
Setelah kemarin malam Ibra dibuat kewalahan dengan permintaan Mita yang meminta makanan pedas, sekarang Ibra kembali dibuat lebih kewalahan dengan Mita yang meminta dirinya memakai daster.
Ya, daster ibu-ibu. Namun, permintaan yang membuat Ibra kewalahan sekaligus membuat dirinya stress berat adalah permintaan Mita yang menyuruhnya menggunakan daster ibu-ibu yang sudah memiliki bekas tambal di setiap sisi dasternya.
"Sayang, permintaan macam apa ini, masak iya anak mas yang di dalam sini meminta hal yang begituan," ucap Ibra dengan frustasi.
Jelas saja Ibra frustasi, masak iya harus menggunakan daster bekas dipakai ibu-ibu yang dapat membuat wibawanya jatuh serta malunya yang tak terhitung jika dilihat oleh orang.
Tidak, untuk kali ini Ibra harus tega untuk tidak menuruti permintaan dari sang istri.
"Mas ayolah, masak kamu mau sih punya anak yang suka ileran, yakin aku kalau tidak kamu turuti nanti anak kamu air liurnya keluar kemana-mana," imbuh Mita dengan sedikit mengancam.
"Tapi sayang, masak aku harus pakai daster sih," balas Ibra dengan frustasi.
"Iya Mas, cuma hari ini saja kok, besok-besok enggak lagi."
"Hmm, besok-besok enggak lagi, tapi pasti ada yang lainnya lagi kan," ketus Ibra.
Setelah perdebatan alot itu, akhirnya ditemukan lah pemenangnya yaitu Mita. Mau tidak mau, Ibra menuruti permintaan sang istri. Apa lagi Mita mengancam kalau tidak dituruti ngidamnya, maka sang anak akan ileran.
Sekarang, Ibra berjalan disekitar kompleks dan melihat-lihat jemuran tetangganya yang memiliki daster yang sudah banyak bolongnya.
"Permisi Bu, itu daster ibu yang di jemuran yang bolong bolong itu di jual enggak?" tanya Ibra.
"Hah, daster Itu Pak," tunjuk sang ibu kompleks.
"Iya Bu, kira-kira dijual enggak, soalnya saya perlu daster itu Bu."
"Oh, kalau itu cuma untuk lap saja Pak, tapi kalau Bapak mau ya silakan ambil saja, gratis kok," imbuh sang ibu kompleks dan akhirnya Ibra mengambil daster tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih ya Bu dasternya."
"Iya Pak sama-sama, memangnya untuk apa Pak daster itu?" tanya sang ibu kompleks, sebab dia tahu tidak mungkin tetangganya seperti Ibra mau mengambil pakaian bekas, padahal yang dia tahu kalau Ibra adalah seorang direktur perusahaan.
"Oh, i-ini saya pakai untuk memenuhi ngidam istri saya," jawab Ibra tertunduk malu.
"Seperti itu toh Pak, ya sudah Pak, buru-buru Bapak bawakan daster ini untuk istri Bapak, takutnya kalau enggak kesampaian anaknya nanti bisa ileran loh," ujarnya dan segera Ibra membawa daster tersebut kehadapan Mita.
Setelah kembali ke rumah, Ibra langsung memakai daster tersebut langsung dihadapkan Mita, hingga membuat Mita tak henti-hentinya tertawa melihat suaminya memakai daster yang sudah bolong-bolong.
"Duh, Princess kenapa dasternya bolong-bolong, abis mangkal ya tadi pagi," ejek Mita yang ditujukan untuk Ibra.
"Hmm, ini mau mangkal, tapi mangkalnya sama kamu, ayo ikut aku ke kamar," balas Ibra dan langsung membawa Mita menuju ke kamar utamanya. Hingga berakhir dengan hubungan intim di atas ranjang.
"Mas, kalo mau itu, harus hati-hati ya, jangan sampai kena bayi kita."
Setelah mengakhiri pergulatan panas itu, Mita bangkit dari tidurnya dengan seluruh badan yang terasa sangat lelah.
Bagaimana tidak lelah, kalau Ibra melahapnya dengan sangat buas, hingga perintah Mita tidak lagi Ibra dengar.
