Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Dendam Mita


__ADS_3

Mita yang melihat satu per satu wajah yang saat ini mengerubungi dirinya, langsung mengerutkan keningnya. Sebab Mita pikir ini terlalu berlebihan karena dirinya hanya sekedar tidur saja.


"I-ini kenapa pada mengelilingi Mita, memangnya ada yang aneh ya dari Mita?" tanya Mita yang membuat semua orang yang melihatnya malah mengerutkan keningnya.


"Sayang, tidak ada yang aneh kok, hanya saja kami senang akhirnya kamu terbangun juga dari koma," balas Ibra dengan raut wajah tersenyum.


"Koma, memangnya aku koma, Mas?" tanya Mita kembali dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya sayang, kamu sudah koma hampir setengah tahun," ucap Ibra kembali namun masih tetap tak lekang senyum di bibirnya.


"Setengah tahun, tunggu berarti anakku," terputus ucapannya dan langsung meraba perutnya yang tampak datar.


"Mas, berarti aku sudah melahirkan kan, kira-kira anak kita laki-laki atau perempuan dan dimana dia sekarang Mas," sambung Mita kembali dengan menoleh ke semua arah.


Mendengar perkataan Mita, seketika semua orang yang berada di dalam ruangannya menjadi sedih, apa lagi saat ini satu pun diantara mereka tidak ada yang berani mengatakan kalau anaknya sudah tiada.


"Duh, ditanyak kok enggak jawab sih Mas, mending aku tanyak Ayah mertua saja, oh Ayah mertuaku, dimana anak Mita sekarang, kok enggak ikut bersama dengan kalian," ucap Mita yang membuat Pak Arman akhirnya membuka suaranya.


"Kalau kamu mau tahu dimana anakmu, maka sekarang istirahatlah, tunggu kamu benar-benar pulih, maka Ayah akan mengajakmu untuk melihat bayi mu," balas Pak Arman yang sesekali menghela napas panjangnya.


"Iya Yah, kalau begitu Mita janji akan istirahat dulu, nanti pasti Mita sudah pulih, Mita langsung lihat bayi Mita," imbuh Mita yang sangat merindukan keberadaan anaknya.


Keesokan harinya, Mita sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya dan benar saja, Mita menagih janji ayah mertuanya yang ingin mempertemukan dirinya dengan sang anak.


"Ayah, hari ini jadi kan, Mita ketemu dengan anak Mita?" tanya Mita dengan wajah gembiranya.

__ADS_1


"Jadi, ini kita tinggal jalan dari rumah sakit ini saja kok, kalau kamu mau melihat anakmu," balas Pak Arman seadanya.


Saat melihat arah jalan ayah mertuanya dan yang lain ke arah daerah area pemakaman, saat itu juga firasat Mita sudah mulai mengatakan hal yang tak enak.


Ya, di dalam pikiran Mita saat ini sudah mulai membayangkan hal yang tidak-tidak terkait dengan anaknya.


Hingga disaat semua sudah berhenti di satu liang lahat, kemudian mereka menatap ke arah Mita.


"Ke-kenapa melihat Mita dan kenapa kita ada di sini?" tanya Mita heran karena lagi dan lagi tidak ada satupun anggota keluarganya yang memulai percakapan.


"Sayang, kalau kamu mau lihat anak kita, maka di sinilah tempatnya dan ini adalah kuburan anak kita," jawab Ibra dengan nada bergetar, persis seperti orang yang sedang menahan tangisan.


"Mas, maksud kamu apa, jangan bilang kalau anak kita." Langsung menutup mulutnya.


Mita sudah tak kuat lagi menahan tangisannya dan langsung dia tumpahkan di atas pusara anaknya.


"Anak Mama, kenapa kamu tinggalkan Mama sendiri sayang," ucap Mita di sela tangisannya yang terdengar sangat pilu.


Semua orang yang berada di sekitar Mita, juga turut menitihkan air matanya karena tak sanggup melihat kesedihan Mita saat ini.


