Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Kejutan


__ADS_3

Siang harinya, Mila menepati janjinya dengan Arya yaitu untuk makan siang bersama.


"Mila, kita mau makan dimana?" tanya Arya.


"Hah, kan Bapak yang mengajak saya, seharusnya Bapak sudah tahu dong, mau makan dimana," jawab Mila sembari mengerutkan keningnya, sebab pertanyaan Arya menurutnya sangat lah lucu.


"Oh iya juga, kalau begitu kita makan di sekitar sini saja, ada satu tempat makan yang enak."


"Baiklah Pak, Mila ikut saja yang penting Bapak yang membayar makannya," goda Mila yang mendapatkan gelengan kepala dari Arya.


Setelah Arya memutuskan untuk makan di dekat perusahaan, selanjutnya mereka menaiki satu mobil yaitu mobil milik Arya.


Sesampai di tempat tujuan, Arya langsung memesan beberapa menu yang khas di rumah makan tersebut dan sekarang sudah tersaji lah menu makanan yang lezat, mulai dari ikan bakar, ayam kremes dan beberapa sayuran tumis yang tampak menggugah selera.


"Pak Arya, apa Bapak yakin memesan makanan sebanyak ini, bukan kah ini kebanyakan, bahkan kalau diperkirakan ini cukup untuk lima porsi orang dewasa," ujar Mila.


"Iya namanya spesial Mila, nanti kalau tidak habis kan masih bisa dibungkus," balas Arya dengan enteng.


"Ya sudah, lebih baik dimakan saja dulu," sambungnya dan kemudian Mila dan Arya menyantap makanan tersebut dengan penuh khidmat.


Selepas makan siang, Arya tidak langsung mengajak Mila untuk kembali ke perusahaan. Namun, dirinya masih tetap duduk di tempatnya persis seperti seseorang yang tengah menunggu orang lain.


"Pak, kenapa kita tidak langsung kembali ke perusahaan, apa Bapak sedang menunggu seseorang?" tanya Mila.


"Iya saya sedang menunggu seseorang, tidak apa-apa kan kalau kita menunggunya sebentar?"


"Tidak apa-apa Pak," jawab Mila.


Selama lima belas menit menunggu, namun tak ada satu pun seseorang yang datang kepada Arya, sehingga membuat Mila bolak-balik melihat jam nya, sebab sebentar lagi sudah tiba waktunya kembali bekerja.

__ADS_1


"Pak, apa masih lama lagi kita menunggunya?" tanya Mila kembali.


"Sebentar, tidak lama lagi pasti datang kok mereka," jawab Arya dengan mata menolah ke seluruh area rumah makan tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian, tiba-tiba saja ada beberapa pelayan yang datang dengan masing-masing membawa setangkai bunga mawar yang mengelilingi meja Mila dan Arya.


Melihat hal itu, wajah Mila tampak kebingungan. Namun, detik berikutnya sesuatu hal yang mengejutkan pun terjadi, dimana saat ini telah hadir kedua buah hatinya yang mendekat ke arah mereka.


"Mama," ucap serempak Andrew dan Syifa.


Mila yang kebingungan karena kedua anaknya berada di tempat ini pun, langsung menoleh ke arah Arya. Namun, sang empunya sudah tidak ada di tempatnya.


Sejurus kemudian, Mila mencoba berdiri. Namun, dirinya dihalangi oleh kedua anaknya hingga tiba-tiba saja dari arah belakang, seseorang menutup kedua matanya.


"Mila, sekarang kamu tutup sejenak matamu."


"Hah, kenapa saya harus menutup mata Pak," tanya Mila. Walaupun matanya ditutupi, tapi Mila masih bisa mengenal suaranya yang ternyata adalah Arya.


Setelah Mila menutup kedua matanya, Arya melepaskan tangannya yang tadi menutupi kedua mata Mila.


"Sekarang buka mata mu Mila," perintah Arya kembali.


Saat Mila membuka kedua matanya, Mila dikejutkan dengan kedatangan keluarganya, namun bukan itu yang membuat Mila merasa terkejut, tapi yang membuat Mila terkejut adalah sebuah banner yang bertuliskan Will you marry me, yang membuat Mila memelototkan kedua matanya.


