Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Misi Penyelamatan 2


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Ibra dan Arya mencoba berinisiatif untuk keluar dari tempat itu dengan meninggalkan Hans.


"Hei, kalian mau kemana, lepaskan aku dulu kalau kalian mau pergi dari sini!" teriak Hans keras.


"Ck, melepaskan kamu, tentu saja tidak nanti yang ada malah kamu memanggil anak buah mu yang ada di luar," jawab Ibra.


Saat Ibra dan Arya hendak keluar dari tempat itu, tiba-tiba saja mereka mendengar suara tembakan dari luar, bahkan suara tembakan itu seakan bersahut-sahutan satu sama lain.


"Pak Ibra, menurut mu apakah di luar ada pesta kembang api, kenapa rasanya aku mendengar suara ledakan dari arah luar, bahkan suara itu seperti bersahut-sahutan, persis seperti kembang api yang dinyalakan saat tahun baru," jelas Arya polos.


"Itu bukan suara kembang api, tapi suara tembakan, sepertinya di luar telah terjadi kericuhan, lebih baik kita tetap di sini saja dulu sampai tidak mendengar suara-suara itu lagi," jawab Ibra dengan malas. Ternyata gelar bodoh untuk Arya memang pantas dia sematkan sebab, perkataan Arya sangatlah tidak wajar karena tidak mungkin di tempat ini ada pesta kembang api.


Hampir menunggu satu jam lamanya, akhirnya suara-suara yang mereka dengar, hilang seketika dan sekarang adalah saat yang tepat untuk mereka keluar dari ruangan tersebut.


"Ayo kita keluar," ujar Ibra. Namun, alangkah terkejutnya mereka saat keluar ternyata di luar sudah ditunggu oleh Sekretaris nya sendiri yaitu Han dan orang-orang suruhan ayahnya.


"Bukankah, kalian orang-orang ayah," ucap Ibra dan mereka pun mengangguk seraya membenarkan perkataan Ibra.


"Pak, maafkan saya ya karena terlalu lama membebaskan Anda," seru Han yang malah mendapatkan pukulan keras dari Ibra.


"Diam kau brengsek, aku tahu pasti kau kan yang bekerja sama dengan mereka, kau pikir aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri Han!" bentak Ibra keras karena sudah terlalu lama menahan emosinya.


"Pak, Anda salah paham, saya tidak bekerja sama dengan mereka, saya hanya memancing saja untuk membongkar kedok jahat mereka!" jelas Han dengan sedikit nada memburu emosi sebab, dirinya yang tidak salah malah dihadiahi pukulan keras oleh Ibra, atasannya sendiri.


"Hah, jadi kau.." terpotong ucapannya dan langsung meminta maaf kepada sekretarisnya.


"Maafkan saya ya Han, saya pikir kamu ikut menjadi bagian mereka, ternyata rupanya tidak," ucap Ibra dengan rasa bersalah.

__ADS_1


"Iya, saya maafkan Pak, tapi dengan satu syarat naikkan gaji saya dan bonus saya harus cair bulan ini," jawab Han.


"Hmm," gumam Ibra dengan terpaksa.


Saat mereka tengah bersuka cita karena mereka telah diselamatkan oleh sekretaris nya sendiri, namun mereka tidak tahu bahwa ada bahaya yang mengintainya.


"Ck, bodoh untung saja aku masih punya rencana cadangan," jawab seseorang dibalik bangunan hotel tersebut dan buru-buru menelepon seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah beberapa bawahannya yang menyamar jadi polisi yang saat ini masih bersama dengan Mila.


"Kalian, cepat bawa wanita tadi yang bersama dengan kalian agar kita jadikan sandera!" tegas si penelepon yang ternyata Hans.


Setelah itu, dengan jalan perlahan-lahan Hans langsung kabur dari tempat tersebut.


Sementara itu, di sisi lain Mila tampak terlihat mengerutkan keningnya karena heran, sebab jalan yang dia tuju sebelumnya bukanlah mengarah ke jalan ini.


"Pak polisi, kenapa kita ke jalan ini, bukankah jalan ini berbeda dari tempat proyek penyekapan Mas Ibra dan Mas Arya?" tanya Mila. Namun, para polisi yang bersama dengan Mila hanya diam saja, tanpa berbicara kepadanya sedikit pun.


