Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Kemunculan Joe dam Ember


__ADS_3

Darion keluar dari rumah dengan wajah sumringah. Ia sempat melihat arloji yang melingkar di tangan yang menunjukkan pukul 10 pagi.


Yah, sudah 1 setengah jam dia berada disana. Mendengarkan sebuah kisah yang sudah sangat lama. Kisah yang akhirnya membuat seulas senyum Darion terukir untuk sesaat.


"Laporkan hal ini pada kepolisian setempat. Undang media dan sebarkan. Juga, penusukan Zea," ucap Darion pada Drax saat mereka berjalan memasuki mobil.


"Anda ingin menyerahkan hal ini pada kepolisian?" tanya Drax seolah ragu.


"Aku hanya ingin hidup tenang setelah ini, Drax. Umurku sudah tidak muda lagi."


Perkataan Darion semakin membuat Drax tidak mengerti. Jelas-jelas pria itu sudah dipermainkan selama 25 tahun lebih. Dia kehilangan masa mudanya yang cemerlang, tetapi tidak ada balasan setimpal untuk musuhnya.


Namun meski begitu, Drax tidak meragukan keputusan Darion. Dia menghubungi anak buahnya untuk melaksanakan perintah Darion secepat mungkin.


Tidak sampai setengah jam. Berita terbaru, terhangat, dan terpanas pun dirilis oleh media ternama. Banyak orang yang sudah membaca berita dan mengunjungi artikel hanya dalam waktu 5 menit.


Dorongan dari media dan masyarakat pada akhirnya membuat kepolisian bertindak dengan cepat. Padahal mereka baru saja menerima laporan dan bukti sekitar setengah jam yang lalu.


Ana Marion ditangkap lebih dulu atas dasar pemalsuan, penipuan, pemerasan serta penggelapan. Disusul dengan Jarvis atas dasar penggelapan uang perusahaan. Namun sayangnya, Julian berhasil lolos ketika rumahnya didatangi pihak kepolisian.


Semua karena apa?


Dua jam sebelum mereka ditangkap. Darion mendatangi rumah dari mantan istri Jarvis, Ember. Wanita yang Jarvis ceraikan 26 tahun lalu, setelah skandal Darion mencuat.

__ADS_1


Demi bisa melindungi sang putra yang menderita autisme, Ember melarikan diri. Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, agar tidak bisa di temukan oleh Jarvis. Namun sayangnya, dia berhasil ditemukan oleh Darion dan mengungkit kejadian malam itu.


"Malam itu Joe sedikit aktif. Jadi aku memberinya obat penenang agar tidak mengacaukan pesta amal. Aku meminta kunci kamar, lalu menidurkan Joe disana."


Mata Ember menyipit. Dia berusaha mengingat kenangan yang telah membuatnya jatuh ke dalam lubang terdalam. Kenangan yang membuat hidupnya berantakan.


Joe, buah hati yang usianya lebih muda 2 tahun dari Darion. Malam ketika pesta amal yang diadakan rekan sang suami di sebuah hotel. Seorang wanita tiba-tiba menerobos masuk ke dalam kamar Joe, ketika Ember turun ke bawah menemui Jarvis.


"Saat itu. Karena aku sudah memberikan dia penenang, aku berpikir Joe pasti akan tidur lebih lama. Jadi aku kembali ke bawah dan menyapa beberapa orang."


Bulir bening air mata menetes dari sudut mata Ember. Mengingat kenyataan pahit yang terjadi akibat keteledorannya.


"Ketika aku kembali ke kamar. Mereka … mereka sudah dalam keadaan tanpa sehelai kain. Bahkan pria brengsek itu juga ada di sana."


Dia mencoba menenangkan sang putra yang tidak mengenakan apapun. Mencoba memberinya pengertian tentang keadaan yang terjadi, meski dia sendiri tidak tahu.


"Itulah yang terjadi malam itu. Dia akhirnya pergi bersama wanita itu, entah kemana. Ketika berita itu muncul, dia mengancam akan membunuh Joe jika aku berbicara."


Darion terlihat serius menatap Ember. Dari mata wanita tua itu, dia yakin jika semua perkataannya benar. Terlebih lagi, tes DNA menunjukkan kecocokan pada Hellian.


"Drax, ambil sampel darah Joe dan darahku. Lakukan tes DNa pada bajingan itu!" ucap Darion pada Drax.


"Kalian … tidak akan menyakitinya kan?" Ember sedikit panik mendengar perintah Darion.

__ADS_1


"Jangan cemas tentang itu. Aku akan membuat hidupmu tenang mulai sekarang."


"Apa maksudmu?"


Darion menoleh, lalu menunjuk televisi kuno yang ada di sudut ruangan. "Apa itu berfungsi? Nyalakan dan perhatikan berita terkini! Kau akan mendapatkan jawaban."


...●●●●●...


Seperti itulah. Sebuah skandal yang terjadi 27 tahun lalu akhirnya terselesaikan. Sekarang, mereka hanya menunggu hasil tes DNA yang akan selesai 24 jam lagi.


Selain itu, Darion rupanya telah mempersiapkan senjata untuk melawan pamannya, Jarvis. Pekerjaan yang dia lakukan selama satu bulan terakhir untuk mengamati keuangan perusahaan sang ayah, akhirnya berbuah manis.


Darion menatap keluar jendela. Dari helikopter yang sedang terbang, ia menatap nanar gedung-gedung yang menjulang tinggi.


"Apa kau sudah tenang sekarang, Baby? Harusnya kau sudah tenang dan bisa tersenyum lega sekarang."


...☆TBC☆...


Please kaliam bacanya jangan 'ember' yg buat nampung aer ya 😭😭


Itu bacanya Em-Ember, pake berrrrr 😭😭


Yo wes pokok e itu lo Gess 🥲🥲

__ADS_1


__ADS_2