Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Pengadilan


__ADS_3

Setelah kejadian dirinya yang bertemu Ibra tadi pagi di dalam kantor tempatnya bekerja, sekarang malah Mila harus kembali bertemu lagi di dalam ruang rapat untuk membahas masalah kerja sama antara perusahaan Arya tempat Mila bekerja dan perusahaan Ibra Jaya, milik mantan suaminya.


"Jadi begini Pak, dikarenakan kerja sama ini harus memiliki satu orang ketua dalam tim, maka saya akan mengajukan Gabriel, bawahan saya sebagai ketua di sini dan untuk Mila tidak jadi saya ikut sertakan dalam proyek kita," jelas Arya yang membuat Ibra tersenyum sinis, sebab jika bukan Mila yang berada di dalam proyek ini, maka Ibra sulit untuk membuat mantan istrinya itu melakukan kegagalan dan berakhir dipecat.


Merasa tidak terima, Ibra lalu mencoba untuk memprovokasi Mila lewat kata-katanya.


"Kenapa secepat itu langsung Anda menggantinya Pak Arya, apa Bu Mila ini memang tidak berkompeten sehingga Bapak Arya menggantinya, oh atau mungkin Bu Mila sendiri yang tidak sanggup menjadi ketua dalam proyek kita?" tanya Ibra dengan sedikit nada meremehkan.


Mila yang mendengarkan ucapan Ibra hanya terdiam saja, sembari menggelengkan kepalanya pelan, sementara Arya sendiri rasanya sudah sangat geram akan ucapan dari Ibra, sehingga membuatnya langsung menetapkan kalau Mila sebagai ketua dalam proyek kerja sama ini.


"Baik, kalau memang Pak Ibra meremehkan kemampuan Bu Mila, maka kita buktikan saja dan proyek ini akan tetap dipegang oleh Bu Mila, biar Anda tahu bagaimana kemampuan seorang Bu Mila," seru Arya dengan penuh penekanan di setiap kalimat yang dia ucapkan.


Setelah itu, baru mereka melanjutkan lagi pembicaraan yang lebih mendetail terkait proyek tersebut. Selama pembicaraan itu, Mila selalu fokus dan mencatat bagian detailnya yang sangat penting, sementara Ibra selalu berusaha untuk mengganggu Mila, seperti menyenggol kakinya atau pun melakukan kegiatan-kegiatan kecil lainnya yang hampir membuat konsentrasi Mila menjadi buyar.


Selepas pertemuan itu, tampak Arya telah keluar terlebih dahulu dan diikuti oleh Mila dari belakang, namun saat Mila masih mengikuti Arya. Lagi dan lagi Ibra dari arah belakang menarik tangan Mila.


"Lepaskan tanganku Mas, jangan mulai mencari gara-gara lagi di sini," ucap Mila dengan dingin.


"Ck, siapa juga yang menarik tanganmu, oh iya aku hanya sekedar mengingatkan saja, kalau Minggu depan adalah jadwal sidang terkait kasus hak asuh anak kita dan oh iya hampir lupa aku mau memberikan ini," ujar Ibra memberikan akta perceraian dirinya dengan Mila.

__ADS_1


"Ingat jangan lupa datang, tapi terserah jika kamu tidak datang malah itu mempermudah aku untuk mengambil hak asuh Andrew dan juga Syifa," sambung Ibra kembali dan setelah itu pergi begitu saja.


Seminggu kemudian.


Saat ini, Mila beserta keluarganya dan pengacara langsung hendak bergegas pergi menuju ke pengadilan. Ya, setelah waktu lalu Ibra memberikan sebuah surat akta cerai, Ibra juga memberitahukan kepada Mila kalau Minggu ini adalah jadwal sidang terkait hak asuh Andrew dan juga Syifa.


Selama di perjalanan, Mila tak henti-hentinya terus berdoa untuk kemudahan dirinya dalam memenangkan sidang kali ini. Ya, saat ini Mila dan keluarga sudah mengantongi beberapa bukti terkait kesalahan Ibra sehingga memudahkan Mila untuk memenangkan gugatan hak asuh kedua anaknya.


