
Darion berdiri di ambang pintu balkon yang sedang terbuka. Menatap lurus ke depan, melihat langit malam pekat tanpa bintang atau bulan. Sunyi, senyap. Angin pun hanya melintas semilir tanpa menimbulkan kegaduhan.
Disana, di tempat dia berdiri. Hanya satu langkah kaki ke belakang, adalah tempat Zea tergeletak tak berdaya. Bau anyir bekas darah pun masih tercium, meski anak buah Drax sudah membersihkan lantai.
Sudut mata pria itu tiba-tiba basah. Kedua tangannya mengepal kuat, ketika ia mulai membayangkan bagaimana sang kekasih ditusuk sedemikian rupa.
Dia pun mulai berandai-andai. Berpikir bahwa dia cukup ceroboh lantaran membiarkan Zea berada di rumah sendiri tanpa pengawalan. Namun semua sudah terlambat, terlambat untuk menyesal.
Entah sudah berapa jam dia berdiri disana. Sesekali ia terlihat mengusap air matanya, sesekali berbicara di telepon dengan seseorang. Hingga pukul 5 pagi, dia menutup pintu, lalu pergi dari sana setelah mendapatkan panggilan.
Darion mengendarai mobilnya sendirian, pergi ke Heliport terdekat. Disana, Drax terlihat sudah menunggu Darion dengan seorang pria berdarah Asia.
"Semuanya sudah siap, Tuan," ucap Drax menyapa Darion yang berjalan sendirian.
"Oke. Ayo berangkat! Aku tidak sabar bertemu mereka!"
Calbourne, sebuah desa kecil yang berada di pulau Isle of Wight, Inggris. Desa ini terletak sekitar 5 mil dari Newport di barat pulau, dengan jumlah penduduk yang tidak lebih dari 1000 orang.
Rumah rumah disana terkesan sederhana, tidak terlalu kumuh. Bangunan disana kebanyakan masih terbuat dari kayu. Hanya ada beberapa yang sudah mengunakan batu bata. Namuj meski begitu, lingkungan disana terasa sangat asri dan sejuk.
__ADS_1
Dari London menuju Calbourne, Darion dan yang lainnya perlu menempuh setidanya 1 jam perjalanan udara. Ketika sampai disana, mereka masih harus melanjutkan perjalanan darat setidaknya 20 menit, untuk sampai ke suatu tempat.
Rumah satu lantai yang terbuat dari batu bata. Terkesan sederhana, tetapi cukup rapi dan bersih. Tepat di depan, pekarangan dengan rumput hijau menyambut kedatangan Darion. Bahkan seekor anjing pun mengonggong cukup kencang, membuat seorang wanita paruh baya buru-buru membuka pintu sebelum Drax mengetuk.
"Snel, shut up!" teriak wanita itu dari dalam sambil membuka pintu.
Kedua mata wanita paruh baya itu terbelalak lebar ketika melihat sosok Darion berdiri di depan pintu. Dia bahkan mundur beberapa langkah ke belakang lantaran terkejut.
"Da-Darion!"
"Lama tidak bertemu." Darion tersenyum, seakan-akan menunjukkan wajah senangnya. Namun di mata wanita itu, senyuman Darion adalah peringatan tanda bahaya.
"Untuk apa kamu kemari?"
Darion mulai mengedarkan matanya ke sekitar. Menelisik segala sudut ruangan kecil itu. Cukup bersih, menurutnya, meski di penuhi barang-barang yang sudah terlihat kuno.
Setelah menelisik sekitar, sorot matanya berpindah pada seorang wanita bernama Ember. Menatap wajah wanita yang sedang ketakutan itu, tiba-tiba dia menjadi segan untuk bersikap galak.
"Baiklah! Aku akan mengatakan tujuanku tanpa basa-basi lagi!" ucap Darion dengan santai, seakan tidak peduli reaksi lawan bicaranya.
"Aku hanya ingin bertanya. Apa kau tahu sesuatu, Bibi?" Sorot mata Dariom berubah tajam. Sedikit memincing dengan dahi yang berkerut.
__ADS_1
Tatapan serta pertanyaan Darion, seketika membuat wanita berumur 55 tahun itu jatuh terduduk di atas sofa.
"A-aku tidak tahu. Sungguh bukan kami, Don!" ucapnya dengan suara bergetar.
"Aku mohon, lepaskan kami. Kami tidak tahu apapun. Semua itu karena rencananya gagal," lanjut Ember dengan gugup.
Darion bersendekap tangan, lalu mengangguk seakan mengerti arah pembicaraan Ember.
"Yah, aku bisa saja melepaskan kalian. Bahkan memberi kalian kehidupan yang lebih layak dari ini. Hanya saja …."
"Tidak! Aku tidak mau! Aku hanya ingin hidup tenang bersama Joe disini tanpa terlibat dengan keluarga kalian lagi. Aku akan menceritakan yang terjadi, jika kau berjanji melepaskan kami."
Tanpa berpikir panjang, Darion setuju dengan Ember. Dia seolah tahu, jika wanita yang ada di hadapannya ini bukan orang yang tamak.
"Aku mendengarkan, Bibi. Jadi katakanlah!"
...☆TBC☆...
Ada yang bisa nebak, siapa yang ditemui bang Don????
__ADS_1
Jempol dan sajen jangan lupa di tebar 💋💋