Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Serangan balik


__ADS_3

Cuaca pada saat itu terasa sedikit dingin. Bersama dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus di pertengahan musim gugur.


Dress putih yang dikenakan Zea malam itu tidak terlalu tipis, tetapi juga tidak tebal. Namun entah mengapa, kening yang semula kering, menjadi sedikit basah.


Bulir keringat keluar dari celah pori-pori. Tangannya sedikit basah dan dingin. Julian jelas menyadari keadaan Zea, tetapi dia justru tidak peduli.


Tanpa memikirkan kondisi Zea, Julian terus menggandeng tangan istrinya. Memaksanya untuk terus tersenyum dan bertegur sapa dengan para tamu.


Hingga, seorang pria menegur Julian secara terang-terangan di depan para tamu.


"Julian, istrimu terlihat tidak sehat. Bawalah dia ke kamar!"


Suara lantang terdengar dari sisi depan. Membuat semua tamu yang pada saat itu sibuk mengobrol, langsung mengalihkan pandangan mereka, begitu juga Julian.


"Ka-kakek?"


Julian terhenyak kaget. Dua matanya seketika membulat penuh manakala manik mata hitamnya itu, melihat dua sosok pria yang berjalan angkuh sedang menghampirinya. Tidak hanya Julian, bahkan Ana pun terhenyak dan diam berdiri di posisinya tanpa bisa bergerak.


Zea yang sejak tadi sudah merasa tidak enak badan, menjadi semakin pucat ketika melihat Hellian dan Darion datang. Pikirnya, ajalnya sudah hampir tiba.


"Aku tidak ingat, jika kau memiliki pesta lain. Atau sepertinya ingatanku ini sudah lemah?"


Ucapan Hellian berhasil membuat Julian tak berkutik hanya dalam sekali serang. Hal itu langsung membuat Ana bertindak dengan cepat.


"A-ayah, hari ini ulang tahun cucu menantu Anda. Mungkin Anda sudah lupa."


"Lupa? Aku kira ulang tahunnya pertengahan tahun lalu."


DEGH


Ana pun tidak berkutik mendengarnya, terlebih Hellian mengatakan itu di depan semua para tamu undangan.


"Drax, coba cari tahu ulang tahun cucu menantuku!" Perintah Hellian pada Drax, orang yang menjadi kepercayaan Darion.


"Menurut biografi yang tersebar di internet, Nona Azalea berulang tahun pada awal bulan Juli. Tepat pada musim panas."


Skak mat!

__ADS_1


Penjelasan Drax membuat seluruh tamu mulai bergunjing. Juga membuat Julian dan ana terdiam, tak mampu memberikan serangan balik atau bahkan memasang tameng.


Rencana menyudutkan Zea gagal total dengan kedatangan Hellian dan Darion yang diluar rencana. Padahal, mereka hanya ingin menyudutkan Zea, tetapi justru tersudut sendiri.


"Julian hanya ingin menunggu ibunya datang, Kakak."


Kedatangan Jarvis membuat semua tamu beralih fokus sekali lagi. Namun Hellian dan Darion tidak demikian.


Alih-alih membalas dan terus berdebat di hadapan publik, Hellian dan Darion memilih untuk diam. Tidak lagi membahas ulang tahun Zea, mungkin menjadi solusi tepat untuk menutupi hubungan keluarga yang tidak harmonis.


"Oh begitukah? Kalau begitu aku yang tidak bisa memahami situasi," Hellian berjalan mendekati Zea.


"Selamat ulang tahun, Cucu Menantu. Maaf, kakek tua ini terlalu sibuk, sampai lupa," ucap Hellian menatap lembut pada Zea.


"Te-terima kasih, Ka-Kakek."


Entah karena gugup, atau memang kondisinya yang tidak baik. Suara Zea terdengar bergetar ketika berterima kasih pada Hellian.