"Duh, capek banget, mana uda siang lagi, kan aku lapar," ucap Mita dan kemudian dirinya langsung membuat makanan simpel yaitu nasi goreng.
Dengan menggunakan kekuatan the power of emak-emak, akhirnya nasi goreng buatan Mita selesai juga dan saat dirinya ingin makan nasi goreng tersebut, tiba-tiba saja nafsu makannya langsung menghilang seketika dan digantikan dengan keinginan yang baru yaitu keinginan untuk meminta sang suami membuatkan lagi nasi goreng. Namun, harus dari tangan suaminya sendiri.
"Mas, bangun dulu Mas, Mita lagi mau," ucap Mita sembari menggoyangkan badan suaminya.
"Hmmm, mau apa, mau yang tadi, hayuk Mas juga lagi mau yang tadi nih," jawab Ibra yang langsung bangkit dari tidurnya.
Mita yang melihat jawaban Ibra yang ngawur, hanya menggelengkan kepalanya saja. Sebab bukan mau yang sesuai dengan otak kotor suaminya, namun dirinya mau suaminya membuatkan dirinya nasi goreng.
__ADS_1
"Ih bukan mau itu Mas, Mita lagi mau nasi goreng buatan Mas, jadi Mas buatkan ya nasi gorengnya," ucap Mita kembali yang membuat semangat Ibra runtuh seketika. Sebab dirinya pikir, Mita lagi mau melakukan hubungan suami istri seperti tadi, namun malah maunya adalah mau untuk menyuruhnya membuatkan Mita nasi goreng.
"Duh gimana ya, kan kamu tahu sendiri sayang, Mas tidak pernah memasak, bagaimana kalau Mas pesankan saja ya nasi gorengnya," tawar Ibra namun Mita masih kekeh ingin makan masakan Ibra.
"Enggak mau Mas, Mita maunya nasi goreng buatan Mas sendiri," paksa Mita yang akhirnya Ibra menyerah dan langsung berjalan menuju ke arah dapur untuk membuatkan nasi goreng istrinya.
"Sayang, tapi kamu yang mengajari Mas ya cara buat nasi gorengnya, soalnya memang Mas tidak tahu sama sekali cara membuatnya." Jelas Ibra dan Mita langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Mas, ayo kita ke dapur, Mas cukup dengarkan perintah Mita saja."
"Iya," jawab Ibra dan setelah itu menuruti semua perkataan Mita.
Sehingga sampailah dengan hasil kreasi nasi goreng buatan Ibra. Dimana dari segi penampilan dan bentuk, sangat jauh menarik perhatian pecinta kuliner, jangankan pecinta kuliner, orang awam saja jika dikasih nasi goreng buatan Ibra, pasti akan langsung melarikan diri. Namun, beda halnya dimata Mita yang saat ini ingin sekali memakan nasi goreng itu. Walaupun penampilannya terlihat berantakan, tapi entah kenapa dengan melihatnya saja Mita buru-buru menyajikan nasi goreng itu ke atas piringnya dan langsung menyantapnya di situ juga.
"Duh, sepertinya nasi goreng ku sangat enak ya sayang, sampai-sampai kamu duduk di bawah lantai ini."
"Iya Mas enak, ini kalau Mas mau cobainnya," tawar Mita dan segera Ibra mencicipi nasi goreng buatannya sendiri.
Bukannya lezat seperti yang dikatakan Mita. Namun, malah terasa sangat tidak enak, hingga membuat Ibra langsung memuntahkan nasi goreng buatannya sendiri di tempat.
"Huwek, itu tidak enak sayang, lebih baik aku buang saja," ucap Ibra dan segera membawa nasi goreng buatannya menuju ke tempat sampah dan langsung membuangnya.
Melihat Ibra yang langsung membuang nasi gorengnya ke tempat sampah, seketika itu juga Mita langsung marah kepadanya. Namun, beberapa detik kemudian Mita langsung menangis dan menuju ke dalam kamarnya yang tak lupa ia kunci dari dalam.
"Tamat sudah riwayatku," batin Ibra dalam hati, saat melihat sendiri bagaimana emosinya Mita saat dirinya membuang nasi gorengnya.
Sehingga sekarang ini yang bisa dilakukan Ibra adalah mencari cara untuk menghibur sang istri agar tidak marah lagi dengannya.
__ADS_1