Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Malam Pertama


__ADS_3

Setelah serangkaian acara pernikahan selesai, Mila dan Arya lalu masuk ke dalam sebuah hotel, hadiah dari orang tua Arya.


"Huh, rasanya sangat lelah sekali hari ini, lebih baik aku mandi dulu saja lah," ucap Mila sembari melepaskan gaun pernikahannya.


"Aduh, kenapa susah sekali sih melepaskan resleting ini, mana tanganku enggak sampai lagi," sambung Mila dengan menggerutu sehingga membuat Arya langsung membantu Mila.


"Sini, biar Mas yang melepaskannya, kamu hadap ke depan saja," ujar Arya seraya membantu membuka resleting gaun Mila. Saat membuka resleting itu, Arya langsung meneguk air liurnya karena melihat tubuh mulus sang istri.


"Glek," suara Arya yang meneguk air liurnya dengan kasar, bahkan sampai-sampai fokus Arya sekarang adalah melihat ke arah tubuh Mila secara tak sadar.


Hampir lima menit Arya melihat pemandangan yang menyejukkan itu, terutama menyejukkan bagi si adik kecil miliknya, tiba-tiba langsung tersadar saat terdengar suara dari Mila. Sehingga pikiran Arya yang tadinya sudah melalang buana harus tersadar kembali saat mendengarkan suara emas sang istri.


"Mas, apa sudah selesai mas melepaskan resleting gaunnya?" tanya Mila.


"Sudah sayang, ini resletingnya Mas pegang." Jawab Arya sembari memegang resleting gaun Mila.


"Hah, Mas merusak resleting gaunnya," ucap Mila dengan tercengang.


"Eh, iya kah, maaf Mas tidak sengaja sayang," gumam Arya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya tidak apa-apa Mas, ya sudah Mila mau mandi dulu ya, habis itu baru giliran Mas."


"Iya sayang," jawab Arya dan setelahnya Mila langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Huh, akhirnya sebentar lagi aku akan melakukan penyatuan dengan Mila," bayang Arya dengan senang.


Hampir sepuluh menit Arya menunggu, akhirnya Mila selesai juga mandinya. Dimana saat ini, seluruh ruang kamar mereka tercium dengan aroma wanginya tubuh Mila, bahkan sampai wanginya membuat Arya serasa dibius sehingga membuat dia tidak sadar akan apapun.


"Mas, sekarang gantian Mas yang mandi," seru Mila sembari melambaikan tangannya tepat di wajah Arya yang terlihat seperti sedang melamun.

__ADS_1


"Eh iya sayang, ini Mas mau mandi," balas Arya dan langsung buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, bahkan tak sampai lima menit, Arya telah selesai mandinya.


Saat Arya hendak memakai pakaiannya kembali, secara tidak sengaja Arya melihat sang istri yaitu Mila tengah memakai pakaian halalnya. Sehingga lagi dan lagi kembali Arya meneguk air liurnya.


"Ehem, sayang kamu mau menggoda Mas ya?" tanya Arya sembari mendekat ke arah Mila.


"Kalau Mas merasa tergoda, Mas boleh kok memiliki Mila seutuhnya," jawab Mila dengan mengedipkan sebelah matanya.


Mendengar ucapan Mila, tentu saja Arya langsung menerjangnya, apa lagi saat ini Arya tengah diliputi oleh kabut gairahnya. Tanpa aba-aba, Arya langsung mengecup setiap inci lekuk tubuh Mila, sehingga suara-suara indahnya saling bersahut-sahutan dan setelahnya barulah Arya melakukan penyatuan dengan Mila dan kembali membuat Mila mengeluarkan suara indahnya yang menjadikan Arya kembali bersemangat untuk mempercepat gerakannya.


Setelah lima belas menit kemudian, akhirnya Arya dan Mila menyudahi penyatuan itu. Dimana, Arya memuntahkan laharnya di dalam rahim Mila.


"Sayang, terima kasih ya sudah mau mengizinkan Mas untuk melakukan malam pertama kita," ucap Arya sembari mengecup kening Mila.


"Iya Mas, itu sudah menjadi kewajiban Mila sebagai istri, kan sekarang seluruh tubuh Mila sudah menjadi milik Mas," jawab Mila yang membuat Arya tersenyum puas dan kembali lagi melakukan kegiatan penyatuan tersebut.


