
Hari-hari berikutnya, Mita dan Ibra lalui tanpa adanya gangguan dari luar, hingga membuat kebahagiaan mereka tidak terusik kembali.
"Mas, kenapa ya semua tubuhku terasa lelah, apa lagi untuk berjalan saja rasanya sangat malas sekali," keluh Mita dan segera Ibra menghampiri istrinya.
"Jangan-jangan kamu sakit lagi sayang, kalau begitu biar Mas bawa kamu ke rumah sakit saja ya," ucap Ibra khawatir sebab istrinya juga terlihat sedikit pucat.
"Tidak perlu Mas, aku sepertinya hanya perlu rebahan sebentar saja, mungkin setelah itu tubuhku kembali fit lagi," balas Mita dan setelah itu, Ibra langsung membentangkan selimutnya untuk dikenakan oleh istrinya.
Sebelum Ibra keluar dari kamar sang istri, Ibra tak lupa mengecup singkat dahinya dan setelah itu barulah keluar dari kamarnya.
"Lebih baik aku ke kantor sebentar saja lah, mengambil beberapa berkas yang belum ku kerjakan untukku bawa pulang, karena aku takut tidak ada yang menjaga istriku yang sepertinya sedang sakit," batin Ibra dalam hati dan segera melajukan mobilnya menuju ke kantor.
Selesai Ibra dari kantor dengan membawa setumpuk dokumennya, sekarang Ibra langsung kembali bergegas masuk ke dalam rumahnya dan segera menumpukkan dokumen tersebut di ruang kerjanya yang masih bersebelahan dengan kamar utama miliknya.
Dilihatnya lagi Mita yang masih tengah tertidur. Namun, saat Ibra melihatnya kembali, Ibra tersadar kalau ada sesuatu yang ganjil dari sang istri.
Terlihat sekali kalau saat ini Mita tengah tertidur, namun masih memegang gelas di tangannya.
Dengan segera Ibra menghampiri istrinya dan mencoba untuk membangunkannya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan, ayo lah jangan membuat mas khawatir sayang, ayo bangunlah," ucap Ibra sembari menepuk pelan pipi sang istri.
Namun, tetap saja tidak ada reaksi dari istrinya yaitu Mita.
Segera mengetahui kalau Mita sedang bukan tidur, namun lebih mengarah ke pingsan, membuat Ibra bergegas membawanya menuju ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Hingga tibalah di rumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan Mita.
"Pak Ibra, silakan Anda masuk Pak," ucap sang Dokter dan dengan segera Ibra masuk ke dalam ruang perawatan Mita.
"Iya Dok, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Ibra.
"Kondisi istri Bapak baik-baik saja kok, hanya saja Anda perlu menjaga bayi yang ada di dalam kandungannya ya Pak, pastikan si Ibu mendapatkan gizi yang cukup," jelas sang Dokter yang membuat Ibra terkejut dan langsung memelototkan kedua bola matanya.
"Ha, berarti istri saya sedang ha-hamil Dok," ujar Ibra dengan sedikit terbata-bata saat mengucapkan kata hamil dan segera dokter menganggukkan kepalanya sebagai tanda iya.
Saat ini, Ibra masih syok mendengarkan kalau saat ini istrinya sedang hamil, apa lagi baru beberapa bulan sejak istrinya keguguran membuatnya tidak memaksakan untuk Mita kembali hamil. Namun, ternyata mukjizat berkata lain karena saat ini juga menunjukkan bahwa sang pencipta masih memberikan kenikmatan kepadanya berupa kehamilan istrinya kembali.
Ibra masih terus menjaga Mita yang saat ini belum sadarkan diri, hingga tiba-tiba saja, Mita mulai membuka kedua matanya. Lagi dan lagi, Mita melihat sekeliling ruangannya yang tak lain dan tak bukan adalah rumah sakit, ya Mita hapal karena beberapa Minggu yang lalu dirinya masih berada di rumah sakit dan sekarang kembali lagi berada di rumah sakit.
"Mas, tolong ambilkan aku air," ucap Mita pelan dan segera Ibra mengambilkan airnya untuk Mita.
Glek, suara Mita yang meminum airnya hingga habis tak tersisa.
