Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Pertunangan


__ADS_3

"Aduh sakit," ucap Mila mengadu kesakitan, sebab tangannya diremas kuat oleh Ibra.


"Kamu kenapa Mila, apa yang sakit?" tanya Arya begitu juga dengan Ibra yang seolah-olah tidak tahu menahu dan ikut bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti Arya.


"Ini Pak, tadi tanganku hanya kesemutan saja, mungkin terkena sentuhan setan," jawab Mila seadanya yang kemudian tersenyum mengejek ke arah Ibra.


"Ah kamu becanda saja Mila, ya sudah kalau begitu kami permisi dulu ya Pak Ibra, mau mencari tempat duduk," ucap Arya mengakhiri percakapan nya dengan Ibra.


Namun, saat Arya dan juga Mila ingin pergi mencari tempat duduknya, tiba-tiba Ibra menyarankan mereka untuk duduk bersama satu meja dengannya.


"Pak Arya dan Bu Mila, kenapa kita tidak satu meja saja, itu di sana tempat saya," tunjuk Ibra ke arah depan.


Setelah itu, baik Mila, Arya dan juga Ibra bersama-sama berjalan menuju ke meja yang tadi ditunjuk oleh Ibra.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya pesta yang dibuat oleh Ibra, akhirnya dimulai juga, dimana saat ini Ibra naik ke atas panggung untuk memulai acaranya.


"Terima kasih para hadirin yang telah hadir di acara saya, mungkin ini hanya lah pesta kecil yang saya buat hanya untuk menyambut rekan-rekan kerja semua serta untuk memberikan pengumuman kecil, namun nanti di akhir acara agar menjadi kejutan untuk kalian semua, baiklah mungkin itu saja penyambutan dari saya dan terima kasih telah berhadir di pesta ini," jelas Ibra panjang lebar dan kemudian turun kembali menuju ke meja Arya dan juga Mila.


Saat Ibra telah duduk di tempat nya, maka kembali Ibra mencoba menyakiti Mila, dengan cara menginjak kaki Mila dengan menggunakan kaki jenjang miliknya, sehingga lagi dan lagi membuat Mila meringis kesakitan dan mencoba melepaskan pijakan kaki Ibra.


Dengan segala upaya, akhirnya Mila bisa melepaskan kaki Ibra yang menginjak kaki Mila. Jika ada yang bertanya kenapa Arya tidak melihat perbuatan Ibra, jawabannya adalah karena meja yang saat ini mereka pakai ditutupi oleh sebuah kain yang menjuntai ke bawah hingga menutup kaki mereka.


Setelah terlepas, lalu Mila mencoba membalas dengan cara menginjakkan kuat kakinya yang menggunakan sepatu hak tinggi, sehingga sekarang giliran Ibra yang menjerit kesakitan.


"Aduh, sakit sialan," ucap Ibra dengan kelepasan menggunakan perkataan kasar nya.

__ADS_1


Mendengar teriakkan Ibra, sederet tamu undangan menatap ke arahnya dengan tatapan yang berbeda-beda mereka tunjukkan. Ada yang menatap Ibra heran, sinis atau pun menghina, karena secara tidak langsung mereka melihat sendiri bagaimana pemimpin perusahaan Ibra Jaya mengumpat dengan kata-kata kasar.


Melihat tatapan-tatapan itu, membuat Ibra berdiri dan meminta maaf kepada hadirin semuanya dengan cara menundukkan setengah badannya dengan posisi seratus delapan puluh derajat, baru setelah itu Ibra kembali duduk di tempat nya.


Ibra duduk dengan menatap tajam ke arah Mila yang telah berani menginjak kakinya, bahkan rasanya kalau tidak ada orang lain disekitar mereka, pasti Ibra sudah mengeluarkan semua umpatannya untuk Mila.


"Sial, wanita ini berani sekali membalas ku," batin Ibra dalam hati.


Sekarang ini, rangkaian demi rangkaian acara telah berlalu, hingga pada akhirnya ada satu acara terakhir sebelum selesai dengan pesta nya.


Dengan berdiri kokoh, Ibra sudah kembali berada di atas panggung.


"Baik, karena ini adalah acara terakhir, maka ada satu hal yang ingin aku katakan, sekarang keluar lah kamu sayang," ucap Ibra dan setelahnya, keluar seorang wanita cantik dari balik panggung, dimana wanita itu memiliki jenjang kaki yang sangat tinggi, kulit mulus, wajah cantik yang persis seperti seorang model kelas atas.