"Mas Arya, bangun Mas sana mandi, udah banyak tuh air liurnya di kasur," ucap Mila sambil menepuk pelan pipi Arya sehingga membuat Arya langsung bangun dari tidurnya.


Cup, suara kecupan Arya tepat di bibir Mila. "Morning kiss sayang," jawab Arya dan langsung dihadiahi lemparan bantal oleh Mila.


"Ih Mas Arya jorok banget sih, mana masih ada tuh air liurnya di kasur," gerutu Mila kesal. Sebab menurut Mila, Arya adalah orang yang sangat jorok.


"Hehehe maaf sayang, ini Mas mau bergegas mandi kok, tapi kamu ikut Mas mandi juga ya," seru Arya dan langsung membawa Mila masuk ke dalam kamar mandi dan terjadilah penyatuan yang kesekian kalinya.


Beberapa menit setelahnya, Mila keluar dari kamar mandi tersebut dengan jalan yang sedikit melebarkan kakinya.


"Sayang, kenapa jalanmu jadi seperti itu?" tanya Arya dengan wajah tidak berdosa nya.


"Mas tanya aku kenapa, Mas bertanya-tanya sini aku kasih tau ya, ini semua karena Mas yang mengajar Mila setiap saat," jawab Mila dengan kesal.

__ADS_1


"Oh iya ya, maafkan Mas ya."


"Hmm, sudah ke seratus kali Mas meminta maaf, tapi masih tetap saja diulang," gerutu Mila.


Selesai membersihkan diri, baik Mila dan Arya setelahnya baru sarapan pagi di pukul sebelas, ya sarapan pagi yang merangkap menjadi makan siang karena sedari tadi Mila bangun, sudah langsung dihajar oleh Arya yang tak pernah puas dengannya.


"Oh iya Mas, nanti jadi pindah kah kita ke rumah Mas?" tanya Mila disela-sela makannya.


"Jadi sayang, nanti setelah check out dari hotel ini, kita langsung bergegas merapikan barang-barang kamu dan langsung kita angkut ke rumah Mas, eh tidak perlu sih paling baju-baju milikmu dan anak-anak saja yang perlu dibawa," jawab Arya. Setelah itu, kembali melanjutkan makannya.


Sementara itu, di sisi lain tampak Ibra kepikiran dengan Mila. Sebab dari kemarin malam setelah usainya pesta pernikahan Arya dan juga Mila, Ibra kepikiran tentang apakah tadi malam Mila sudah melakukan malam pertamanya dengan Arya atau belum.


Sebab, sejujurnya memang sampai saat ini, Ibra masih belum bisa mengikhlaskan Mila sepenuhnya dimiliki oleh Arya, sampai-sampai membuat Ibra tidak bisa tidur sedari tadi malam.


Terkadang, Ibra sampai berucap dalam hatinya, apakah semua yang menimpanya saat ini adalah karmanya atau karena memang cintanya yang terlambat untuk Mila. Bahkan, tak jarang Ibra menuntaskannya dengan minuman haram yang selalu dia beli untuk menenangkan pikirannya dari bayang-bayang Mila.


"Huh, semoga saja kedepannya aku bisa menghilangkan bayang-bayang Mila dari pikiranku dan fokus ku hanya untuk kedua anakku saja yaitu Andrew dan juga Syifa," ucap Ibra pelan seraya menghembuskan napasnya dengan kasar.


Saat Ibra masih dalam kemelut pikirannya, tiba-tiba saja terdengar suara telepon dari ponselnya dan segera untuk Ibra mengangkat teleponnya.


"Halo Mil, kenapa ya kamu menelepon Mas?" tanya Ibra yang ternyata dirinya ditelepon oleh Mila.


"Ini Mas, jangan lupa bawa anak-anak ke rumah ku ya, soalnya hari ini juga kami mau pindahan ke rumah Mas Arya," ujar Mila dari seberang telepon.


"Iya sudah, nanti setelah makan siang, akan Mas antar ke rumah kamu."


"Baik Mas, terima kasih kalau begitu Mila tutup ya teleponnya."


"Iya Mil," jawab Ibra dan setelahnya langsung mematikan ponsel miliknya.

__ADS_1


__ADS_2