Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Pindahan


__ADS_3

Saat ini, setelah Ibra diusir dari Apartemen pacarnya, Ibra kembali lagi menuju ke rumah orang tuanya. Sesampai di depan rumah orang tuanya, terlihat tidak ada lagi orang-orang suruhan ayahnya, sehingga memudahkan Ibra untuk masuk ke dalam rumah.


Ibra yang berjalan secara pelan-pelan, seperti layaknya seorang maling. Akhirnya dapat masuk ke dalam rumah orang tuanya dan selanjutnya yang dia cari adalah Mama nya, sebab hanya Mama nya lah yang dapat membujuk Pak Arman agar Ibra bisa tinggal di rumahnya sendiri.


Melihat di ruang tamu tidak ada Mama nya, Ibra langsung kepikiran untuk mencari Mama nya di taman belakang. Benar saja, ternyata Mama nya berada di taman sedang membersihkan beberapa tanaman kesukaannya.


"Mama," ucap Ibra hanya satu kata yaitu menyebut kata Mama sembari mendekatinya.


Sementara Bu Hana yang dipanggil oleh Ibra, langsung terkejut seketika, terutama melihat penampilan anaknya yang berubah seratus delapan puluh derajat dari biasanya.


"Ibra, ini benar kamu Nak, kenapa penampilan kamu seperti ini?" tanya Bu Hana sembari memandangi Ibra dari bawah sampai atas.


"Iya Ma, Ibra selama ini hidup dengan tidak layak, jangankan untuk tempat tinggal, untuk makan saja terkadang Ibra kesusahan, apa lagi selama satu bulan ini Ibra tidak bekerja karena selalu ditolak sana sini," jelas Ibra pelan yang membuat Bu Hana tampak begitu sedih melihat nasib anaknya.


"Iya sudah, sekarang kamu mandi dulu habis itu makan, setelahnya baru ceritakan semuanya kepada Mama, walaupun kamu sangat nakal, tapi Mama tetap saja tidak tega melihat kondisi kamu seperti ini Nak," ucap Bu Hana dengan sendu.


Setelah itu, Ibra kembali menuju ke kamarnya dan membersihkan diri, sesuai yang diperintahkan oleh Mama nya.

__ADS_1


"Ck, ternyata benar apa kata ku, kalau Mama sebenarnya tidak tega melihat aku hidup sengsara di luar sana, oh tunggu saja setelah semua keadaannya telah membaik, maka aku harus membuat perhitungan dengan wanita sialan itu," batin Ibra sembari mengingat perlakuan Siska yang dia dapatkan hari ini.


Selesai dengan kegiatannya, sekarang Ibra kembali menghadap ke Mama nya dan mulai menceritakan terkait perilaku buruk Siska selama dirinya tinggal di tempat Siska, bahkan tak tanggung-tanggung Ibra menambahkan beberapa bumbu untuk menjelekkan perbuatan buruk Siska, seperti saat dirinya mengadu terkait perbuatan Mila yang sama sekali tidak pernah dilakukan.


"Huh, Mama bilang juga apa, kamu itu sudah dipilihkan jodoh yang cocok dengan Mila, malah kamu yang bertingkah, sekarang rasakan lah pilihan kamu itu," ucap Bu Hana setelah mendengarkan penjelasan Ibra.


"Iya Ibra minta Maaf Ma, mana Ibra tahu kalau pilihan Ibra salah karena selama ini Siska itu selalu baik ke Ibra," elak Ibra.


"Ck, baik karena kamu masih ada uang, coba kamu miskin seperti kemarin-kemarin saat diusir ayah, pasti dia langsung mencampakkan kamu bukan, terbukti sekarang kamu diusir olehnya," cibir Bu Hana kembali yang seketika membuat Ibra bungkam.


"Jadi Ma, Ibra harus bagaimana kan tidak mungkin kembali dengan Mila karena sudah Ibra talak dengan talak tiga," gumam Ibra pelan. Namun masih didengar oleh mama nya.