"Sayang, jangan menangisi kepergian anak kita, ingatlah mungkin ini sudah takdir yang diberikan kepada Tuhan agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi sayang," ujar Ibra sembari memeluk Mita yang masih menangis.


Hampir setengah hari mereka berada di atas pusara itu, sekarang rombongan Ibra, Mita dan keluarga bergegas pulang ke rumah.


"Sayang, maafkan Mama yang tidak bisa menjaga kamu di dalam kandungan ya, pokoknya Mama janji, jika nanti ada adik kamu lagi, Mama akan menjaganya dengan lebih hati-hati lagi dan juga Mama akan menyelidiki orang yang telah menabrak Mama sehingga membuat kamu harus kehilangan nyawa sayang," batin Mita dalam hati seraya bersumpah untuk mencari pelaku yang sudah menabraknya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Mita sudah memulai aktivitas nya seperti biasa, dimana saat ini dirinya langsung menyiapkan segala kebutuhan sang suami.


Jika ada yang mengatakan apakah Mita tidak bersedih lagi dengan kematian anaknya, maka jawabannya ya dia bersedih, namun Mita berpikir untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihannya karena sekarang waktunya harus bangkit dan segera mencari dalang yang sudah menabraknya.


Saat kemarin dirinya di atas pusara anaknya, Mita baru tersadar kalau penyebab dirinya koma adalah karena seseorang yang memang sengaja menabraknya, sebab Mita masih ingat jika saat dirinya menyebrang dulu, saat itu lampu lalu lintas yang ada di depan kantor suaminya masih dalam kondisi berwarna merah yang artinya dirinya akan aman untuk menyeberang jalan.


Namun, karena ada seseorang yang sepertinya sudah mengintainya, maka dirinya langsung ditabrak begitu saja dari arah belakang dengan menggunakan mobil pribadi berwarna hitam.


Mengingat itu kembali, seketika membuat Mita marah besar dan kemudian meminta bantuan sang suami untuk menyelidikinya.


"Mas, Mita boleh tidak minta bantuan Mas untuk menyelidiki siapa yang menabrak Mita," pinta Mita kepada Ibra.


"Sayang, masalah siapa yang menabrak kamu, sudah Mas selidiki kok dan ternyata yang menabrak kamu adalah wakil direktur perusahaan lain yang dulunya pernah bekerja sama dengan perusahaan kita, hanya saja Mas belum menjebloskannya ke dalam penjara, sebab sepertinya ada pihak lain juga yang ikut terlibat, sehingga sampai saat ini Mas terus menyelidikinya sayang," jelas Ibra yang membuat Mita paham.


"Baiklah kalau memang ada orang yang dibelakang dia, maka orang itu beserta yang menabrak aku, harus ikut juga bersama dengan anakku di atas sana," batin Mita yang sudah dendam dengan pelaku penabraknya.


Sementara itu, di sisi lain tampak dua orang wanita saat ini merasa marah, sebab rencana mereka untuk membunuh Mita pupus sudah. Apa lagi mereka mendapatkan kabar kalau Mita saat ini sudah sadar dari komanya.


"Siska, bagaimana nya si Yuda itu, kenapa hanya menabrak wanita hamil saja tidak sampai mati di tempat sih, Ck kalau begini kan sia-sia saja kita melayani dia di atas ranjang," kesal Lea yang mendapatkan kabar bahwa mantan sahabatnya telah pulih dari komanya.


"Entahlah, aku pun juga kesal melihatnya, kalau begini kan aku tidak bisa melihat keterpurukan si Ibra brengsek itu," balas Siska yang tak kalah marahnya melihat Yuda, laki-laki yang mereka suruh untuk menabrak Mita sampai mati, ternyata gagal.


"Hmm, kalau begini lebih baik kita pikirkan rencana lain, seraya memanfaatkan Yuda untuk kembali menghancurkan Ibra dan istrinya," sambung Siska kembali.


"Benar, lebih baik kita pikirkan rencana berikutnya saja," timpal Lea.

__ADS_1


__ADS_2