Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Mengelak


__ADS_3


Bulgari Hotel, terletak tidak jauh dari rumah sakit tempat Hellian mendapatkan perawatan, atau tepatnya di Knightsbridge. Hotel dengan 85 kamar suite yang cukup luas serta pelayanan yang tidak perlu diragukan lagi.


Selain itu, hotel ini juga mempunyai bar dan restoran yang elegan. Kolam renang yang cukup panjang, area spa dan juga ruang olahraga.


Darion mengemudikan mobil dengan merek Rubicon sendiri. Tanpa Drax atau asisten yang mengantar. Hanya dengan Zea, yang duduk di kursi depan, dia berkendara ke Bulgari Hotel yang jaraknya hanya 8 kilometer dengan rumah sakit.


"Ini hotel mahal. Kenapa kita kesini?" tanya Zea berniat hanya sekedar basa basi. Lantaran sejak keluar dari area parkir rumah sakit, mereka hanya bergandengan tangan tanpa ada pembicaraan.


"Kenapa? Kamu tidak suka?" Darion sempat menoleh sesaat, untuk melihat wajah Zea.


"Tidak. Hanya saja …. Tidakkah kamu terlalu membuang-buang uang hanya untuk tidur?"


Darion menyeringai sesaat, sebelum akhirnya ia turun lebih dulu dan membantu Zea membuka pintu.


"Tidur? Apa aku berkata akan tidur?" Darion mengulurkan tangan, yang kemudian disambut tangan berjemari lentik milik Zea.


"Lalu untuk apa kita kemari?" tanya Zea sembari turun dari mobil.


Lagi-lagi Darion menunjukkan seulas senyum pada Zea. Sebelum akhirnya ia meminta petugas untuk memarkirkan kendaraannya dan membawa Zea masuk ke dalam.


"Beri aku kamar 7777 seperti biasa," ucap Darion pada seorang resepsionis.


Petugas resepsionis itu terlihat bingung untuk beberapa saat. Tentu saja karena kamar yang Darion minta bukanlah kamar sembarangan. Beruntung, seorang pria yang menjawab sebagai manajer melihat kedatangan Darion dan langsung mengambil alih.

__ADS_1


"Maaf Tuan Walter, pegawai baru kami tidak mengenali Anda," ucapnya dengan sopan.


"Kuncinya sudah kami setting dengan sidik jari Anda, Tuan. Biarkan petugas kami mengantar."


"Tidak perlu! Aku akan naik sendiri!"


Darion yang sejak tadi menggandeng tangan Zea secara terang-terangan, langsung melenggang pergi begitu saja. Seakan tidak peduli dengan pandangan mata beberapa orang yang ada di sana.


Seorang petugas lift yang sempat diberi kode oleh manajer, pun langsung sigap mengantar Darion ke sebuah lift khusus. Lift yang hanya di desain untuk 6 orang tamu yang memesan President Suit Room.


"Mereka terlihat segan padamu. Jangan-jangan, kamu sering kemari?" tanya Zea penasaran.


"Dulu sebelum membeli rumah, aku memang tinggal disini!"


Jawaban Darion membuat Zea menoleh sambil memasang wajah kaget tidak percaya. Hal yang dia tahu, kamar standar di Bulgari Hotel harganya saja sudah setara uang sewa apartemennya. Lantas, bagaimana dengan kamar termewahnya?


Tanpa aba-aba atau permisi, Darion langsung memeluk tubuh Zea dari belakang. "Mengira apa? Apa yang ada di pikiranmu sekarang, hah?"


"Kamu menebak apa? Aku hanya mengira, kamu orang yang sangat sederhana. Aku bahkan tidak sadar, jika sudah tidur dengan pendiri Nesh!"


Entah mengapa, mendengar penjelasan dari Zea, sesuatu di dalam tubuh Darion tiba-tiba tersulut. Lagi-lagi ia tersenyum, lalu menggigit daun telinga Zea dengan lembut.


"Don, henti–"


Perkataan Zea terpotong, lantaran bibirnya sudah di sumpal lebih dulu dengan bibir Darion. Kecupan lembut, yang perlahan membuat hormon oksitosin dalam tubuh Darion bergejolak. Namun tiba-tiba saja.

__ADS_1


TING!


Bunyi lift membuat pria itu melepaskan pagutannya dan segera menarik tangan Zea untuk pergi ke kamar. Kenyataan bahwa hasrat dalam dirinya sudah cukup bergejolak, memang tidak bisa di pungkiri.


Darion bahkan langsung memojokkan Zea ke tembok begitu masuk ke dalam kamar. Melanjutkan sulutan api yang tadi sempat terpacu oleh ciuman Zea.


"Bi-biarkan aku mandi dulu," elak Zea setelah berhasil melepaskan ciuman Darion yang memburu.


"Tidak perlu! Aku menyukai aroma di tubuhmu."


Darion kembali menjelajah. Menyusuri leher jenjang milik Zea dengan bibirnya. Lalu meninggalkan ruam kemerahan yang katanya tanda cinta.


"Kau belum tidur sejak semalam. Tidurlah dulu," elak Zea lagi.


"Aku bisa tidur pulas setelah ini."


Tangan kanan Darion menggerayangi punggung Zea, meraih resleting dan menurunkannya dengan perlahan. Sedangkan tangan kirinya, masuk dari bawah baju dan mengerayang naik, meraih salah satu buah kenyal yang masih tertutup underwear.


"Don … a-aku lapar!"


...☆TBC☆...



Duh, neng Zea. Ngeles mulu deh ah 😏😏

__ADS_1


Sajen jangan ketinggalan 😚😚


__ADS_2