
Sesampai Mila di kantor polisi, Mila lalu menunggu Arya di ruang tunggu penahanan.
"Sayang, kenapa kamu malam-malam menjenguk Mas?" tanya Arya dengan heran.
"Tidak apa-apa Mas, lagi ingin saja apa lagi ini bawaan isi perut, oh iya Mas, tadi Mila menemukan makanan kesukaan Mas di jalan, ini untuk Mas," jawab Mila dengan memberikan makanan untuk Arya.
"Terima kasih sayang, tapi kenapa kamu ke sini malam-malam, bahaya loh, apa lagi kamu sendirian."
"Ya, mau gimana lagi Mas, ini gara-gara Arya junior kangen sama Ayahnya, jadinya mau enggak mau ya aku menghampiri kamu di sini," ketus Mila karena dirinya berpikir kalau Arya tidak mengharapkan kedatangannya.
"Sayang, maksud kamu apa Arya junior, masak panggil Mas, Arya junior sih."
"Ih enggak peka banget sih jadi laki-laki, ini diperut ku ada anak kamu tuh yang tumbuh." Jelas Mila singkat, namun dapat membuat Arya langsung memelototkan matanya seraya mendapatkan berita bahagia yang baru dia dengar dari mulut sang istri.
"Jadi, kamu hamil sayang." Ucap Arya dengan terkejut.
"Terima kasih sayang, akhirnya ada Arya junor, jadinya anakku sekarang ada tiga serangkai," sambung Arya kembali seraya memeluk mesra sang istri, bahkan sesekali Arya mengecup lembut perut Mila sembari mengusapnya dengan pelan.
"Oh iya Mas, ada satu lagi yang hampir lupa Mila katakan, kalau sebenarnya Mila sudah mendapatkan bukti yang akurat yang dapat meringankan hukuman Mas dan mungkin, bisa jadi Mas akan terbebaskan dari penjara ini."
__ADS_1
"Hah, maksud kamu, Mas akan mendapatkan keringanan hukuman sayang?"
"Iya Mas, ternyata sewaktu Mas ada di rumah Tante Mila, sepertinya Mas dijebak dengan menggunakan obat perangsang oleh Anya yang membuat secara tak sadar ya Mas hampir melakukan itu," jawab Mila dengan sedikit marah, karena dirinya menjawab sembari membayangkan keadaan suaminya dan Anya di rumah Tante Rina.
"Eh, sudah kamu jangan jelaskan lagi sayang, Mas minta maaf ya karena Mas hampir mengkhianati kamu, pokoknya Mas janji kedepannya Mas akan menjauhi wanita mana pun, kecuali kamu, Ibu ku dan juga Syifa, anakku," balas Arya dengan keyakinan penuh kalau dirinya berjanji akan menjauhi yang namanya wanita, kecuali wanita yang ada di keluarganya sendiri.
......................
Setelah kemarin malam Mila menyampaikan kabar gembira kepada suaminya, maka saat ini adalah waktu dimana mulai jalannya persidangan.
Di ruang persidangan, saat ini terlihat Tante Rina, pihak penggugat juga sudah turut hadir dengan membawa pengacara yang berasal dari sanak saudaranya sendiri. Sedangkan untuk Mila beserta keluarga besarnya juga ikut membawa pengacara, bahkan tak tanggung-tanggung pengacara yang dibawa sebanyak lima pengacara, dimana sudah ahli di bidangnya masing-masing, termasuk salah satu pengacara yang pernah dijumpai oleh Mila.
"Baik, karena pihak penggugat dan tergugat sudah berhadir di ruang sidang ini, maka sidang akan kita mulai." Ucap sang hakim dengan suara menggelegar nya.
"Baik Pak, saya adalah penggugat atas nama si brengsek Arya ini, karena dia telah menghilangkan nyawa putriku satu-satunya, pokoknya dia yang telah membunuh putri saya Pak dengan cara dilemparkan begitu saja sampai seluruh tubuhnya terluka!" ucap Tante Rina keras dengan menambahkan bumbu-bumbu kebohongan.
"Baik, kalau memang seperti yang ada katakan itu benar, boleh perlihatkan ke saya bukti-bukti yang Anda miliki."