Setelah melihat tulisan itu, lagi dan lagi Mila dikejutkan dengan Arya yang sekarang membawa sebuah kotak berisikan sebuah cincin berlian dan kemudian Arya berjongkok tepat dihadapan Mila.


"Aku tahu, mungkin ini terlalu cepat untuk kamu Mil, namun rasanya aku harus mengungkapkan ini secepatnya kalau sebenarnya aku mencintai kamu Mil, oh iya Mila apakah kamu bersedia menjadi istriku dan bersedia menjadi Ayah untuk kedua anakmu?" tanya Arya yang membuat Mila bergeming di tempat.


Mila yang siang ini mendapatkan beribu-ribu kejutan, membuatnya menjadi syok seketika. Apa lagi mendengar pengakuan cinta dari atasannya sendiri.

__ADS_1


Dengan sedikit ragu, Mila melihat ke arah kedua orang tuanya dan anak-anaknya.


Terlihat, antara kedua orang tuanya dan anak-anaknya tampak memberikan anggukan sebagai dukungan untuk Arya agar Mila dapat menerimanya.


Dengan menarik napas panjangnya, Mila mencoba menjawab sesuai dengan isi hatinya.


"Maaf Pak Arya, aku tidak bisa memutuskan ini semua secara mendadak, apa lagi ini adalah urusan yang menyangkut kehidupan berumah tangga, pasti Bapak tahu sendiri bagaimana aku gagal dalam berumah tangga, sehingga ada sedikit trauma yang ditimbulkannya untuk diriku ini," jelas Mila yang membuat semua orang yang tadinya semangat, tiba-tiba langsung murung seketika.


"Aku tahu Mila, aku tahu kamu trauma akan hubungan mu dahulu, namun hidup terus berjalan dan kamu harus bisa terlepas dari belenggu masa lalu mu, jadi apakah ada kesempatan untukku mencintai kamu, kita bisa menjalani hubungan ini dengan bertunangan lebih dulu, sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan," ucap Arya yang tampak begitu serius dengan perkataannya.


Melihat keseriusan dari Arya, membuat Mila menganggukkan kepalanya dan suasana yang tadinya hening karena semua orang tampak begitu murung, akhirnya kembali riuh saat Mila menganggukkan kepalanya tanda setuju menerima tunangan dari Arya.


Tanpa sadar, Arya yang begitu senang karena dirinya diterima oleh Mila, tiba-tiba langsung memeluk Mila dengan erat, bahkan setelahnya tampak Arya begitu berjingkrak-jingkrak persis seperti anak kecil yang baru saja memenangkan hadiah. Sehingga menimbulkan tawa dari orang-orang yang melihat tingkahnya.


"Ayah tiri, jangan bertingkah seperti anak kecil, masak kalah sih sama Syifa," ucap Syifa dan seketika Arya tersadar dari tingkahnya sendiri yang tampak begitu memalukan.


"Eh maaf, Ayah kelepasan tadi sayang," imbuh Arya dan sekarang tampak salah tingkah karena orang-orang menatapnya sambil tertawa terbahak-bahak.


Setelah kejutan itu, Arya dan Mila kembali ke perusahaan.


"Sayang, tunggu Mas dulu dong, biar kita sama-sama masuk ke dalamnya," seru Arya yang buru-buru keluar dari dalam mobilnya.


"Hah, tadi Pak Arya panggil saya sayang."


"Iya, memangnya kenapa, kan sekarang status kita sudah bertunangan, jadi aku panggil kamu sayang dan kamu panggil aku honey atau mas, terserah sih senyaman kamu saja," jelas Arya.


Setelah Arya mengatakan panggilan sayangnya ke Mila, kembali Arya menautkan jemari tangannya ke jemari tangan Mila yang membuat Mila tersipu malu.


"Mas, jangan seperti ini, nanti takutnya akan membuat heboh karyawan lain," imbuh Mila.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, biar mereka tahu kalau sekarang kamu adalah calon Nyonya Arya, jadi biar tidak ada karyawan laki-laki yang berani mendekati kamu," jawab Arya dengan nada posesif.


__ADS_2