"Diam lah! kau tak perlu berisik di dalam mobil ini!" jawab salah satu polisi yang juga berucap keras kepada Mila sehingga membuat Mila langsung terdiam.


Mila yang merasa tidak beres dengan para polisi tersebut, langsung bersiap-siap untuk melompat dari bak mobil mereka. Namun, saat Mila mengambil ancang-ancang untuk melompat, salah seorang dari mereka langsung mencegah Mila dengan cara menariknya.


"Hei, mau kabur dari sini ya, tentu saja tidak bisa," ucap salah seorang polisi. Namun, setelah mencegah Mila melompat, barulah mereka langsung melepaskan atribut polisi yang ternyata sesuai dugaan Mila, kalau mereka adalah polisi gadungan.


"Sudah kuduga kalau tidak ada yang beres dan ternyata benar dugaan ku, kalau mereka bukanlah polisi asli, namun gadungan," batin Mila dalam hati.


Niat hati Mila mau menyelamatkan Ibra dan Arya, malah dirinya yang sekarang berakhir diculik oleh mereka.


Saat setelah mencegah Mila melompat, salah satu orang diantara mereka langsung mengikat tangan dan kaki Mila, serta tidak lupa untuk menutup mulut Mila menggunakan lakban hitam.

__ADS_1


Saat ini, Mila berharap jika ada seseorang yang akan menolongnya dari para penjahat yang membawanya.


Kembali lagi dengan Arya dan Ibra. Setelah mereka bebas, kemudian Arya dan Ibra kembali ke dalam ruangan tempat mereka disekap untuk mengamankan Hans, sang musuh bisnis mereka.


"Pak Arya, sepertinya laki-laki itu sudah melarikan diri dari tempat ini," ujar Ibra yang mencoba mencari Hans di setiap sudut ruangan tersebut.


"Benar apa yang kamu katakan Pak Ibra, tapi kita harus mencarinya agar kita dapat menjebloskan dia ke dalam penjara," seru Arya.


"Benar Pak Arya, eh tapi tunggu kita sepertinya melupakan sesuatu tapi apa ya," pikir Ibra dan setelahnya barulah Ibra ingat kalau saat ini di tengah-tengah mereka tidak ada Mila.


"Han, ke sini kau!" seru Ibra.


"Iya Pak, ada apa ya?" tanya Han.


"Apa kah kau melihat Mila Han, soalnya sedari tadi aku tidak melihat Mila berada di antara kalian." Ucap Ibra dengan raut wajah panik.


"Hah, bukan kah Bu Mila aman saja Pak, soalnya tadi yang memberitahukan bahwa Bapak disekap adalah Bu Mila sendiri Pak, bahkan Bu Mila menelepon Ayah Anda untuk meminta bantuan terkait kalian yang disekap," jelas Han yang malah membuat Ibra terkejut, sebab jika Mila yang memberitahukan kepada ayahnya, seharusnya Mila juga berada di sini, namun malah dirinya yang tidak ada.


"Han, entah kenapa perasaan ku mengatakan kalau Mila saat ini sepertinya tidak baik-baik saja, apa lagi dia tidak datang bersama dengan kalian," ucap Ibra dengan gusar, sebab Ibra yakin kalau tidak ada yang beres dengan Mila.


Tidak berselang lama Ibra memikirkan Mila, tiba-tiba saja Arya mendatanginya dan langsung menunjukkan foto Mila yang disekap di dalam sebuah ruangan.


"Pak Ibra, kita harus segera menyelamatkan Mila dari para penjahat itu," kata Arya dengan nada memburu.


"Memangnya kenapa dengan Mila?" tanya Ibra dan langsung Arya menunjukkan ponselnya yang terdapat foto Mila disekap.


"Sial, kita harus bergerak sekarang juga, Han kerahkan bawahan ayahku untuk menyelamatkan Mila!" perintah Ibra dan langsung Han mengumpulkan para bawahan tersebut dan setelahnya langsung bergegas pergi untuk menyelamatkan Mila.

__ADS_1


__ADS_2