
Pesawat pribadi jenis Gulfstream G650ER, terlihat terparkir di Appron menunggu kedatangan Daron. Satu pilot dan co-pilot pun sudah selesai memeriksa pesawat yang akan mereka kendarai.
Pesawat pribadi yang dibeli Darion seharga 66 juta Dolar ini memiliki jangkauan lebih dari 7.500 mill. Yah, itu seperti melintasi samudra pasifik dalam sekali terbang. Jarak yang cukup jauh untuk kelas pesawat pribadi.
Selain jarak dan kecepatan. Alasan lain yang membuat Darion memilih jenis ini adalah keunggulan interiornya. Terlihat sangat mewah lantaran memiliki kursi dengan lapisan kulit, beberapa ornamen kayu yang halus. Selain itu, seluruh bagian kabin dapat dikontrol hanya dengan sebuah ponsel.
Canggih, sudah pasti. Pesawat ini lah yang akan membawa Darion pergi ke Campbelltown, melewati jarak sejauh 546 mill, hanya dalam satu jam.
Darion mempercepat langkah kakinya ketika sampai di bandara. Berusaha secepat mungkin agar ia bisa sampai ke tempat yang diinginkan. Seolah tidak sabar, mungkin pria dengan rambut tergerai itu tidak sabar melihat mayat istrinya.
Campbelltown, merupakan kota bekas kerajaan Burgh di Argyll dan Bute, yang berada di Skotlandia. Kota ini terletak di Campbeltown Loch yang ada di semenanjung Kintyre. Selain letaknya yang cukup strategis, kota ini juga dikenal sebagai penghasil Wiski yang cukup berkualitas.
Menjadi salah satu dari lima wilayah di Skotlandia yang dikategorikan sebagai wilayah penghasil wiski malt yang berbeda. Hingga mereka memiliki lebih dari 30 penyulingan, sebelum akhirnya memproklamasikan dirinya sebagai "ibu kota wiski dunia".
Namun, mereka lebih fokus pada kuantitas daripada kualitas, hingga akhirnya menyebabkan sebagian besar penyulingan gulung tikar. Saat ini, hanya ada tiga penyulingan aktif yang tersisa di Campbeltown, diantaranya Glen Scotia yang masih menjadi primadona.
__ADS_1
Akan tetapi, itu semua bukan intinya, karena yang menjadi pusat tujuan Darion adalah salah satu bekas penyulingan yang sudah tidak terpakai. Benar, tempat dimana ia meminta Aaron membawa Julian, Ana, serta Jarvis ke sana.
Seorang pria paruh baya, berbadan besar penuh kharisma, terlihat duduk di sebuah kursi kayu. Ditangan kiri pria itu, ada sebatang rokok yang menyala, sedangkan tangan kanannya memegang gelas berisi vodka.
“Si Sialan itu! Bisa-bisanya dia menyuruhku membawa ke tempat penuh debu dan lembab seperti ini!” keluhnya kesal sambil menatap wajah tiga orang yang tangannya terborgol dengan mata tertutup kain.
Tidak lama setelah dia menggerutu, Darion terlihat berjalan memasuki gudang sambil membawa dua botol Wine. Pria itu langsung meletakkannya di atas drum kayu yang di balik sebagai pengganti meja.
“Hanya sedikit kesal. Kau tahu aku tidak suka dengan tempat lembab dengan banyak debu.”
Mendengar keluhan itu, Darion hanya meringis, memperlihatkan kedua baris giginya seolah tidak merasa bersalah.
“Ku kira wanita itu sudah merasakan sedikit senjata barumu,” tanya Darion ketika melihat Ana masih hidup.
“Aku tidak tega. Dia berkata jika kau suaminya, jadi mana mungkin aku membunuh adik ipar sendiri?”
__ADS_1
Darion mendengus kesal, kala Aaron membahas status mereka. “Aku tau kau sibuk di kepolisian. Hanya tidak percaya jika kau tidak menyimak berita. Jelas-jelas, mereka sudah mengirim banyak bukti padamu.”
Aaron merogoh telinga dengan jari kelingkingnya, lalu berdecak. “Kau masih saja cerewet, sama saja seperti dulu. Sudahlah! Urusanku disini sudah selesai.”
Aaron mengambil dua botol wine yang ada di atas drum, sebelum akhirnya melangkah pergi. Namun belum sempat dia meninggalkan ruangan, Darion mengatakan sesuatu.
“Hei! Pulanglah sesekali, pria tua itu selalu menunggumu pulang!” ucap Darion sedikit lantang.
Aaron melambaikan tangannya tanpa menoleh, sambil menjawab, “Aku pulang, jika kita bisa makan malam berempat!”
Benar, Aaron sedang membicarakan keberadaan ibu angkatnya yang dulu pernah memberikan kehangatan. Mendengar hal itu, Darion bisa mengerti, jika kakak angkatnya itu selalu memperhatikan keluarga Walter meski ia tidak pernah pulang.
Kita akan berkumpul lagi. Tunggu aku menyelesaikan dendamku.
...☆TBC☆...
__ADS_1