Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Penyelidikan Mita


__ADS_3

Kembali lagi dengan Mita yang saat ini berjalan mengendap keluar dari rumahnya.


Setelah sang suami pergi berangkat ke kantor, Mita mencoba langsung bergegas pergi juga, namun berlainan arah dengan sang suami.


Ya, tujuan Mita kali ini adalah menuju ke Perusahaan Sinar, tempat bekerjanya wakil direktur yang dikatakan suaminya sebagai dalang dibalik kasus penabrakan dirinya.


Sebelum Ibra berangkat bekerja, Mita telah lebih dahulu bertanya mengenai latar belakang sang penabrak kepada Ibra. Segala bujuk rayu Mita lakukan, hingga akhirnya Ibra mengatakan kalau yang menabraknya adalah seorang laki-laki yang bernama Yuda. Nama laki-laki yang akan selalu diingat oleh Mita, sebab karena laki-laki itu, dirinya menjadi keguguran.


"Lihat saja, bagaimana aku akan menghukum kamu Yuda," batin Mita yang selalu mengenang nama Yuda di dalam memori otaknya, sebagai laki-laki yang akan selalu ia benci.


Setibanya Mita di perusahaan tempat Yuda bekerja, Mita langsung membuat penyamaran untuk dirinya dan segera masuk ke dalam perusahaannya.


"Permisi Bu, mau cari siapa ya?" tanya sang resepsionis.


"Saya mau mencari Pak Yuda, kira-kira Pak Yuda ada di ruangannya tidak yah, soalnya tadi beliau menyuruh saya langsung ke perusahaan ini, karena ada urusan yang sangat penting," kilah Mita.


"Oh berarti Ibu sudah ada jadwal ya dengan Pak Yuda."


"Benar Bu, jadi dimana ya ruangannya?" tanya Mita.


"Ruangan Pak Yuda ada di lantai tiga paling pojok, nah nanti Ibu masuk saja," jawab resepsionis tersebut.


"Kalau begitu terima kasih ya Bu, saya mau ke ruangan Pak Yuda dulu."

__ADS_1


"Iya sama-sama," balas resepsionis dengan senyuman manisnya.


"Duh, Pak Yuda suka gonta ganti pasangan ya, tadi padahal baru dua orang wanita yang masuk, ini malah nambah satu wanita lagi," batin sang resepsionis.


Saat Mita telah sampai di lantai tiga dan sudah berada di paling pojok masuk ruangan Yuda, secara tidak sengaja Mita mendengar suara laknat dari dalam ruangannya.


"Ck, ternyata dia seorang maniak," batin Mita dalam hati dan mencoba membuka pintu ruangan tersebut secara perlahan-lahan.


Saat Mita telah masuk dengan cara mengendap, dapat Mita lihat ternyata ada dua wanita yang sedang berhubungan intim dengan seorang pria. Namun, jika dilihat lebih seksama lagi, Mita terkejut bukan main, sebab salah satu wanita itu adalah mantan sahabatnya sendiri yaitu Lea.


"Lea, kenapa dia melakukan hal hina seperti ini," batin Mita sembari melihat kegiatan panas tersebut dari bawah kolong meja.


Hampir satu jam lamanya Mita melihat adegan panas itu, akhirnya selesai juga dengan ditandai tidak adanya lagi suara-suara laknat.


Sementara itu, Lea dan Siska yang habis berhubungan intim, langsung saja meminta kepada Yuda untuk kembali melakukan sesuatu terhadap Ibra dan juga istrinya.


Mendengar ucapan itu, membuat Mita yang berada di bawah kolong meja menjadi terkejut bukan main, sebab sahabat yang dulu selama ini bersama dengannya, tega berbuat hal keji yang menyebabkan anaknya harus kehilangan nyawa.


"Lea, ternyata kamu dalang dibalik semua ini, tapi kenapa sepertinya ada satu wanita lagi yang membenci aku dan juga Mas Ibra, jangan-jangan ini ada kaitannya lagi dengan Mas Ibra," ucap Mita dalam hati sembari menunduk di dalam kolom meja kerja Yuda.


