
Setelah selesai dari persidangan, sekarang Arya dan juga Mila kembali pulang ke rumah dengan perasaan bahagia, apa lagi saat ini akhirnya mereka bisa berkumpul bersama setelah seminggu Arya mendekam di dalam penjara.
"Mas, kamu mau dimasakin apa, biar Mila masakan?" tanya Mila.
"Kamu enggak usah masak sayang, biar Mas saja yang masak sekalian tanyakan sama anak-anak, mereka mau dimasakin apa, biar hari ini Mas yang masak untuk kalian," jawab Arya sembari tersenyum ke arah Mila.
Sekarang dan selamanya, Arya berjanji akan membahagiakan orang-orang kesayangannya terutama Mila, Andrew, Syifa dan juga anaknya yang masih berada di dalam perut Mila tanpa membeda-bedakan satu pun.
Lain halnya Arya dan keluarganya yang saat ini terlihat bahagia karena sudah kembali bersama, maka beda halnya dengan Tante Rina yang harus menerima hukuman penjara selama dua tahun. Dapat dia rasakan bahwa dinginnya malam di penjara membuatnya selalu berteriak histeris, apa lagi saat pertama kalinya Tante Rina masuk ke dalam penjara, sudah disuguhkan dengan perilaku tahanan lain yang tidak mengenakkan hatinya.
"Heh, Napi baru ke sini kau, tolong dulu pijatkan kaki ku ini!" perintah dari salah satu napi yang ditujukan untuk Tante Rina.
"Aku," tunjuk Tante Rina pada diri sendiri.
"Hmm, memangnya siapa lagi yang aku panggil selain kau, cepat lah ke sini pijat kaki ku ini yang sudah mulai keram!" ucapnya kembali namun dengan nada yang lebih keras.
"Ck tidak mau, kamu pikir siapa berani mengatur orang tua seperti ku hah, dasar kurang ajar!" balas Tante Rina dengan suara yang tak kalah kerasnya.
"Oh, sudah berani kamu ya, baiklah sepertinya anak baru harus diberikan ospek terlebih dahulu agar bisa nurut," imbuhnya dan setelah itu mendekati Tante Rina.
Tanpa aba-aba, rambut Tante Rina dijambak begitu saja oleh wanita gembul yang tadi menyuruhnya untuk memijat kakinya, bahkan bukan hanya itu saja, sekarang Tante Rina ditampar bahkan dibanting ke lantai hingga sakitnya sudah sampai di sekujur tubuhnya.
"Aduh, kenapa kamu menyakiti aku sialan!" marah Tante Rina.
"Oh, sepertinya kau ingin tambah lagi ya pukulannya, baiklah aku tidak akan sungkan lagi," jawabnya dan setelah itu kembali menyiksa Tante Rina hingga keadaan Tante Rina menjadi mengenaskan.
__ADS_1
Di dalam hati Tante Rina, terbesit kebencian yang sangat amat besar ditujukannya untuk Mila dan juga Arya. Sebab karena mereka, saat ini dirinya berada di dalam penjara.
"Awas saja, pokoknya aku akan menghabisi kalian berdua tanpa ampun karena sudah membuatku dipenjara dan juga membuat anakku harus kehilangan nyawa," batinnya dalam hati.
Setelah itu, barulah Tante Rina tak sadarkan diri, karena dirinya sudah tidak sanggup lagi menahan kesakitan akibat pukulan dari tahanan lain.
Kembali lagi dengan Mila, saat ini dirinya terus-menerus mengalami mual, sehingga membuat Arya menjadi panik, apa lagi melihat kondisi sang istri yang terlihat pucat.
"Sayang, kita ke rumah sakit saja ya, Mas lihat kamu pucat, apa lagi sekarang kamu jadi lemas sayang, karena muntah terus-terusan," ucap Arya dengan nada khawatir karena melihat kondisi Mila yang tidak begitu baik-baik saja.
"Nanti saja ya Mas, Mila kuat kok hanya mual biasa, kan karena Mila hamil jadi," terputus perkataannya karena tiba-tiba Mila merasakan pusing yang menyerang kepalanya hingga membuatnya terjatuh dan tak sadarkan diri.
