
Skandal keluarga Walter terkuak di media. Identitas Zea sebagai menantu keluarga Walter, istri dari Julian. Serta, foto-foto kemesraannya bersama sang mertua, Darion.
Kedua tangan Zea tiba-tiba basah. Tubuhnya sedikit gemetar, tetapi ia mencoba untuk menyembunyikannya dari beberapa orang yang menatap tajam.
Hal yang sangat ia takutkan telah terkuak. Alasan apa yang akan dia berikan untuk NNC? Sedangkan perusahaan itu sama sekali tidak ingin karyawannya terlibat skandal apapun.
Zea masih terpaku, menatap ponsel dengan tatapan kosong. Sampai suara seseorang membuatnya tergugah.
"Nyonya Azalea."
Suara pria terdengar datang dari arah belakang. Tidak asing, ia seperti pernah mendengarnya. Hanya saja pikirannya terlalu kacau sehingga tidak bisa mengingat nama pemilik suara.
Tanpa menjawab, Zea menoleh. Menatap Drax sudah berdiri tegak di belakangnya.
"Tuan mendadak ada suatu keperluan di Paris. Pesawatnya akan terbang 2 jam lagi. Saya sudah mengajukan cuti untuk hari ini kepada atasan Anda." Drax mencoba menjelaskan maksud kedatangannya dengan singkat.
"Jadi, mari ikut saya!"
Beberapa pertanyaan sangat ingin Zea tanyakan, tetapi keadaan tidak memungkinkan. Namun, ini adalah peluang yang Drax ciptakan untuk membuatnya menghilang sejenak dari kerumunan.
"Oh, baik!"
Drax berjalan lebih dulu, disusul Zea di belakangnya. Tatapan aneh para staf masih terfokus pada Zea. Namun gadis itu berpura-pura tidak peduli dan mempercepat jalannya.
Drax yang seperti orang asing di perusahaan, justru terlihat lebih mengenal struktur bangunannya. Pria pendiam itu terus bergerak, melewati koridor sepi, hingga menuju ke basement tempat para petinggi memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
"Bagaimana Anda tahu …."
Zea yang sangat ingin menanyakan sesuatu, tiba-tiba terdiam ketika Drax membantunya membuka pintu belakang.
"Silahkan, Nyonya."
Sejak saat pertanyaannya tertunda, Zea tidak lagi menanyakan sesuatu. Dia hanya duduk diam sambil beberapa kali menghela napas panjang.
Namun tiba-tiba, dia memberanikan diri untuk bertanya lagi. "Kenapa Anda membawa saya?"
"Kesuatu tempat. Apartemen yang di sediakan oleh tuan."
Apartemen?
Gedung bangunan 5 lantai, terlihat begitu sederhana dari luar. Namun saat masuk, penampilan di dalamnya sungguh menakjubkan. Karpet merah terbentang di lantai, hiasan lampu gantung yang cukup menawan.
Tidak mau berlama-lama, Drax langsung membawa Zea naik ke lantai lima. Berjalan menyusuri lorong, setidaknya 10 meter dari lift, hingga sampai di sebuah kamar.
Saat pintu terbuka, Zea mulai mengedarkan matanya ke sekitar. Melihat dekorasi dan tatanan apartemen dengan 1 kamar terlihat mewah. Sofa, televisi, vas, semua terlihat mahal.
Rumah siapa?
Tentunya Zea sendiri bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
Namun, sorot matanya tiba-tiba terfokus pada sebuah pigura. Pigura besar dengan list keemasan yang memperlihatkan sepasang pengantin.
Zea menggerakkan kakinya, berjalan mendekat untuk bisa melihat dengan jelas.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat wajahnya terpampang bersama Julian. Dia ingat dengan betul, mereka berdua sama sekali tidak pernah melakukan pemotretan.
Marah, tentu saja. Sejak dicekik Julian, rasa bencinya tumbuh dengan cepat, berakar, dan berkutat dalam hati.
"Siapa tuanmu sebenarnya?" tanya Zea berusaha meredam emosi tanpa melihat wajah Drax.
Namun Drax tak kunjung menjawab, membuat Zea semakin murka. Gadis itu menoleh, menatap tajam ke arah Drax yang hanya diam saja.
"Siapa tuanmu!" seru Zea lantang.
"Apa Julian yang menyuruhmu? Apa pria itu menyuruh mu membawa ku kesini setelah dia membocorkan pernikahan di hadapan publik?"
Kesabaran Zea telah habis. Emosi yang meluap-luap berhasil menguasai dirinya.
"Katakan! Katakan apa maksudnya ini!"
Zea yang frustasi hanya bisa berjalan mondar mandir tanpa bisa berbuat apapun. Pikirannya kacau, hatinya bimbang, menebak-nebak maksud dari semua kejadian ini.
Darion kah atau Julian?
Pintu yang sejak tadi tertutup tiba-tiba terbuka. Membuat pandangan Zea langsung teralihkan pada sesosok pria yang baru saja masuk.
__ADS_1
...☆TBC☆...