Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Fitting Gaun


__ADS_3

Keesokan paginya, Mila, Arya dan kedua anaknya pamit untuk kembali pulang ke rumah.


"Mas, Ayah dan Ibu, Mila pamit pulang ya bareng anak-anak, nanti kalau ada waktu senggang pasti kami akan datang ke sini lagi," ucap Mila.


"Iya Nak, apa lagi Ibu senang jika kedua cucu Ibu sering bermain ke rumah ini, iya kan Yah?" tanya Bu Hana ke Pak Arman.


"Benar Bu, apa lagi Ayah ingin mancing bersama lagi dengan Andrew dan juga Syifa, kalian senang kan kalau kapan-kapan kita mancing lagi bersama Kakek?"


"Tentu senang Kek, malah Andrew belum puas mancingnya," celoteh Andrew dan juga Syifa.


"Kalau sama Ayah, masih mau enggak nanti main lagi?" tanya Ibra giliran.


"Masih mau dong Ayah, apa lagi kemarin Andrew sama Syifa puas banget main di water boom nya," jawab Andrew.


"Nah, kapan-kapan Ayah ajak lagi, tapi sekarang kalian pulang dulu ya, belajar yang bagus biar jadi orang hebat," imbuh Ibra memberikan nasihat kepada Andrew dan juga Syifa. Setelahnya baru mereka bergegas pulang ke rumah.


Selama perjalanan pulang, Arya tidak henti-hentinya membahas masalah pernikahannya dengan Mila, sebab Arya sudah sangat senang sekali, apa lagi sebentar lagi Mila akan menjadi miliknya.


"Mila, rencananya kapan kita akan membeli baju pengantin, karena waktu pernikahan kita tinggal seminggu lagi," ucap Arya.


"Kalau itu, Mila ikut Mas saja, kapan Mas punya waktu luang, nanti biar kita bisa pergi bersama-sama untuk membelinya," jawab Mila santai. Namun di dalam hatinya, Mila masih merasa deg degan, ya walaupun ini merupakan pernikahan Mila yang kedua. Namun, rasanya masih saja tidak bisa mengontrol rasa degup jantungnya.


"Iya sudah, kalau begitu sore ini juga setelah kita pulang kerja ya, pokoknya kita cari butik terbaik untuk pakaian pernikahan kita," ucap Arya kembali dengan raut wajah senangnya.


Benar saja, sore hari ini baik Arya dan Mila sudah berada di sebuah butik mewah yang ada di kota itu, dimana butik itu ternyata milik temannya Mama Arya.

__ADS_1


"Tante, aku mau pesan sebuah gaun pernikahan untuk calon istriku Mila dan aku pesan pakaian yang senada saja Tan," kata Arya.


"Baiklah, Tante pasti akan membuat gaun yang begitu indah, tapi kalau tidak salah calon istrimu ini bukan kah seorang janda Arya?" tanya Tante Rina yang membuat Mila menjadi sedikit risih akan perkataannya.


"Benar Tan, walaupun begitu Arya tetap cinta sama Mila, oh iya Tan kenalkan ini calon Arya namanya Mila Rahmawati," balas Arya dan menyodorkan tangan Mila untuk salim kepada Tante Rina.


"Halo Tante, perkenalkan saya Mila, calon istri dari Arya," ucap Mila yang kemudian mencoba salim tangan, namun tangannya langsung ditepis begitu saja oleh Tante Rina tanpa sepengatahuan Arya.


"Iya, saya Tante Rina temannya Mama Arya," jawab Tante Rina dengan senyuman palsunya, kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke Arya.


"Oh iya Nak Arya, sebentar Tante ukur dulu ya ukuran badan kamu, biar Tante buatkan yang bagus pakaiannya."


"Iya Tan, tapi bukankah lebih baik Mila dulu, karena membuat gaun kan susah Tan?" tanya Arya.


Sementara Mila, hanya bisa melihatnya saja dari kejauhan, sebab Tante Rina menyuruh Mila untuk duduk di dekat kursi yang paling pojok.


"Huh, entah kenapa aku merasa Tante Rina ini tidak suka akan kehadiran ku," batin Mila dalam hati sembari menghembuskan napas panjangnya.


