
Benar saja, Arya selalu mengapit tangan Mila sepanjang koridor perusahaan. Bahkan, beberapa karyawan lain yang melewati mereka turut menjadikan Arya dan Mila bahan perbincangan mereka.
"Mas, lebih baik kamu lepaskan saja tanganku, coba kamu lihat tuh, orang-orang pada ngelihatin kita," bisik Mila pelan yang seketika membuat Arya Menghentikan jalannya.
"Hei kalian semua, dengarkan aku baik-baik ya, wanita yang ada di samping ku ini selain pekerja di sini, dia adalah tunangan ku, jadi ke depannya aku harap kalian jangan membicarakan hal buruk terhadapnya, kalau sampai kalian menjelekkan tunangan ku, maka siap-siaplah kalian akan aku pecat," ujar Arya dengan menatap para karyawannya dengan tatapan horor.
Seketika beberapa dari mereka yang tadinya ada yang menceritakan Mila dari belakang langsung terdiam membisu, bahkan tampak beberapa dari mereka langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Setelah Arya selesai memperingati karyawannya, Arya kembali berjalan bersama Mila, sampai ke ruangan Mila dan setelahnya baru Arya kembali ke ruangannya.
Mila yang saat ini sudah berada di ruangannya, langsung di datangi oleh sahabat sekaligus rekan kerjanya, yaitu Cika.
"Wah, keren kamu Mil, lepas dari mantan suami brengsek mu, sekarang kamu sudah mendapatkan pengganti yang lebih, apa lagi bos kita sendiri, pokoknya aku mendukung hubungan kalian Mil, ya mumpung kan aku dekat sama calon istri bos, jadi bisa saja kedepannya aku mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi lagi," ujar Cika sembari tertawa menggoda Mila.
"Ih, kamu ya Cika, selalu saja mau main cari keuntungan, ya memang beruntung sih kamu dekat denganku, pokoknya kalau masalah promosi naik jabatan nantinya akan ku bantu, kalau sudah jadi istri Pak Arya, tapi bantuannya dalam mimpi mu saja ya, soalnya jangankan kamu, aku saja enggak pernah naik jabatan selama ini," balas Mila yang bergantian menggoda Cika.
"Ya, enggak enak kamu Mil, tapi ya terlepas dari apa pun, aku hanya ingin melihat sahabatku ini bahagia dan jangan sampai dibodohi lagi sama laki-laki lain, pokoknya kalau sampai itu terjadi walau itu Pak Arya sendiri, maka aku akan memukulnya dan menjadi garda terdepan untuk kamu Mil," ucap Cika dengan serius.
"Cika, kamu tadi hanya bermain-main saja kan mengatakan kalau memukul Pak Arya."
"Tentu saja aku serius, kalau dia hanya mau bermain-main dengan kamu, maka aku potong juga tuh sekalian adik kecilnya." Ucap Cika kembali yang membuat Mila menggelengkan kepalanya sembari menunjuk ke arah lain jarinya yaitu tepat menunjuk ke seseorang yang tengah mereka bicarakan.
__ADS_1
"Kamu nunjuk ke arah mana sih Mil, aku kok jadi penasaran," imbuh Cika dan menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Mila.
Seketika itu juga, tubuh Cika bergetar hebat, sebab orang yang dia bicarakan tadi sedang berada tepat di belakang Cika.
Terlihat bagaimana saat ini, Arya tengah menatap tajam ke arah Cika yang membuat Cika kabur begitu saja dari ruangan Mila.
Melihat Cika yang kabur begitu saja, seketika membuat Mila tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai-sampai membuatnya meneteskan air matanya.
"Hmm, sepertinya kamu tampak begitu gembira ya, setelah teman mu itu membicarakan aku," kata Arya.
"Eh, tentu saja iya Mas, tahu enggak sih reaksi Cika tadi seperti melihat hantu saja, saat kamu menatapnya dengan tatapan horor."
"Oh iya, nanti pulangnya kamu bareng aku ya dan untuk mobilmu nanti biar orang ku saja yang membawanya." Sambung Arya kembali.
