
Saat ini, seluruh rombongan pasukannya telah dikerahkan dan sekarang tiba lah dimana tempat Mila disekap.
"Akhirnya kalian datang sendiri ya Pak Ibra dan Pak Arya," ucap Hans dengan senyuman licik.
"Ck, tentu saja kami datang, karena kau telah menyekap Mila ku," jawab Ibra dengan percaya diri yang membuat Arya melongo seketika.
"Eh, bukan kah Mila itu tunangan ku, kenapa dia berani-beraninya mengakui kalau Mila miliknya," batin Arya dalam hati.
"Kalau kalian mau wanita itu, maka tanda tangani surat yang aku pegang saat ini, baru setelahnya aku akan membebaskan wanita itu," seru Hans dan setelahnya langsung memperlihatkan Mila yang dibawa oleh bawahannya.
Mila yang dibawa oleh orang suruhan Hans, langsung menggelengkan kepalanya, saat Hans menyuruh Arya dan Ibra menandatangani surat yang dia bawa, karena Mila tahu kalau isi surat tersebut adalah pengalihan kedua perusahaan milik Arya dan juga Ibra.
"Huh, baiklah aku akan menandatanganinya terlebih dahulu, apa lagi Mila adalah tunangan ku, namun aku ingin saat aku sudah menandatangani surat itu, kau juga harus mendekatkan aku dengan Mila." Jelas Arya pasrah.
"Baiklah aku setuju, sekarang ayo tanda tangani surat ini," ucap Hans dan setelahnya Arya mendekat ke arahnya untuk menandatangani surat tersebut.
Saat Arya hendak menandatangani surat tersebut, tiba-tiba saja terdengar suara tembakan yang entah dari mana asalnya dan langsung mengenai beberapa bawahan Hans, termasuk bawahan Hans yang saat ini menjaga Mila.
Dor.
Dor.
Dor.
Beberapa peluru berhasil mengenai bawahan Hans dan alhasil saat ini suasananya menjadi riuh. Sementara itu, Mila yang memiliki peluang langsung kabur begitu saja.
__ADS_1
"Ayo, serang mereka semua," seru Hans yang situasinya sudah mulai terdesak saat ini.
Mendengar perintah atasannya, membuat beberapa bawahan yang tersisa tidak menuruti perintah Hans karena dilihat dari apapun, mereka sudah kalah jumlah sehingga otomatis yang bisa dilakukan oleh bawahan Hans adalah melarikan diri demi menyelamatkan nyawa masing-masing.
"Bagaimana Hans, sekarang situasinya sudah berbalik arah, Mila sudah berada di sisi ku dan juga seluruh bawahan mu juga kabur, jadi lebih baik kau menyerah saja," ujar Ibra yang membuat Arya lagi dan lagi menjadi heran akan ucapan Ibra.
"Ck, menyerahkan diri kepada kalian, itu tidak mungkin karena aku akan.." langsung melarikan diri. Namun, saat Hans melarikan diri, tiba-tiba ada sebuah peluru yang meluncur dan langsung menebus ke kakinya sehingga membuat Hans mengadu kesakitan dan juga membuatnya tidak lagi bisa berjalan.
"Sekarang, kalian bawa dia ke kantor polisi, agar dia mendekam selamanya dibalik jeruji besi!" perintah Ibra dan segera bawahan ayahnya langsung membawa Hans.
Setelah melewati drama penyelamatan itu, Ibra lantas bergegas mendekati Mila untuk menanyakan kondisinya.
"Mila, bagaimana kondisi kamu, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ibra dengan nada khawatir.
"Iya, aku baik-baik saja Mas." Jawab Mila pelan.
"Hmm, iya sudah kalau begitu lebih baik kita semua kembali ke hotel untuk membersihkan diri masing-masing, sekaligus beristirahat agar kembali fit dalam bekerja besok, apa lagi kita harus menyelesaikan kendala pembangunan proyek hotel kita," ucap Ibra dan setelahnya langsung bubar begitu saja.
......................
