggil ambulan! Obatnya hanya bekerja sementara, perawatan intensif akan dibutuhkan secepatnya."
Mendengar penjelasan Albert, Zea yang kebetulan ada di dalam kamar, langsung menyodorkan ponselnya pada Darion. Meski tidak mengatakan apapun, Darion paham maksud dari Zea dan langsung menghubungi ambulan.
Tidak sampai 1 jam, Hellian berhasil dibawa ke rumah sakit terdekat. Meski bukan rumah sakit terbaik, tapi setidaknya rumah sakit yang mereka tuju memiliki fasilitas yang lumayan lengkap.
"Saya mempunyai kenalan disini. Dia dokter jantung terbaik," ucap Albert pada Darion.
"Tenang saja Tuan. Tuan Besar akan baik-baik saja," lanjut Albert sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Zea dan Darion.
Penjelasan dari Albert membuat raut wajah khawatir Darion perlahan memudar. Namun perkataan itu tidak membuat Zea merasa lega sedikit pun.
Darion meraih tangan Zea, menggenggamnya dengan erat. "Jangan cemas, dia dokter yang terpercaya," ucap Darion mencoba menenangkan Zea.
Namun hal itu masih belum meredakan rasa khawatirnya. Dia bahkan hanya berdehem lirih, seolah percaya dengan perkataan Darion. Namun sebenarnya, tidak demikian.
__ADS_1
Semua rasa khawatirnya terpampang dengan jelas di wajah Zea. Membuat Darion dapat melihatnya dengan jelas. Sampai, akhirnya ia menceritakan sesuatu.
"Pria tadi, adalah putra pertama Paman Sam," ucapnya tiba-tiba, hingga membuat Zea terhenyak.
"Dia sangat pintar, sampai-sampai, ibu suka membandingkan aku dan Aaron dengannya. Tapi karena keterbatasan biaya, dia sempat putus sekolah. Hal itu membuat ibu sedih dan akhirnya menawarkan bantuan untuknya."
Darion yang sejak tadi memandang lurus ke depan, tiba-tiba menoleh menatap Zea. "Apa kamu tau endingnya?" tanyanya pada Zea.
"Dia menjadi anak angkat juga?" jawab Zea asal, lantaran ia terpikir ketika Aaron menjadi anak angkat mereka.
"Saat itu ibu berkata 'Aku akan memberikan guru terbaik, jadilah dokter dan rawat keluargamu' Hanya itu saja, dan dia langsung setuju," jelas Darion mengingat masa lalu.
Zea langsung menoleh saat Darion mengatakan hal itu. Terkejut, tentu saja. Lantaran Darion tidak pernah bercerita tentang penyakit ibunya. Pria itu hanya mengatakan, jika Reyna memang sudah terlalu tua.
Darion akhirnya bercerita, tentang 'radang sendi' yang diderita Reyna selama 10 tahun terakhir. Penyakit yang dikira sepele, tetapi justru sangat berbahaya jika diidap oleh wanita berumur 50 tahun.
"Ibu menyimpan rasa sakitnya sendiri. Dia tidak pernah bercerita pada siapapun. Tapi pada Albert, dia mengatakannya dengan gamblang."
Tanpa mengatakan apapun, Zea langsung memeluk Darion, seolah mengerti bagaimana perasaan pria itu, ketika Reyna berada dalam kondisi sakit. Memahami alasan Darion yang tidak meneteskan air mata ketika pemakaman Reyna.
Mungkin baginya, kematian lebih baik dari pada hidup dengan rasa sakit yang menghujam. Setidaknya, sang ibu tidak merasakan seluruh tubuhnya remuk redam dan harus mengkonsumsi obat-obatan setiap hari.
__ADS_1
"Aku percaya akan kemampuannya. Ayah, pasti akan baik-baik saja," ucap Zea sambil mengusap punggung Darion.
Mereka masih saling memeluk, ketika Albert tiba-tiba membuka pintu dan keluar setelah 1 jam berada di dalam. Membuat Zea langsung melepaskan pelukannya.
"Kondisi Tuan Hellian sudah stabil. Kita sudah bisa melakukan operasinya segera, tapi sebelum itu …." Albert menatap Zea yang pada saat itu berdiri di samping Darion.
"Tuan Hellian ingin bertemu dengan Anda, Nona."
Zea dan Darion saling menatap heran, lantaran Hellian yang meminta bertemu Zea sebelum pemasangan ring di jantungnya. Namun Zea yang mencoba bersikap percaya diri, langsung tersenyum.
"Ayah mungkin ingin menyampaikan sesuatu. Tunggulah disini!" pinta Zea.
"Tidak! Aku akan ikut denganmu!"
Darion masih coba memaksa untuk ikut, tetapi Albert meminta Darion untuk menunggu. Zea pun turut meyakinkan pria itu agar mau menunggu di luar.
"Baiklah! Jangan dengarkan jika dia berkata sesuatu yang menyakitimu, oke!" pesan Darion sebelum akhirnya Zea masuk ke dalam.
...☆TBC☆...
__ADS_1