Melihat sang istri yang tiba-tiba saja pingsan, membuat Arya panik dan berusaha membawa Mila menuju ke rumah sakit.
Di rumah sakit.
"Dok, tolong istri saya Dok, tadi istri saya tiba-tiba pingsan," ucap Arya dengan khawatir.
"Sebentar ya Pak, saya akan memeriksa istri Bapak," jawab sang dokter dan kemudian membawa Mila menuju ke ruang perawatan. Sementara Arya menunggu di luar.
Melihat kejadian ini, kembali membuat Arya merasakan dejavu, apa lagi dirinya mengingat bagaimana dia membawa Anya ke rumah sakit juga, bahkan rumah sakitnya juga sama dengan rumah sakit yang saat ini istrinya di rawat.
"Tidak, pokoknya aku tidak mau terjadi sesuatu dengan Mila, jangan sampai kejadian lalu terulang lagi," batin Arya dalam hati sembari menjambak rambutnya karena kecemasan yang dia alami.
Hampir lima belas menit dokter memeriksa kondisi Mila, akhirnya sang dokter keluar dari ruang perawatan Mila dan segera Arya buru-buru menanyakan kondisi Istrinya ke dokter tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana Dok kondisi istriku, apa dia baik-baik saja?" tanya Arya dengan raut wajah seriusnya.
"Sekarang kondisi pasien baik-baik saja Pak, hanya saja karena pasien kekurangan asupan nutrisi sehingga membuatnya pingsan, akibat kekurangan darah dan selain itu, tolong dijaga Pak kebutuhan nutrisi pasien, sebab rentan sekali pasien yang kekurangan asupan nutrisi dapat mengalami keguguran, apa lagi saat ini pasien sedang hamil pada trimester pertama," jelas sang dokter panjang lebar dan kemudian Arya menganggukkan kepala seraya mengerti akan penjelasan sang dokter.
"Terima kasih Pak atas penjelasannya, kalau begitu saja masuk dulu untuk melihat istri saya," pamit Arya dan langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan Mila.
Di dalam ruangan Mila, tampak Arya terus menggenggam tangan Mila sembari mengelus anak rambut Mila dengan lembut.
"Sayang, kamu jangan sakit lagi ya, pokoknya kamu harus sehat, apa lagi ada anak kita di dalam sini," tunjuk Arya ke arah perut Mila.
Saat Arya mengatakan hal tersebut, saat itulah Mila sudah tersadar dari pingsannya dan tersenyum melihat Arya menunjukkan perhatian untuknya dan untuk sang jabang bayi.
"Mas, betapa beruntungnya aku karena diperhatikan oleh kamu," batin Mila dalam hati dan setelah itu, Mila langsung membuka kedua matanya.
"Sayang, akhirnya kamu sadar juga," ucap Arya dengan raut wajah senangnya.
"Oh iya, kamu butuh apa biar Mas bantu ambilkan atau kamu ada ingin sesuatu, tapi tunggu dulu, kamu harus makan ya sayang, sebentar Mas akan carikan kamu makanan yang sehat," rempong Arya dan setelahnya bergegas keluar untuk mencarikan makanan sehat untuk Mila.
Sedangkan Mila yang melihat Arya begitu rempong, hanya menggelengkan kepalanya saja, namun tetap terpancar raut bahagianya saat benar-benar diperhatikan oleh Arya.
Saat Arya telah keluar dari ruangan Mila, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan Mila.
Siapa lagi, kalau bukan Tante Rina yang ternyata dirawat di rumah sakit yang sama dengan Mila. Ya, setelah Tante Rina disiksa habis-habisan oleh napi yang berada di satu ruangan yang sama dengannya, pihak polisi langsung membawa Tante Rina menuju ke rumah sakit.
"Akhirnya, kita bertemu lagi ya wanita sialan," ucap Tante Rina dengan senyuman menyeringai nya yang membuat Mila terkejut, karena tiba-tiba saja Tante Rina berada di dalam ruangannya.
__ADS_1