Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Kerja Sama


__ADS_3

Sekitar satu jam, akhirnya Mila mengajak kedua anaknya untuk makan bersama sebelum kembali pulang ke rumah.


"Andrew, ayo Nak kita cari makan dulu, itu sekalian ajak adik dan teman baru mu," ucap Mila kepada si sulung Andrew, dan setelahnya Mila tidak lupa menawarkan kepada Arya untuk makan bersama.


"Pak Arya mau ikut juga kah, makan bersama?" tanya Mila.


"Iya, saya ikut saja, biar sekalian kita makan bersama," balas Arya dengan senyuman lebar, karena akhirnya Arya mendapatkan angin segar untuk berdekatan dengan Mila.


Setelah mereka berjalan menuju setiap lorong mal, akhirnya mereka menetapkan pilihan untuk makan bersama di restauran ala lesehan yang menghadirkan berbagai macam varian menu makanan Indonesia kesukaan Andrew dan juga Syifa.


"Ma, aku mau ayam bakar sama nasi kuning ya," ucap Andrew dan kemudian Syifa serta Arnold mengikut pesanan yang sama dengan Andrew.


"Kalau untuk Pak Arya, mau pesan makanan apa ya Pak?" tanya Mila.


"aku bebek goreng saja Mila, tapi huruf B nya harus dihilangkan ya," jawab Arya yang seketika membuat Mila berpikir. Namun, setelahnya Mila tertawa terbahak-bahak yang diikuti dengan ketiga bocah nya, karena Mila baru sadar jika tidak ada huruf B nya maka, nama makanannya adalah kotoran goreng.


Hanya membayangkan saja, membuat Mila rasanya ingin muntah, apa lagi jika ada varian menu makanan seperti itu, sudah pasti Mila merasa geli sendiri.


"Ah Pak Arya becanda saja, jadinya Bapak mau yang mana ya," kata Mila untuk menghentikan sementara lelucon dari Arya.


"Oh, aku tetap pesan bebek goreng saja, Mila." jawab Arya yang kali ini dengan jawaban serius, seperti seriusnya saat dia ingin menjadi ayah tiri untuk Andrew dan juga Syifa.


Akhirnya makan malam itu, berjalan dengan penuh khidmat. Mungkin, jika orang lain melihat mereka, bisa dipastikan bahwa mereka melihatnya sebagai keluarga yang sangat harmonis, yang mana sudah dikaruniai dengan tiga orang anak.


Setelah selesai makan, Mila segera pamit terlebih dahulu, namun sebelumnya tidak lupa untuk Mila membayar makanannya.

__ADS_1


"Maaf Pak, sepertinya saya harus pamit untuk pulang, soalnya anak-anak besok mau pergi sekolah, paginya." Ucap Mila kepada Arya.


"Mbak, saya minta tagihannya ya," sambung Mila dan setelahnya mengeluarkan kartu miliknya.


Namun, saat Mila baru mengeluarkan kartunya, tiba-tiba saja Arya menghentikan tangan Mila dan segera Arya mengeluarkan kartu miliknya.


"Sudah, biar saya saja yang membayarnya," ucap Arya karena dirinya sangat malu, kalau sampai yang membayar makanannya adalah Mila.


"Permisi Mas, ini kartunya sudah bisa diambil," ucap pelayan restoran dan setelahnya Mila kembali pamit untuk pulang.


"Terima kasih banyak Pak, sudah membayar makanan kami," imbuh Mila.


"Iya terima kasih ya calon Ayah, nah kalau begini Syifa semakin setuju kalau Ayah memang cocok menjadi Ayah tiri untukku dan Kak Andrew," potong Syifa yang membuat Mila hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Setelah itu, barulah mereka pulang dengan saling beriringan satu sama lain, dimana mobil Mila berada di depan, sedangkan untuk mobil Arya yang berada di belakang.


Sambil berbicara dengan kalimat-kalimat mengigau, Ibra berulang kali mengatakan untuk membawa Andrew dan juga Syifa, bahkan tak lupa dirinya mengatakan kalimat sumpah serapah yang dia tujukan untuk Mila.


