Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Menyerahkan Diri


__ADS_3

Setelah selesai proses pemakaman Anya, sekarang tibalah Arya untuk menyerahkan diri ke kantor polisi. Namun, sebelum itu Arya lebih dulu berpamitan kepada kedua orang tuanya beserta Mila dan juga kedua anak tirinya.


"Sayang, Mas minta maaf ya sama kamu karena selama ini aku masih banyak kekurangan untuk menjadi pemimpin rumah tangga kita," ungkap Arya dengan suara pelan nan sendu.


"Iya Mas, tidak apa-apa kok, Mila paham apa yang Mas rasakan, semoga kedepannya Mas bisa membenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, agar rumah tangga kita menjadi lebih harmonis tanpa adanya gangguan dari manapun," balas Mila yang tahu akan permasalahan Arya. Setelah sehari sebelum pemakaman Anya, tiba-tiba saja Arya mendatangi dirinya untuk berbicara dua mata.


Dimana pembicara itu, Arya berterus terang tentang dirinya yang pernah mengecup Anya dan setelahnya hampir melakukan perbuatan zinah. Bahkan tak tanggung-tanggung, Arya sempat berpasrah saat nantinya Mila akan menggugat cerai dirinya.


Namun, Mila sendiri yang mendengar perkataan Arya hanya tersenyum simpul saja sembari menolak untuk berpisah dengan dirinya. Sebab, Arya langsung berterus terang mengenai kesalahannya dan juga berani mengungkapkan langsung dihadapannya.


Beda cerita dengan masa lalunya, dimana Mila langsung ditalak begitu saja, tanpa ada penjelasan sedikit pun dan memang langsung memutuskan ikatan hubungan rumah tangganya.


Selepas berpamitan, Arya langsung digiring menuju ke kantor polisi untuk dilakukan penahanan yang tidak tahu berapa lama masa penahanannya.


"Mas, aku pasti akan membantu untuk mencari bukti-bukti bahwa sebenarnya kamu tidak sengaja dan membela diri, ya aku yakin penyebab semua yang kamu alami ini pasti ada sangkut pautnya dengan Tante Rina dan juga Anya," batin Mila dalam hati seraya bertekad untuk mencari bukti-bukti yang ada, agar masa penahanan Arya menjadi lebih ringan.


Selama satu minggu semenjak penahanan Arya di sel penjara, Mila selalu berusaha untuk mencari bukti-bukti yang membuat masa penahanan Arya menjadi lebih singkat, apa lagi saat ini. Mila mencoba berusaha agar dirinya bisa masuk ke dalam rumah milik Tante Rina, dengan segala upaya yang ada. Akhirnya Mila masuk juga ke dalam rumahnya dan kembali mengingat hal-hal apa saja yang diceritakan oleh suaminya, mengenai kejadian di rumah Tante Rina.

__ADS_1


"Selamat pagi Tan, bagaimana keadaan Tante?" tanya Mila hanya sekedar basa basi saja.


"Ck, tidak kamu lihat sendiri hah, aku lagi depresi karena anakku pergi meninggalkan aku sendiri di rumah ini, apa kamu tau, selain kesalahan Arya, ini juga termasuk kesalahan mu, karena kamu menjadi istri Arya, makannya anakku mencoba melakukan segala upaya yang ada demi bisa menjadi istri dari suamimu."


"Oh, termasuk dengan memberikan obat perangsang ke dalam minuman suamiku kan!" tebak Mila, namun dengan wajah serius seolah-olah dia tahu penyebab Arya hampir melakukan hubungan intim dengan Anya.


"Hah, dari mana kamu tahu kalau Anya melakukan itu," ucap Tante Rina pelan, namun dengan nada terkejut seperti orang yang habis ketahuan saja, bahkan sampai terkejutnya membuat Tante Rina secara tidak sadar telah mengatakan kalau apa yang dikatakan Mila memang benar adanya. Sehingga membuat Mila tersenyum miring karena dirinya berhasil merekam bukti yang terucap dari mulut Tante Rina.