"Dia sedang tidak sehat. Bawalah ke dalam dan beri teh hangat!" Hellian menatap tajam ke arah Julian yang berdiri di samping Zea.


Rasa cemburu yang terlihat dengan jelas, bahkan Julian pun merasakannya. Namun bukannya takut, pria itu justru memancing sang ayah dengan mengeratkan rangkulan tangannya.



Sesampainya di dalam rumah, Zea buru-buru menampik tangan Julian dengan kasar. Akting untuk tetap romantis baginya telah usai ketika tidak ada mata yang tertuju pada mereka.


"Bukankah kita sudah sepakat Tuan Julian?" ucap Zea terdengar ketus, tetapi masih berusaha menghormati Julian.


"Sepakat? Kita hanya sepakat untuk tidak memperkenalkan keluarga. Bukan mengumumkan hal ini ke publik!"


Zea memalingkan wajahnya dengan cepat, menatap tajam pada Julian yang berdiri di sampingnya. Tatapan marah, tak suka, jengkel, terlihat jelas di manik mata kecoklatan miliknya.


"Pernikahan kontrak kita hampir berakhir, Julian! Jangan bertindak konyol!" Kecam Zea.


"Konyol?" Julian tertawa terbahak-bahak. Suasana rumah yang kosong, bahkan membuat tawanya sedikit menggema.


"Jangan membuatku tertawa, Wanita Murahan!" ketus Julian sambil menatap Zea. "Kamu kira aku bodoh dan tidak tahu apapun?"

__ADS_1


Zea menyeritian alis. Merasa jika Julian, mungkin sudah mengetahui hubungannya dengan Darion. Namun dia masih mencoba mengiring Julian untuk memastikan hal itu dan mengambil serangan balik.


"Dengar baik-baik! Aku, tidak akan menceraikanmu!"


Benar, hanya dengan kalimat itu, Zea sudah bisa menebak jika Julian telah mengetahui hubungannya dengan sang ayah. Namun bukannya gentar, Zea justru bertindak sesuai dengan arahan Darion.


"Tidak masalah. Tapi aku rasa, Tuan Hellian tidak akan membiarkan pernikahan kontrak kita terus berlanjut!"


Satu sudut bibir Julian terangkat, seakan meremehkan ancaman dari Zea.


"Apa yang bisa membuat kakek tidak akan membiarkan hal itu? Surat kontrak? Jangan konyol, kau tidak punya itu!"


Benar, Julian memang tidak memberikan salinan kontrak pada Zea. Zea pun menganggap hal itu tidak berguna pada awalnya. Lantaran Julian sudah membayar penuh hutang peninggalan orang tuanya, itu sudah lebih dari cukup.


Akan tetapi, itu bukan masalah besar setelah Darion memberikan pesan beberapa hari sebelum itu. Pesan yang kemungkinan membuat Julian tetap memenuhi kontrak meski hubungannya diketahui sang suami.


"Aku memang tidak punya, tapi jangan lupa. Ayahmu, lebih berkuasa dan memiliki kekuatan lebih dari mu, Julian!"


Bagai api kecil yang baru saja di siram minyak. Amarah Julian yang sudah membumbung, seketika membuat pria itu hilang kendali.


Dalam sekejap mata, tangan rampingnya meraih leher Zea dan mencengkramnya kuat-kuat. Belum cukup dengan itu, dia mendorong tubuh Zea ke belakang hingga tubuhnya terbentur tembok.


Setelah membuat Zea terpojok, Julian mengangkat tubuh Zea dengan satu tangan yang sejak tadi berada di leher.


"Da-Da-ri-on!"


Suara Zea tertahan. Cekikan tangan Julian begitu kuat, sampai-sampai dia kesulitan untuk bernapas dan berbicara.


Apa aku akan mati?


Aku akan berakhir disini begitu saja?


...☆TBC☆...


Jangan lupa Like, Vote dan hadiahnya 😊


Yang belum tekan Love, segera tekan 😌

__ADS_1


__ADS_2