Hampir satu jam lamanya, Arya di ukur seluruh bagian tubuhnya oleh Tante Rina, sekarang giliran Mila yang akan diukur untuk menyesuaikan dengan ukuran gaunnya.


Selama proses pengukuran itu, tampak sekali raut wajah tidak senang dari Tante Rina, yang membuat Mila menjadi bertambah risih, sebab tidak tahu salahnya apa, namun malah mendapatkan pelayanan yang tidak mengenakkan hati.


Baru Lima menit Tante Rina mengukur tubuh Mila, langsung selesai begitu saja. Padahal bagian pinggang Mila belum diukur oleh Tante Rina sehingga membuat Mila langsung menegurnya.


"Maaf Tante, kenapa sudah selesai ya mengukurnya, kan bagian pinggang saya belum, apa lagi bagian pinggang itu penting untuk mengetahui muat atau tidaknya gaun yang akan dikenakan," jelas Mila sopan. Namun, malah mendapatkan respon sinis dari Tante Rina.

__ADS_1


"Ck, tahu apa kamu tentang gaun, saya di sini lebih tahu ya dari kamu, jadi kalau saya bilang sudah ya sudah," omel Tante Rina dengan suara kerasnya yang membuat Mila hanya bisa diam saja, sebab jika dilanjutkan yang ada malah membuat kegaduhan.


"Sayang, kenapa ribut-ribut, apa ada masalah?' tanya Arya kepada Mila. Saat selesai mengukur dirinya, Arya langsung permisi ke toilet sehingga tidak tahu seluk beluk masalah Mila dengan Tante Rina.


"Tidak ada kok Nak Arya, hanya saja calon istrimu yang terlalu lebay, katanya Tante terlalu cepat mengukurnya, kan padahal Tante sudah profesional ya, apa lagi hanya masalah merancang gaun, ya Tante taulah," jawab Tante Rina membela diri, sehingga membuat Mila menajamkan matanya saat mendengarkan perkataan Tante Rina.


"Sayang, bukan itu masalahnya tapi.." terpotong ucapannya.


"Sudahlah sayang, tidak perlu diperpanjang, lebih baik kita cari makan yuk, kan sudah selesai kita mengukurnya," potong Arya yang tidak mau meributkan hal apapun lagi, sebab Tante Rina merupakan teman baik mamanya dan Arya yakin apa yang dikatakan Tante Rina adalah yang terbaik untuk Mila.


"Ya sudah, kalau begitu kami pamit dulu ya Tan," sambung Arya.


"Iya Nak Arya, hati-hati ya di jalan" ujar Tante Rina. Setelah Arya dan Mila pergi, barulah Tante Rina mencoba merencanakan sesuatu hal yang licik. Apa lagi niat hatinya ingin menjodohkan putrinya dengan Arya harus sirna karena kedatangan wanita yang bernama Mila.


"Lihat saja, pokoknya aku akan merusak acara kalian dan mencoba menyingkirkan wanita itu, sehingga anakku yang akan berjodoh dengan Arya," batin Tante Rina dengan seringainya yang sinis.


Sementara itu, sepanjang perjalanan tampak Mila terlihat murung, apa lagi saat Mila melihat sendiri jika Arya yang terlihat membela Tante Rina.


"Sayang, kamu kok murung begitu, memangnya ada apa?" tanya Arya. Namun, Mila hanya diam saja saat ditanya oleh Arya.


Melihat tidak ada respon dari Mila, membuat Arya memberhentikan mobilnya dan mencoba bertanya kembali dengan Mila.


"Sayang, kalau ada orang lagi ngomong jawab dong, kamu kenapa murung begitu?" tanya Arya kembali dan barulah Mila bersuara.


"Kamu apa tidak lihat tadi, bagaimana Tante Rina memperlakukan aku Mas, saat kamu tadi di toilet, Tante Rina sinis banget Mas melihat aku, entah apa salahku padanya Mas sehingga dia seperti itu dan aku protes tadi karena Tante Rina tidak mengukur pinggangku, apa Mas tidak tahu, itu adalah bagian yang paling penting, agar pas ukuran gaun yang nantinya akan aku pakai," jawab Mila panjang lebar sehingga membuat Arya paham akan permasalahannya.

__ADS_1


__ADS_2