"Iya Mas, aku ikut saja apa kata Mas," jawab Mila yang membuat Arya merasa senang, sebab setelah pulang kerja nanti, Arya akan memberikan kejutan kembali untuk Mila.
Sementara itu, di sisi lain selama beberapa hari ini tampak Ibra sering mengurung dirinya, bahkan terlihat kalau dirinya hanya keluar jika itu disuruh oleh Mama nya atau hanya sekedar mengambil makan saja dan setelahnya kembali menuju ke kamarnya.
"Ayah, lihat anak kita, beberapa hari ini dia tampak seperti mayat hidup, apa lagi dia hanya keluar sesekali saja dan sisanya menghabiskan waktunya di kamar, Mama takut Yah, kalau terjadi apa-apa dengan Ibra."
"Sudahlah Ma, dia juga sudah besar, biarkan saja dulu kan suruh siapa mau jadi laki-laki plin-plan, sudah mendapatkan istri yang cantik dan pintar menjadi ibu rumah tangga, malah memilih perempuan yang bentukkan nya seperti belalang sembah, jadinya ya resiko harus ditanggung sendiri, mau menyuruh untuk rujuk pun tidak mungkin dan bahkan itu tidak akan mungkin terjadi," jelas Pak Arman dengan panjang lebar, yang membuat istrinya harus memaklumi terkait bahwa setiap perbuatan pasti akan ada imbasnya.
__ADS_1
Reno yang masih bisa mendengarkan percakapan orang tuanya, langsung mengamuk tidak jelas, bahkan barang-barang yang ada di kamar pribadinya tampak hancur tak bersisa sedikit pun.
"Ah sial, aku sangat menyesal telah bercerai dengan Mila dan memilih wanita sialan itu, pokoknya aku harus bisa kembali bersama Mila dan anak-anakku, ya harus bagaimana pun caranya, Mila tetap harus menjadi milikku!" seru Ibra dengan nada keras dan sikap yang tampak kesetanan.
Sekarang, dirinya akan bertekad untuk kembali mengejar Mila agar Mila bisa kembali ke dalam pelukannya. Entah cara apa pun yang akan Ibra usahakan, asal Mila bisa kembali dengannya pasti akan Ibra lakukan.
Keesokan paginya, Ibra mulai mencoba kembali hidup normal seperti biasanya.
Hal pertama yang dia lakukan saat ini adalah, membersihkan bulu-bulu yang ada di sekitar wajahnya dan mencoba memotong beberapa helai rambutnya yang tampak begitu gondrong.
Semalam Ibra sudah bertekad dan berjanji kepada dirinya sendiri kalau dia akan mengejar Mila dan langkah pertama yang dia lakukan adalah mendekati kedua anaknya.
"Sepertinya aku sudah rapi, baiklah tinggal belikan mainan untuk anak-anakku dan harus mendekati mereka secara perlahan-lahan untuk mengambil hati mereka sebelum mengambil hati ibunya," batin Ibra dalam hati.
Setelah Ibra tampak rapi, kemudian Ibra berlalu duduk bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makan pagi bersama.
"Tumben sekali kamu sudah rapi pagi-pagi gini, jangan-jangan mau menemui wanita belalang sembah itu ya?" tanya Pak Arman yang membuat Ibra dengan cepat menggelengkan kepalanya. Ibra tahu kalau sang Ayah mengatakan wanita belalang sembah itu adalah Siska, mantan kekasihnya.
"Ck, siapa juga yang mau bertemu dengan dia, orang Ibra mau ketemu dengan anak-anak Ibra kok."
"Yakin anak-anak, nanti mau ketemu dengan ibunya, karena menyesal telah bercerai dari ibunya anak-anak, ingat ya Ibra, kamu itu sudah tidak bisa lagi bersama dengan Mila, karena kamu sudah memberikan talak kepada Mila dengan talak tiga," ucap Pak Arman yang mencoba menyadarkan Ibra.
__ADS_1