"Ini Pak, buktinya adalah dia yang membunuh putri saya, ini ada pesan yang dia kirim ke saya secara langsung Pak Hakim," ujar Tante Rina dan memberikan bukti berupa foto isi pesan dari Arya.
__ADS_1
Setelah hakim melihat bukti dari pihak penggugat, maka sekarang giliran pihak tergugat yang mengatakan bantahan dan memberikan beberapa bukti yang mungkin dapat meringankan beban hukuman Arya.
"Baik, sekarang giliran pihak tergugat, dari saudara Arya untuk memberikan bantahan atau beberapa bukti yang meringankan hukuman saudara," ujar sang hakim mempersilakan pihak tergugat.
Setelah itu, para pengacara memberikan beberapa perkataan kepada saudara penggugat serta beberapa bukti yang mereka miliki untuk dijawab pihak penggugat yaitu Tante Rina.
"Terima kasih hakim atas waktunya, di sini saya akan bertanya langsung kepada saudari penggugat yaitu saudari Rina, apakah benar, jika saudara Arya diwaktu kejadian, memang secara sengaja menghilangkan nyawa putri Anda atau ada pemacu lain, sehingga membuat saudara Arya secara tidak sadar menghilangkan nyawa putri Anda?" tanya sang pengacara dengan sedikit penekanan, sehingga siapa saja yang menjawab pasti akan merasa terintimidasi.
"Baik, saudari Rina bisa menjawab pertanyaan dari pihak tergugat," ucap kembali Hakim untuk mempersilakan Tante Rina menjawab pertanyaan.
Tante Rina yang mendapatkan pertanyaan tersebut, hanya bisa menelan ludah nya saja secara kasar dan mencoba untuk berkilah, agar dirinya aman dalam menjawab pertanyaan tersebut.
"Kalau yang saya lihat, sepertinya sengaja karena dia memang benar-benar membunuh nyawa putri saya." Jawab Tante Rina dengan nada bergetar.
"Baiklah terima kasih atas jawaban Anda, jadi Pak Hakim menurut saya, dari jawaban saudari Rina sepertinya banyak kesalahan, karena dari bukti-bukti yang kami temukan, ternyata saudara Arya telah dijebak olehnya dan juga putrinya, dimana kami menemukan sebuah botol yang berisikan obat perangsang dan juga rekaman langsung dari mulut saudari Rina, kalau emang dirinya ada ikut dalam keterlibatan menjebak saudara Arya, hingga jebakan mereka gagal dan secara tidak sengaja saudara Arya mendorong putrinya yang sedang melakukan pelecehan kepada saudara Arya, apa lagi kerap kali putrinya selalu mencoba menggoda saudara Arya dan ini ada beberapa bukti yang kami punya, dimohonkan kepada hakim untuk mengecek bukti tersebut," jelas panjang lebar pengacara dari pihak keluarga Arya.
Setelah semua bukti diberikan kepada sang hakim. Kemudian mereka menunggu untuk hakim tersebut memutuskan hukuman apa yang akan diberikan untuk Arya, atau mungkin dengan bukti-bukti yang ada, malah Arya terbebas dari penjara.
Selama lima belas menit hakim berdiskusi, maka sekarang tibalah untuk menetapkan hasil akhir dari sidang ini.
__ADS_1
"Baik, karena kami telah melihat dan menelaah bukti yang ada, maka saya putuskan untuk saudara Arya Permana resmi dibebaskan dari hukuman penjara, karena melihat dari bukti-bukti yang diberikan ternyata memang saudara Arya secara tidak sengaja menghilangkan nyawa korban, apa lagi saudara Arya memang sengaja dijebak oleh korban bersama ibu korban dan selain itu, untuk ibu korban yang bernama Rina Melisa, saya putuskan untuk memberikan Anda hukuman penjara selama dua tahun karena telah terbukti ikut bekerja sama dengan Putri Anda sendiri, jadi status Anda sekarang adalah tersangka bukan korban lagi," jelas Hakim dan setelahnya mengetukkan palunya sebanyak tiga kali.
Mendengarkan ucapan sang hakim, membuat Arya, Mila dan keluarganya bersorak gembira, karena akhirnya Arya akan kembali lagi untuk bersama-sama dengan keluarga kecilnya, sedangkan untuk Tante Rina sendiri, saat ini merasa syok berat. Sebab dirinya harus menerima hukuman penjara selama dua tahun lamanya.