Selesai minum airnya, Mita langsung bertanya kepada sang suami mengenai dirinya yang masuk ke dalam rumah sakit.
"Mas, kenapa aku bisa masuk ke dalam rumah sakit, bukankah tadi aku sedang tidur Mas, kan kamu sendiri yang menyelimuti aku," cecar Mita dan Ibra mencoba menjawab ucapan istrinya satu per satu.
"Kamu tadi pingsan sayang, bukan cuma tidur dan kenapa kamu di sini ya karena pingsan tadi, namun saat kamu pingsan saat itulah Mas bahagia sebab ternyata kamu pingsan disebabkan bayi kecil kita yang sekarang berada di dalam perutmu," tunjuk Ibra tepat mengenai perut Mita.
"Mas, jangan bercanda tidak mungkin secepat itu aku hamil, apa lagi aku kan dulu pernah keguguran dan juga terakhir saat kita mau pulang juga dokter mengatakan kalau kemungkinan aku hamil dalam waktu dekat sangatlah kecil," ucap Mita yang tidak percaya dengan perkataan Ibra, suaminya.
__ADS_1
"Tapi memang benar sayang, kamu tadi pingsan karena sedang hamil anakku, dokter juga tadi yang mengatakannya," balas Ibra dengan perkataan yang meyakinkan.
"Benar kah Mas, kamu tidak sedang bohong kan?" tanya Mita kembali memastikan ucapan suaminya.
"Tidak sayang, Mas tidak bohong," jawab Ibra yang masih sabar dengan pertanyaan istrinya.
"Syukurlah Mas, Mita pikir kemungkinan besar Mita tidak akan punya anak," seru Mita sambil menangis di pelukan Ibra.
Suasana di ruangan Mita mendadak menjadi haru biru, apa lagi mukjizat yang tidak pernah Mita pikirkan kembali, ya mukjizat saat dirinya kembali dinyatakan sedang hamil.
"Sayang, pokoknya Mas akan menjaga kamu dengan lebih baik lagi dan Mas pasti belajar dari kesalahan Mas yang dahulu tidak becus menjaga kamu."
"Iya Mas, Mita juga akan menjaga kandungan Mita dengan sangat baik, pokoknya mau kemanapun Mita pergi, pasti Mita akan minta pengawalan dari Mas," balas Mita di sela-sela tangisan bahagianya.
Pahit ataupun manis di pernikahan yang keduanya telah Ibra lalui bersama Mita, istrinya. Sekarang Ibra akan selalu menjaga hubungan rumah tangganya dan tidak akan ada celah lagi bagi orang ketiga. Sebab dirinya sudah belajar dari masa lalu. Ya masa lalu yang membawanya ke dalam arus penyesalan, sebelum menikah dengan Mita.
Sementara itu, di sisi lain hal serupa juga dialami oleh Mila. Dimana saat ini dirinya juga telah dinyatakan untuk hamil yang keempat kalinya.
Apa lagi kehamilannya saat ini langsung mendapatkan dua malaikat kecil yang berada di dalam perutnya, sehingga membuat Arya, harus ekstra menjaganya.
"Sayang, hari ini dan selama kamu mengandung dua baby twins, kamu jangan banyak kegiatan ya sayang, apa lagi ikut olahraga angkat beban, please jangan dulu ya, lebih baik angkat beban masalah Mas saja, soalnya kalau kamu ngangkat beban seperti barbel, maka membuat Mas seperti menambah beban masalah, karena takut terjadi apa-apa dengan kamu dan juga baby twins kita," ujar Arya yang membuat Mila menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas, Mila nurut saja apa kata Mas," jawab Mila dengan senyuman manisnya yang membuat Arya langsung mengecup singkat bibir Mila.
Di pernikahan keduanya ini, Mila benar-benar dibuat menjadi ratu oleh suaminya. Rasa syukur telah tertanam di hati nya karena Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuknya, setelah terlepas dari masa lalunya.
__ADS_1
Talak tiga, kalimat yang selalu diingat oleh Mila, walau kalimat itu terasa suram di dengarnya, namun juga terasa manis setelahnya karena setelah dirinya ditalak tiga, akhirnya Mila mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Tamat.