Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Ibra Kesetanan


__ADS_3

Ibra yang masih melihat ke dua insan itu masih bermesraan, seketika dara yang ada ditubuhnya mendidih juga dan pada akhirnya Ibra langsung menghampiri keduanya.


"Siska, kenapa kamu ada di sini dan kenapa harus bermesraan dengan pria lain, apa jangan-jangan kamu selingkuh hah!" bentak Ibra kuat, seraya memandang ke arah keduanya dengan tajam.


Melihat Ibra yang tiba-tiba datang, membuat Siska terkejut. Namun, tidak lama kemudian dirinya terlihat biasa saja, bahkan momen seperti ini lah yang ditunggu-tunggu oleh Siska.


"Kamu lihat sendiri kan Mas, tidak perlu aku jelaskan juga pasti sudah tahu kalau dia adalah pacar baru ku," ucap Siska dengan tenang.


"Apa, tega sekali kamu mengkhianati aku Siska, memangnya apa kurangnya aku selama ini, semua yang kamu butuhkan pasti aku berikan, bahkan aku juga sudah menceraikan istriku demi kamu Siska!" balas Ibra dengan perasaan marah, sebab semua usahanya terlihat sia-sia.


"Ck, memang kamu pikir aku ada meminta semua itu Mas, kan kamu sendiri yang memberikannya kepada ku, ya tentu saja aku tidak menolaknya, sudah lah Mas lebih baik kita akhiri saja semuanya dan segera Mas tinggalkan apartemen ku, sebab aku tidak mau memelihara beban seperti kamu," seru Siska dengan ucapan yang sangat pedas, bahkan sampai-sampai beberapa orang yang berada di warung itu langsung menoleh ke arah mereka.


Melihat suasana yang sudah tidak kondusif lagi, Ibra buru-buru langsung pergi begitu saja, sebab jika terus dilanjutkan akan membuat dirinya semakin malu akibat beberapa caci maki dari beberapa orang yang melihatnya bertengkar dengan Siska.


"Ah sial, gara-gara wanita itu, aku sudah kehilangan semuanya, tunggu saja Siska pokoknya kamu harus merasakan kemarahan ku," batin Ibra dalam hati.


Ibra akhirnya kembali menuju ke apartemen milik Siska, bukan untuk mengemas pakaiannya karena sudah diusir Siska, melainkan untuk menunggu wanita itu pulang untuk memberikan perhitungan kepadanya.


Beberapa jam sudah Ibra menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Siska pulang dengan membawa beberapa barang-barang yang dia dapatkan dari pacar barunya.


"Akhirnya kamu pulang juga, tidak perlu lama-lama aku menunggu kamu," ucap Ibra dingin dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah Siska.

__ADS_1


"Loh, kamu belum pergi juga Mas, kan sudah aku usir dari apartemen ku ini," jawab Siska dengan angkuh.


"Ck, pergi tentu saja aku akan pergi, tapi sebelum itu aku harus membuat perhitungan dulu denganmu, sebab gara-gara kamu, semua yang aku miliki sudah tidak ada," ujar Ibra dengan langkah perlahan-lahan mendekat ke arah Siska.


Sorot mata yang tajam dan dingin yang ditampilkan dari Ibra, membuat bulu kuduk Siska merinding dan perlahan-lahan juga, Siska mulai berjalan mundur ke belakang sampai mentok menabrak dinding.


"Mas, jangan kamu apa-apakan aku, ingat aku bisa melaporkan kamu ke pihak polisi," ucap Siska dengan nada bergetar.


"Lalu aku pikir takut, gara-gara wanita sialan seperti kamu itu, aku kehilangan segalanya dan sekarang rasakan ini," seru Ibra sembari mendekat ke arah Siska dan langsung mencekiknya dengan erat.


Siska yang tiba-tiba langsung dicekik Ibra, langsung merasa sesak seketika, sehingga yang bisa dia lakukan hanyalah memberontak sembari melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya untuk memancing para tetangga datang ke dalam apartemen miliknya.