"Wanita sial, kembalikan Andrew dan juga Syifa ke sisi ku, agar aku bisa mendapatkan restu dari kedua orang tuaku untuk menikahi Siska," ujarnya dan tak beberapa lama, akhirnya Ibra tidak sadarkan diri juga.


Kembali dengan Mila, yang setelah habis berjalan-jalan di mal, sekarang dirinya tengah membersihkan diri dan sekaligus mengecek beberapa laporan kerjanya, untuk dia presentasi kan besok harinya.


Keesokan harinya, tepat pukul delapan pagi Mila mulai menghadiri rapat penting bersama para karyawan yang lain, untuk membahas laporan masing-masing, apakah mengalami kemajuan atau tidak.


Saat ini, Mila mulai menunggu giliran untuk mempresentasikan laporan miliknya, namun rasa gugup terus saja menyerangnya, walaupun terlihat sorot mata dari Arya hanya biasa saja dan tidak akan marah jika ada hasil dari karyawan nya yang belum memuaskan.

__ADS_1


"Baik, sekarang giliran dari ketua divisi pemasaran untuk mempresentasikan hasil kalian, selama satu bulan ini." Sahut Ricardo, asisten pribadi Arya.


Dengan menarik napas panjangnya, akhirnya Mila mulai maju untuk mempresentasikan setiap kemajuan dari divisi pemasaran. Bukan hanya itu, bahkan Mila dengan jujur menjelaskan beberapa kendala yang dia hadapi selama satu bulan ini memasarkan produknya.


Begitu lancarnya Mila mempresentasikan hasilnya, membuat para karyawan lain berdecak kagum, bahkan sampai kagumnya membuat mulut mereka terbuka lebar.


Begitu juga dengan Arya, yang baru mengetahui kalau Mila benar-benar sangat bagus dalam melaporkan hasil kerjanya.


Memang, Arya pernah mendengarkan rumor bahwa ada satu karyawati yang sangat berkompeten dalam bekerja dan sekarang baru tahu bahwa karyawati tersebut adalah Mila sendiri.


Selesai mempresentasikan laporannya, tampak riuh tepuk tangan dari karyawan lain, seraya mengapresiasi dari presentasi Mila.


"Untuk capaian hasil kerja kamu sudah cukup bagus, mungkin untuk kendala terkait yang sudah kamu jelaskan, akan ditinjau ulang oleh asisten saya Ricardo, sudah silakan kembali duduk di tempat mu," jelas Arya dan kemudian, beralih melihat karyawan selanjutnya.


Setelah mendengar komentar dari bos nya, hati Mila begitu lega. Sebab Mila pikir terkait kendala yang sudah diutarakan akan membuat bos nya marah, namun ini tidak sama sekali. Bahkan Mila mendapatkan apresiasi darinya.


Selepas selesai Mila mempresentasikan laporannya, kini Mila kembali ke dalam ruangan miliknya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sementara itu, setelah Arya selesai mendengarkan laporan-laporan dari para karyawannya, sekarang Arya langsung bersiap-siap untuk bertemu klien selanjutnya untuk membahas masalah kerja sama.


"Maaf ya Pak Arya, saya sedikit telat bahkan harus tertunda pertemuan kita, karena saya baru saja pulih dari kecelakaan," ucap klien Arya yang tak lain adalah Ibra.


"Tidak apa-apa Pak Ibra, yang paling penting Anda sehat saja itu sudah membuat saya senang, sehingga kerja sama kita masih tetap terus berlanjut," jawab Arya dengan sedikit menyelipkan kalimat candaan ke Ibra.


Sekarang interaksi antara Arya dan Ibra begitu saja mengalir dan saat terakhir sebelum kepulangan Ibra, tampak Arya sudah membubuhi tanda tangannya untuk proyek yang akan mereka kerjakan.

__ADS_1


"Akhirnya, dengan kerja sama ini maka aku bisa berdekatan dengan Mila dan pastinya aku akan terus berusaha menggagalkan pekerjaan yang dia miliki, sehingga saat ekonomi nya sulit, maka aku bisa langsung mengambil Andrew dan juga Syifa," batin Ibra dengan senyum liciknya.


__ADS_2