"Akhirnya Tante mengatakan kebenarannya juga, oh atau jangan-jangan Tante juga ikut terlibat ya dalam aksi mendiang Anya?" tanya Mila kembali yang membuat Tante Rina kembali ketar ketir, sampai-sampai seluruh wajahnya sudah dipenuhi oleh bulir keringat yang terus menetes dari wajahnya.


"Ti-tidak, aku tidak terlibat dalam rencana anakku," jawab Tante Rina kembali dengan nada yang sedikit terbata-bata.


Sesampai di dapur, Mila mencoba untuk mencari bukti-bukti yang lain. Namun, hasilnya nihil karena mila tidak menemukan apapun. Tapi, saat Mila menoleh ke arah keranjang sampah, secara tidak sengaja Mila menemui sebuah botol kecil yang dia curigai, hingga membuatnya langsung segera untuk mengambilnya dengan alas plastik, agar sidik jari di dalam botol itu tidak tercemar dengan sidik jarinya.


"Dapat, lebih baik aku segera menyelidiki botol ini," ujarnya dalam hati dan segera memasukkan botol tersebut ke dalam tasnya.


"Tante, sepertinya Mila langsung pulang saja ya, oh iya sekali lagi Mila mau mengucapkan turut berduka cita, semoga Tante ikhlas ya melepaskan Anya dan tabah dalam menjalani hidup," ucap Mila dan setelahnya pergi begitu saja meninggalkan Tante Rina.

__ADS_1


Mila yang sudah mendapatkan beberapa bukti dari rumah Tante Rina, langsung melesat ke tempat pengacaranya agar bukti-bukti yang dia dapat, bisa diproses lebih lanjut, sebelum masuk ke dalam ruang persidangan suaminya yang akan digelar esok lusa.


"Permisi Pak Bagas, maaf jika saya telat untuk menemui Bapak, soalnya saya terkena macet di jalan," ucap Mila dan kemudian langsung duduk berhadapan dengan pengacaranya.


"Tidak apa-apa Bu Mila, bagaimana Bu, apa Ibu sudah mendapatkan bukti-bukti tambahan selain rekaman dari kamera pengawas di kantor Pak Arya."


"Sudah Pak, saya sudah mengirimkan bukti rekaman yang saya dapatkan ke email Bapak," jelas Mila yang kemudian dibalas anggukan oleh Pak Bagas.


"Oh iya Pak, hampir saya lupa tadi saya menemukan botol ini di rumahnya, entah kenapa perasaan saya mengatakan kalau botol ini sangat penting untuk memperjelas bukti yang kita miliki," sambung Mila kembali dan menyerahkan sebuah botol kecil yang dia dapatkan dari dapur rumah Tante Rina.


"Hmm, sepertinya botol sejenis ini saya pernah lihat, oh saya ingat, dulu saya pernah menangani kasus yang pernah berhubung dengan botol seperti ini, kalau tidak salah botol ini berisi obat perangsang," jelas Pak Bagas yang membuat Mila mengatupkan mulutnya.


"Berarti botol ini sangat berguna dong Pak, dalam menambah bukti yang kita miliki," ujar Mila dan mendapatkan anggukan dari Pak Bagas.


"Syukurlah, kalau begitu bukti-bukti yang kita miliki sudah sangat kuat Pak dan oh iya kalau begitu saya permisi dulu ya Pak," terang Mila dan setelahnya berpamitan untuk kembali menjenguk Arya sebelum persidangan yang akan dilakukan hari lusa.


Sepanjang perjalanan menuju ke tempat penahanan Arya, sepanjang itu pula Mila mengukir senyumannya, sebab tak lama lagi Arya pasti akan terbebas dari jeruji besi penjara karena semua bukti sudah dia miliki.

__ADS_1


"Pasti Mas Arya senang dengan bukti yang aku bawa, apa lagi selain bukti itu, Mas Arya bertambah senang karena akan mendapatkan berita bahagia lainnya," imbuh Mila sembari mengusap perut ratanya.


__ADS_2