Sesampai di depan gedung pengadilan, tampak dari pihak keluarga Ibra sudah berada di dalam sana, dimana beberapa anggota dari pihak Ibra menatap Mila dan keluarganya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Akhirnya kamu sampai jumpa, ku pikir tadinya tidak datang," imbuh Ibra dan setelahnya mencoba untuk mendekati kedua anaknya yaitu Andrew dan juga Syifa.


"Lihat kan Mas, bagaimana Andrew dan Syifa tidak mau berada di dekat kamu, jadi pikir kan baik-baik, sebelum merebut hak asuh mereka berdua," seru Mila dan setelahnya langsung duduk di dalam ruang persidangan.


Tidak perlu menunggu berlama-lama, akhirnya sidang untuk memperebutkan hak asuh dimulai.


Saat ini terlihat dari pihak penggugat yaitu Ibra langsung memaparkan duduk perkaranya dan juga memberikan beberapa saksi mata, salah satunya adalah Bibi Wati, dimana Bibi Wati memberikan kesaksian palsu yang dia tujukan untuk Mila. Bahkan Bibi Wati mengungkap sebuah fitnah yaitu jika Mila pernah membawa seorang pria di dalam rumah Ibra dengan memberikan beberapa buah foto.


Melihat beberapa penjelasan Bibi Wati dan juga foto-foto yang ditujukan, membuat Mila meradang seketika, sebab tidak pernah satu pun Mila membawa seorang pria ke dalam rumah Ibra, jangan kan membawa pria ke dalam rumah Ibra, untuk berada di luar rumahnya saja, Mila tidak pernah melakukan itu sama sekali.

__ADS_1


"Bibi Wati, apa yang kamu katakan itu tidak benar, karena aku tidak pernah melakukan hal kotor seperti itu, kenapa Bibi Wati menuduh aku!" teriak Mila keras yang membuat jalannya sidang menjadi terhambat.


"Untuk tergugat dimohon bersabar," seru sang hakim dan setelahnya beberapa keluarga Mila mencoba menenangkannya.


"Sayang, sudah ya jangan terpancing amarah kamu, tenang saja kita pasti akan menang terkait hak asuh Andrew dan Syifa," imbuh Ayah Herman untuk menenangkan putri nya.


Setelah berjalan selama lima belas menit, akhirnya giliran Mila yang memaparkan terkait hak asuh Andrew dan juga Syifa, sekaligus menyangkal fitnah dari Bibi Wati.


Terlihat Mila mulai mengucapkan kata-katanya yang disertai bukti, bahkan terlihat jelas ada sebuah video yang mana Ibra selaku mantan suaminya kerap kali melakukan tindakan keras ke Mila. Selain itu, bukti-bukti lain terkait Ibra yang berkompromi dengan Bibi Wati juga tak luput dari video yang diperlihatkan oleh Mila.


Bahkan Mila menjelaskan juga terkait perceraian dengan Ibra, akibat adanya orang ketiga di dalam hubungan rumah tangga mereka.


Mendengar semua penjelasan Mila, membuat Ibra dan Bibi Wati malu, bahkan keduanya terlihat menunduk ke bawah seraya menutupi kedua wajahnya.


Sementara Pak Arman dan Bu Hana, orang tua dari Ibra terlihat begitu murka, melihat betapa kejinya perilaku sang anak memperlakukan Mila. Tak tanggung-tanggung, beberapa kali Pak Arman melayangkan tangannya ke pipi Ibra dengan begitu keras.


"Dasar anak kurang ajar kamu Ibra, bagaimana bisa kamu melakukan perbuatan keji itu ke seorang wanita!" ucap Pak Arman dengan penuh amarah, begitu juga dengan Bu Hana yang sangat marah kepada putra sulungnya.


"Ibu tidak pernah mendidik kamu seperti itu Ibra, memang karena gara-gara wanita itu, kamu menjadi seperti ini, menyesal Ibu telah melahirkan kamu Ibra!" seru Bu Hana dan setelah itu, keduanya langsung pergi begitu saja, walau saat ini persidangan masih sedang berjalan.

__ADS_1


__ADS_2