
Ana Marion. Wanita berumur 43 tahun yang selama ini menetap di Swiss. Tidak, bukan menetap, lebih tepatnya, dia dibuang oleh Darion. Lima tahun setelah dia melahirkan Julian, Darion mengirimnya ke luar negeri tanpa banyak basa-basi.
Meski tindakannya itu mendapat penolakan dari sang Ayah, Darion tidak peduli. Dia tetap mengirim wanita yang sudah menghancurkan masa muda dan karirnya itu. Itu karena bagi Darion, Ana adalah mimpi terburuknya.
Ana, wanita yang diam-diam memberi Darion obat tidur, memanggil wartawan dan membuat mereka terpergok dalam satu ranjang tanpa busana. Hal yang membuat Darion lebih membencinya, ketika dia mendatangi Hellian dan mengaku mengandung anak Darion.
Dua puluh enam tahun yang lalu, tepat saat Nesh baru berdiri dan berkembang. Darion secara terpaksa menikahi Ana untuk menutup skandal yang terlanjur beredar. Semua demi Nesh yang baru saja melesat, demi jutaan poundsterling yang digelontorkan Hellian untuk bisnis putranya.
Namun rahasianya tidak sampai disitu. Lantaran secara tidak langsung, wanita itulah yang membuat Reyna pergi dan menceraikan Hellian. Alasan ini cukup membuat Darion murka hingga mengusir dan mengasingkannya ke Swiss.
Sehari setelah acara talk show. Nesh mengundang seluruh anggota tim dua, termasuk juga Zea untuk mengadakan rapat penutupan. Selain itu, Nesh juga mengajak mereka semua untuk merayakan keberhasilan acara.
Namun percayalah, ini hanyalah sebuah alasan agar Darion bisa bertemu dengan Zea disaat dia sedang sibuk-sibuknya memantau kantor cabang yang baru dibuka. Benar saja, begitu mereka masuk, Drax langsung membawa Zea untuk bertemu Darion.
Zea baru saja berjalan memasuki ruangan sesaat setelah Drax membuka pintu. Dia bahkan belum sempat mengedarkan pandangannya, saat tiba-tiba Darion menarik tangan dan langsung memeluknya.
“Tahukah kamu seberapa besar rinduku?”
Itu adalah kalimat yang keluar dari mulut Darion ketika berhasil menyalurkan kerinduannya.
“Tidak. Aku tidak tahu, karena Anda pergi tanpa pamit saat itu.”
Mendengar Zea membahas tentang malam saat dia pergi tiba-tiba, dua sudut bibir Darion terangkat. Darion pikir, Zea juga senang ketika bersama dirinya.
__ADS_1
Perlahan ia mengangkat kepala yang sejak tadi tenggelam dalam dekapan Zea. Ditatapnya manik mata kecoklatan dengan bulu-bulu lentik nan tebal itu selama beberapa saat. Lalu pandangannya jatuh ke bagian bibir berpoles lipstik merah matte.
Ibu jari kanannya sempat meraba bibir tebal nan sexy itu, sebelum akhirnya ia mendaratkan bibirnya di sana dengan sempurna. Ciuman lembut yang perlahan menjadi sedikit agresif saat tangan kirinya melingkar kuat di pinggang Zea.
Napas memburu tak beraturan membuat keduanya merasa sedikit sesak. Sesak yang nyaman, sampai-sampai mereka membiarkan itu berlarut sedikit lebih lama. Namun Zea yang kewalahan, melepaskan pagutan bibir Darion lebih dulu.
“Biarkan aku menarik napas sebentar!” Zea terengah-engah berusaha mengatur napasnya yang memendek.
“Ambilah napas sebanyak yang kau mau.” Begitulah yang dikatakan Darion, tetapi dia justru melanjutkan gairahnya.
Jengkal demi jengkal leher putih mulus Zea dikecupnya. Perlahan, dengan sangat lembut hingga napas beratnya terasa menggelitik.
“Ah … hentikan! Jangan tinggalkan jejak, kita masih punya acara 10 menit lagi.” Zea berusaha mendorong tubuh Darion agar melepaskan dirinya.
“Baby! Kamu yang paling tahu kalau acara itu hanyalah kedok agar aku bisa bertemu denganmu.”
Darin coba berpikir sedikit lebih panjang usai mendengar perkataan Zea. Mengingat jika mereka terlibat skandal ketika Zea masih menjadi status istri anaknya, maka itu tidak akan baik untuk Zea dan karirnya.
Hela napas panjang Darion pun terdengar di telinga Zea. “Oke, baiklah. Kau menang, tapi tidak lain kali!”
Pria itu lantas mengusap lipstik Zea yang berantakan dengan ibu jarinya. Juga, membetulkan rambut Zea dengan hati-hati. Zea sendiri lantas berpikir, dari mana Darion belajar semua itu?
Apa itu istrinya?
“Sudah rapi, kamu bisa keluar lebih dulu!”
__ADS_1
Setiap kata yang keluar dari bibir pria itu terdengar begitu lembut. Seperti ada banyak kasih sayang yang tercurah dalam sekelumit kata.
Zea pun tersenyum, menatap nanar pria yang ada di hadapannya itu. Kemudian sebelum Zea keluar dari ruangan Darion, ia sempat mendaratkan bibirnya selama beberapa detik di pipi Darion. Kecupan manis yang kemudian membuat senyum pria itu melebar.
Darion lantas menyusul Zea keluar 5 menit kemudian, lalu memasuki ruang pertemuan bersama Drax dan Clare. Disana, Darion mengucapkan banyak terima kasih pada NNC, terutama tim 2 lantaran membuat nilai jual mereka meningkat hanya dalam waktu semalam.
Manajer yang juga ada di sana pun ikut berterima kasih. Setidaknya, kerja sama mereka benar-benar menguntungkan kedua belah pihak. Nesh dengan nilai jual yang naik dan NNC yang mendapatkan rating tertinggi.
Darion baru saja mengangkat gelas sampanye sebagai bentuk perayaan, saat tiba-tiba Drax menerima panggilan masuk. Ketika pria yang menjadi kaki tangan Darion baru saja merogoh saku, seorang wanita menerobos masuk ke dalam tanpa izin.
“Ups! Maaf, aku tidak tahu kalau suamiku ini sedang mengadakan jamuan disini!”
Semua sorot mata mereka teralihkan oleh kedatangan seorang wanita yang tiba-tiba meraih lengan Darion. Wanita yang mengaku sebagai istri Darion, wanita yang tidak pernah terdengar mau pun terlihat desas desusnya.
Jelas saja, hal itu membuat semua orang yang ada disana tercengang, tidak terkecuali Zea dan Darion.
“Maaf, ada urusan yang harus diselesaikan segera. Kalian bisa melanjutkan pestanya!”
...☆TBC☆...
Tebak menebak status si Ana ini 😌
Kira² mereka ini dah cerai atau belum ya 😏
__ADS_1
Bab selanjutnya Up agak malem ya. Hari ini lagi banyak kerjaan real life 🥲
Jangan lupa sajennya 💕💕