"Iya tidak apa-apa kali Ma, kan Ibra tidak cinta juga dengan Mila," ucap Ibra dengan santai tanpa ada penyesalan atau beban apa pun.


"Huh, terserah kamu Ibra, Mama hanya berdoa saja semoga kamu tidak menyesal telah menalak Mila dengan talak tiga, karena sudah dipastikan kamu tidak bisa kembali bersamanya, pokoknya Mama hanya bisa melihat saja ke depan, apa kamu memohon untuk kembali dengan Mila atau kamu mungkin bisa memiliki hubungan baru dengan wanita lain di luar sana," jelas Bu Hana dan setelahnya pergi begitu saja meninggalkan Ibra seorang diri.


"Apa benar aku menyesal, CK tidak mungkin aku menyesal karena telah menjatuhkan talak tiga ke Mila, soalnya aku tidak pernah mencintainya sedikit pun," batin Ibra dalam hati dengan bersikukuh kalau dirinya tidak mencintai Mila.

__ADS_1


Di sisi lain, saat ini Mila tengah melakukan pindahan kembali ke rumah lamanya, karena mantan ayah mertuanya menyuruh Mila dan kedua anaknya untuk menempati rumah itu. Walaupun di rumah itu masih tersimpan kenangannya bersama Ibra selama delapan tahun, tapi Mila sudah tidak peduli lagi dan sudah mengeluarkan sisa-sisa rasanya kepada Ibra, sehingga untuk kembali jatuh cinta lagi ke Ibra sudah mustahil, apa lagi dirinya sudah ditalak tiga yang otomatis sudah tidak bisa kembali bersamanya.


Fokus Mila saat ini hanyalah membesarkan kedua anaknya untuk menjadi orang-orang sukses di masa yang akan datang.


"Anak-anak Mama, bagaimana perasaan kalian, apakah senang sudah kembali ke rumah lama kita lagi?" tanya Mila sembari menunggu reaksi kedua anaknya.


"Biasa saja Ma, bahkan Andrew sebenarnya tidak tertarik tinggal di rumah lama kita, ya walaupun terbilang cukup besar dari rumah lama kita, namun tetap saja lebih enak di rumah kita yang baru dari pada di sini," ucap Andrew yang diikuti anggukan oleh Syifa seraya menyetujui ucapan kakak nya.


"Sudah tidak apa-apa ya kalau kita tinggal di sini, intinya kita harus bersyukur masih bisa diberikan tempat tinggal yang layak, karena di luar sana masih banyak rumah nya yang kondisinya tidak layak huni," jawab Mila memberikan nasihat untuk ke dua anaknya agar bisa lebih bersyukur atas apa yang dimiliki.


Setelah memberikan nasihat kepada kedua anaknya, selanjutnya Mila kembali membereskan barang-barang yang dia bawa. Satu per satu Mila susun barang-barang bawaannya menuju ke masing-masing ruangan. Hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore hari dan di saat itulah Mila baru selesai membereskan barang-barangnya.


"Huh, lelah juga ya membereskan barang-barang semua ini sendiri, tapi tidak apa-apa lah karena aku harus menjadi super Mama untuk kedua anakku," batin Mila sembari menyenderkan tubuhnya di sofa.


Tidak berselang lama Mila mencoba mengistirahatkan tubuhnya, tiba-tiba saja dari arah pintu depan, kedua anaknya datang menghampiri Mila dengan masing-masing ditangannya membawa bungkusan yang berisikan makanan.


"Mama, lihat apa yang kami bawa, ini makanan semua loh dikasih sama Paman Arya," celoteh Syifa sembari meletakkan makanan yang dia bawa ke atas meja.

__ADS_1


"Ha, maksudnya Paman Arya ke sini?" tanya Mila.


"Iya Ma, itu Paman Arya," tunjuk Andrew ke arah pintu masuk.


__ADS_2