Masih dengan percakapan ke tiga orang itu, dapat Mita dengar secara seksama dan tak lupa merekamnya kalau saat ini mereka bertiga sedang merencanakan sesuatu untuknya dan juga untuk Ibra.


"Mas Yuda, pokoknya nanti Mas suruh saja orang-orang suruhan Mas untuk menyelinap ke dalam rumah Ibra dan segera deh mereka bunuh sepasang suami istri itu," ujar Siska dan setelah itu, Siska dan Lea pamit pulang. Namun tak lupa masih mengecup bibir Yuda secara bergantian hingga membuat Mita yang melihatnya langsung merasakan mual, ya mual karena melihat perilaku mereka.

__ADS_1


Selepas kedua wanita tersebut pergi bersama dengan Yuda yang mengantarkan keduanya keluar, Mita langsung bergegas pergi juga dari ruangan tersebut. Hingga sekarang Mita langsung bergegas menuju ke kantor suaminya untuk memberitahukan rencana mereka.


"Akhirnya aku tahu siapa yang mau membunuhku, tunggu saja, kalian bertiga akan merasakan hukuman ku sebentar lagi," seringai Mita dan sekarang langsung segera menuju ke kantor Ibra dengan menggunakan taksi online.


Sesampai di kantor Ibra, Mita langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan Ibra.


"Mas, ada sesuatu hal yang ingin Mita beritahukan ke Mas," ucap Mita dengan napas yang masih terdengar ngos-ngosan.


"Iya nanti dulu kalau mau memberitahukan nya, sekarang kamu duduk dulu rileks kan badan kamu dan setelahnya baru cerita ke Mas," jelas Ibra dan segera Mita mengikuti perkataan Ibra, suaminya.


Hampir lima menit Mita merilekskan badannya, barulah Mita menceritakan tentang penyelidikannya saat menyelidiki Yuda.


Ibra yang mendengar seksama perkataan Mita, sesekali terkejut bukan main saat mendengar sang istri yang berani diam-diam menyelinap masuk ke dalam perusahaan itu dan yang lebih mengejutkannya lagi, sang istri merekam pembicaraan ketiga orang tersebut.


"Memang kurang ajar Yuda dan kedua wanita itu, pokoknya kita harus membuat perhitungan kepada mereka bertiga, tapi tunggu bukan kah mereka ingin menyelinap di rumah kita?" tanya Ibra dan langsung Mita menganggukkan kepalanya.


"Nah, kalau begitu bagus, tidak perlu kita memancing mereka, karena secara suka rela mereka telah datang sendiri ke rumah kita, kalau begitu kamu tenang saja sayang, serahkan semua ini kepada Mas saja ya," ucap Ibra namun Mita langsung menggelengkan kepalanya seraya tidak setuju dengan perkataan suaminya.


"Tidak bisa Mas, kali ini aku harus ikut, karena aku sudah bersumpah akan menghukum mereka dengan tanganku sendiri," balas Mita dengan sorot mata yang penuh dendam.


Melihat hal itu, Ibra langsung mencoba berbicara pelan-pelan kepada istrinya seraya memberikan pengertian kepadanya kalau istrinya tidak perlu mengotori tangannya sendiri dengan dendam yang dapat merusak kebaikan hatinya.


"Sayang, kamu tak perlu mengotori kedua tanganmu yang bersih ini, dengan mereka yang keji, lebih baik aku saja sayang, soalnya Mas tidak mau gara-gara sifat pendendam mu itu, malah membuat kebaikan mu selama ini tidak berbuah apa-apa," jelas Ibra pelan seraya memberikan pengertian kepada Mita kalau sifat dendam sangat lah tidak baik, sebab dapat merusak dan membakar kebaikan sendiri.

__ADS_1


Mita yang mendengarkan perkataan suaminya, mau tidak mau hanya menganggukkan kepalanya saja. Toh juga mereka bertiga akan tetap mendapatkan hukuman dari suaminya sendiri.


"Baiklah Mas, tapi Mita minta buat hukuman kepada mereka dengan sekejam nya ya Mas, kalau perlu buat mereka bertiga cacat, agar tahu bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang kita miliki, ya walaupun mereka kehilangan sedikit anggota badannya," pinta Mita dan segera Ibra menyetujui permintaan Mita.


__ADS_2