Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Cerita untuk Reyna


__ADS_3

Reyna mengulurkan kedua tangannya, hendak menyambut kedatangan Zea. Dia yang belum mengenal Zea dan bahkan belum pernah bertemu. Namun entah mengapa, melihat perlakuan Darion pada wanita itu, Reyna langsung memahami situasinya.


Reyna tidak mengatakan apapun tentang keadaan Zea yang duduk di kursi roda. Darion juga tidak menjelaskan hal yang sempat menimpa Zea.


Reyna meraih kedua tangan Zea, mengengamnya dengan seulas senyum yang terukir dengan jelas. Mata tuanya menatap Zea lekat-lekat. Memperhatikan setiap lekuk wajah gadis itu.


"Aku tahu alasan dia tidak pernah memperkenalkan siapapun padaku. Ternyata, dia sedang menunggu wanita secantik ini."


Dua sudut bibir Zea terangkat samar. Seperti sedang menunjukkan ekspresinya yang sedang malu-malu. Disisi lain, Hellian justru memberikan tatapan sinisnya pada Darion, sebelum akhirnya dia mendekatinya.


"Apa yang kau lakukan?" bisik Hellian.


"Aku sudah memutuskannya, Ayah. Tidak peduli apapun yang dipikirkan publik, aku hanya ingin dia sebagai istriku."


Jawaban Darion terdengar tegas. Seperti sedang memberikan peringatan pada Hellian dengan keputusan yang sudah dia buat.


Hellian sendiri tidak bisa menolak atau membantah keputusan sang anak. Lagi pula, Darion sudah cukup dewasa dalam mengatasi masalah. Hal itu sudah terbukti ketika Darion menyelamatkan Nesh dan perusahaan miliknya.


"Jangan sampai mengusik Nesh atau perusahaanku lagi. Lakukan dengan bersih jija kau ingin menikahinya."


Darion menoleh, menatap Hellian yang justru terfokus pada Reyna. Darion seolah mendapatkan sedikit keuntungan berkat sang ibu yang langsung ramah pada Zea.


Alasan inilah yang mungkin membuat hati Hellian sedikit luluh dan merestui hubungan mereka. Namun, tugas Darion masih ada satu lagi, yaitu menjelaskan status Zea pada Reyna.

__ADS_1


"Kita memakai baju rumah sakit yang sama. Apa kau dirawat disini juga, Nak?" tanya Reyna yang sejak tadi fokus dengan baju yang dipakai Zea.


"Benar. Saya berada disini sejak seminggu lalu?"


"Seminggu?" Reyna sedikit terkejut. "Hal apa yang membuatmu bertahan di tempat membosankan ini sampai satu minggu?"


Zea yang tidak tahu harus menjawab apa, akhirnya menoleh. Pandangannya beralih sejenak pada Darion yang langsung berjalan mendekat.


Darion menyentuh pundak Zea sambil tersenyum, lalu mengangguk pelan. Seperti sebuah kode, yang kemudian membuat Zea menjalankan kursi rodanya dan pergi meninggalkan ruangan.


Setelah Zea berbalik, pandangan mata Darion berpindah pada Hellian. Sama seperti Zea yang mendapat kode dari Darion, Hellian pun begitu. Pria tua itu lantas pergi menyusul Zea meninggalkan ruangan.


"Ada apa? Kenapa mereka semua pergi?" tanya Reyna penasaran. "Apa ada hal besar yang terjadi?"


Reyna tentu saja cukup terkejut. Selama beberapa tahun dia pergi dan bersembunyi, ternyata ada banyak hal yang terjadi pada suami dan anaknya.


"Ibu, mau menerimanya kan?"



Disisi yang lain. Tepat ketika Hellian keluar dari ruangan. Manik matanya langsung menangkap sosok Zea yang menolak bantuan dari pengawal, ketika hendak pergi untuk mencari udara segar.


Entah mengapa, pria tua itu tiba-tiba tergugah untuk mengikuti Zea. Dia terua berjalan mengendap-endap, hingga akhirnya berhenti di depan sebuah pohon besar yang menjulang tinggi.

__ADS_1


Pohon yang ditanam di lantai 1, tetapi pucuknya bisa mencapai lantai empat. Pohon itu berada di tengah gedung, di atasnya ada kaca yang memberikan cahaya.


Zea berhenti di dekat kaca pembatas, lalu turun dari kursi roda dan pindah ke bangku taman yang memang di sediakan disana. Melihat gadis itu hanya duduk dia , Hellian pun mencoba mendekat.


"Tidak ku sangka, usahamu cukup gigih!" ucap Hellian tiba-tiba.


Tanpa menoleh pun, Zea sebenarnya sudah tahu jika suara itu berasa dari ayah sang kekasih.


"Maaf sudah mengecewakan Anda." Zea tiba-tiba menoleh, menatap Hellian yang berdiri di sampingnya.


"Tapi Anda tidak bisa memisahkan dua orang yang saling mencintai. Jika pun bisa, takdir pasti akan mempertemukan mereka lagi."


"Tidak baik untuk terus percaya diri, Nak," ketus Hellian.


"Meski kalian bisa menghadapi opini publik, jika iunya berkata 'tidak' maka dia akan langsung meninggalkanmu."


Perkataan Hellian tiba-tiba membuat Zea pesimis. Terlebih, Darion pernah bercerita, jika dia sangat menghargai ibunya, lebih dari sang ayah.


Lantas, apakah Reyna akan menyambutnya dengan senyum seperti tadi, setelah mendengar cerita dari Darion?


...☆TBC☆...


__ADS_1


__ADS_2