Saat dirinya mulai kehabisan napas, di saat itulah baru berdatangan tetangga Siska dan mencoba melepaskan cengkeraman tangan Ibra dari leher Siska.


Tenaga Ibra yang begitu kuat, membuat beberapa warga sangat sulit untuk melepaskannya, karena terlihat kalau Ibra saat ini persis seperti orang yang sedang kesetanan.


Hingga, salah satu warga berinisiatif dengan memukul tengkuk Ibra dan akhirnya, tangan Ibra terlepas dari leher Siska.


Saat leher Siska sudah tidak lagi tercekik, buru-buru Siska mengambil pasokan oksigen yang ada, seraya memegangi lehernya yang terlihat sangat sakit. Bahkan beberapa tetangganya juga melihat kalau leher Siska sudah memiliki cap tangan Ibra.


"Bapak-bapak, saya mohon usir dia keluar dari sini, soalnya dia hampir membunuh saya," keluh Siska dan segera mereka melakukan apa yang dikatakan oleh Siska.

__ADS_1


Terlihat saat ini mereka telah membawa Ibra keluar, walaupun Ibra memberontak tetapi mereka berhasil sudah membawa Ibra keluar dari apartemen Siska, bahkan tak lupa beberapa pakaian milik Ibra juga ikut mereka campakkan.


Sekarang entah bagaimana kelanjutan dari nasib Ibra yang terbilang menyedihkan, apa lagi sekarang dirinya sudah tidak memiliki tempat tinggal satu pun. Satu-satunya yang Ibra harapkan hanyalah orang tuanya. Semoga mereka mau kembali menampung Ibra.


Kembali dengan Mila yang masih terpikir akan perkataan Pak Arman, mantan ayah mertuanya yang memberikan sertifikat rumah tempat dirinya dulu tinggal bersama Ibra.


Kilas balik.


Selesai dengan penjelasan Mila, Pak Arman, Arya dan juga Mila langsung makan bersama di restauran itu dan setelahnya baru Arya dan Mila pamit untuk kembali ke kantor. Namun, saat Mila hendak pergi, tiba-tiba Pak Arman mengatakan kalau dirinya ingin berbicara empat mata bersama Mila, sehingga mau tidak mau Arya meninggalkan Mila sendiri di restauran itu.


"Mila, ada satu hal yang ingin Ayah sampaikan ke kamu, tunggu biar Ayah ambil dulu," ucap Pak Arman sembari mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya.


Terlihat Pak Arman memberikan sebuah sertifikat ke Mila yang ternyata adalah sertifikat rumah yang dulu dia tempati bersama Ibra.


"Ini bukan kah Sertifikat rumah, kenapa Ayah memberikan ini ke Mila dan kenapa namanya beralih menjadi nama Mila?" tanya Mila dengan raut wajah bingung, sebab saat dirinya menikah dengan Ibra, sertifikat rumah sudah menjadi atas nama Ibra bukan dirinya.


Tapi setelah baru melihatnya lagi, Mila terkejut sebab ternyata sertifikat rumah itu sudah beralih menjadi atas namanya.


"Mila, Ayah memberikan sertifikat rumah itu hanya sebagian kecil saja dari harta Ibra dan ini nilainya juga masih sedikit, seharusnya kamu bisa mendapatkan yang lebih lagi, tapi Ayah yakin kamu akan menolaknya juga dan oh iya, Ayah sudah daftarkan Andrew dan Syifa menjadi pemilik saham Ibra Jaya dengan masing-masing sebesar 30 persen dan 15 persen," jelas Pak Arman kembali yang seketika membuat Mila memelototkan matanya. Sebab saham yang diberikan oleh Pak Arman untuk kedua anaknya terbilang cukup besar, bahkan sampai besarnya menjadikan kedua anaknya pemegang saham terbesar di Ibra Jaya.


Entah lah, sekarang yang Mila pikirkan adalah apakah Ibra, sang mantan suaminya setuju atau tidak terkait saham yang diberikan oleh mantan mertuanya.

__ADS_1


Selesai kilas balik.


__ADS_2