Ibra lalu berjongkok di depan Siska dan kemudian memasangkan cincin itu, tepat di hadapan para tamu undangan, termasuk Mila dan juga Arya.


Melihat apa yang mantan suaminya lakukan, seketika batin Mila teriris sakit, apa lagi Mila melihat pertunangan Ibra dan Siska wanita yang dia duga penyebab perceraiannya dengan matanya sendiri.


Tidak ingin berlama-lama berada di tempat itu, Mila langsung mencoba keluar dari pesta itu. Namun saat Mila melangkahkan kakinya keluar, secara mengejutkan tiba-tiba saja Mila dipanggil oleh Ibra.


"Untuk melihat momen kebahagiaan ini, maka aku ingin Pak Arya dan juga Bu Mila ikut naik ke atas panggung bersama kami," seru Ibra dengan sedikit senyuman licik, sebab rencana Ibra kali ini berhasil, dimana dirinya ingin membuat Mila, sang mantan istrinya cemburu kepadanya.


Mendengar ucapan Ibra, mau tidak mau Mila berhenti dari posisinya dan menatap ke arah panggung.


Sementara Arya, langsung menarik lembut tangan Mila untuk ikut naik bersamanya di atas panggung.

__ADS_1


"Wah, ternyata ini kejutan dari Pak Ibra, selamat ya Pak atas pertunangan kalian," ucap Arya yang pertama kali memberikan ucapan selamat kepada Ibra dan pasangannya. Sementara untuk Mila, dirinya hanya diam membisu saja.


"Terima kasih Pak Arya atas ucapan selamatnya dan untuk Bu Mila, apakah tidak ada ucapan selamat untukku dan juga Siska?" tanya Arya dengan sedikit memberikan penekanan di akhir kata-katanya.


"Oh iya, selamat ya Pak Ibra atas pertunangan kalian, saya hanya mendoakan saja yang terbaik untuk kalian berdua," jawab Mila dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


Setelah memberikan ucapan selamat untuk mantan suaminya, Mila buru-buru keluar dari pesta itu, karena tidak sanggup lagi jika harus berada di dalam sana.


Melihat jika Siska pergi begitu saja, membuat Arya lantas menyusulnya.


Saat ini, Mila sudah berada di luar pesta dan sekarang dirinya langsung menumpahkan segala bentuk kesedihannya. Bahkan tak tanggung-tanggung, air mata Mila sudah begitu deras mengalir dari sudut matanya.


"Kenapa rasanya sakit sekali di hati ini, apa aku belum ikhlas melihat Mas Ibra bahagia bersama dengan yang lain," imbuhnya pelan.


Sementara Arya yang sudah berhasil menyusul Mila, secara mengejutkan melihat Mila yang menangis begitu saja.


"Mila, ada apa dengan kamu, kenapa kamu menangis seperti ini," seru Arya pelan sembari mencoba menenangkan Mila.


"Pak Arya, apakah wanita seperti ku tidak boleh bahagia, kenapa rasanya sakit sekali melihatnya bahagia bersama dengan yang lain," ucap Mila yang tiba-tiba saja langsung memeluk Arya, sedangkan Arya yang tiba-tiba dipeluk Mila, hanya bisa mengelus punggung Mila seraya mencoba untuk menenangkannya.


"Mila, sebenarnya ada apa dengan mu, coba cerita dengan ku Mila," kata Arya dengan lembut, sehingga Mila yang melihat kalau Arya bisa diajak curhat, langsung menjelaskan duduk permasalahannya dari awal hingga akhir. Bahkan, Mila bercerita kalau dirinya diceraikan oleh suaminya yaitu Ibra dengan talak tiga, akibat dari adanya wanita lain dan perjodohan paksa antar kedua orang tua masing-masing.


Mendengar perkataan Mila, membuat dada Arya bergemuruh marah, karena akhirnya dia tahu apa yang menyebabkan wanita yang mulai dia sukai menjadi sedih seperti ini.


"Mila, kalau aku tahu ternyata laki-laki bajingan yang menceraikan kamu adalah Ibra, pasti aku akan memutuskan kerja sama dengannya, pokoknya kamu harus kuat dan bahagia Mila, karena aku akan berjanji mulai detik ini akan mencoba membahagiakan kamu, entah itu sebagai teman atau pasangan," batin Arya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2