Keesokan harinya, baik Mila, Ibra dan Arya kembali meninjau ulang proyek pembangunan hotel tersebut. Dimana, mereka melakukan beberapa perbaikan dari proyek tersebut mulai dari perbaikan sumber bahan-bahan bangunan sekaligus pekerja yang nantinya akan membangun kembali hotelnya.
"Huh, akhirnya kita dapat menyelesaikan masalah ini, nah karena semua masalah telah berakhir, maka aku akan mentraktir kalian semua sekaligus syukuran karena sebentar lagi akan diadakan pernikahan ku dengan Mila," ucap Arya dengan girang.
Semua yang mendengar ucapan Arya langsung bersorak riang. Namun, beda halnya dengan Ibra yang mendengarkan ucapan Arya langsung terduduk lemas, sebab perjuangannya untuk mendapatkan Mila akhirnya pupus sudah.
__ADS_1
Saat semua orang ikut dengan Arya makan di dekat rumah makan tepat dihadapan proyek hotel yang mereka bangun, maka lain halnya dengan Ibra yang langsung kembali ke dalam hotel untuk bersiap-siap pulang hari ini juga.
Ibra beralasan pada Arya, kalau saat ini dirinya tidak sedang lapar sehingga Ibra segera pamit untuk kembali ke hotel terlebih dahulu.
Arya yang mendengar perkataan Ibra langsung paham, kalau sebenarnya Ibra tidak ingin bergabung dengannya, apa lagi Ibra masih belum move on dengan Mila, mantan istrinya sendiri.
Keesokan paginya, Ibra terlebih dahulu berpamitan pulang, meninggalkan Arya dan juga Mila. Kemarin malam, Ibra merenungkan semuanya terkait mantan istrinya dan akhirnya Ibra tersadar kalau Mila memang tidak bisa lagi kembali bersamanya.
"Saya pamit dulu ya Mil dan Pak Arya, karena saya masih ada kegiatan lain yang mendesak," ucap Ibra bohong.
"Iya Mas, kamu hati-hati ya di jalan, nanti juga aku dan Mas Arya akan pulang, mungkin kami ingin membeli sedikit oleh-oleh dulu untuk dibawa pulang," jawab Mila dengan senyuman manis, sehingga membuat Ibra buru-buru memutuskan tatapannya dari wajah Mila karena Ibra takut kalau dirinya semakin mencintai mantan Istrinya, sehingga membuat Ibra menjadi sulit untuk mengikhlaskannya.
Setelah Ibra pergi meninggalkan Mila dan juga Arya, kemudian Ibra berlalu pergi menuju ke rumah orang tuanya untuk melihat kedua anaknya.
Ya, sekarang Ibra hanya memiliki mereka berdua saja yaitu Andrew dan juga Syifa anaknya. Ibra akan berjanji kepada kedua anaknya akan menjadi sosok ayah yang akan selalu ada untuk Andrew dan Syifa.
"Ayah, akhirnya pulang juga, oh iya Mama mana Yah?" tanya Syifa.
"Mama kamu masih ada urusan sayang, nanti juga akan pulang, oh iya bagaimana Syifa dan Andrew di rumah kakek dan nenek, apakah kalian betah tinggal di sini?" tanya Ibra mengalihkan topik pembicaraan.
"Betah Yah, apa lagi kakek sama nenek mau Syifa ajak main," jawab Syifa kembali.
"Kalau Andrew sendiri, bagaimana Nak, apa kamu betah tinggal di sini?" tanya Ibra kembali yang ditujukan kepada Andrew.
"Betah Yah, apa lagi tadi pagi Andrew diajak sama kakek pergi memancing dan kami dapat ikan yang sangat besar Yah," jelas Andrew sambil mendetailkan besarnya ikan yang dia dapat.
__ADS_1
"Kalau kalian betah, berarti mau dong nanti tinggal di sini bersama Ayah, kakek dan juga nenek, nanti kita akan main sepuasnya," pancing Ibra.
"Hmm, kalau untuk tinggal di sini berlama-lama tidak bisa Yah, soalnya kami tidak bisa meninggalkan Mama dalam waktu yang lama, apa lagi Mama sedih kalau ditinggal oleh kami," jelas Andrew kembali dan mendapatkan anggukan kepala dari Syifa seraya setuju dengan ucapan Andrew.