
"Maaf Tante, jika Mila lancang mungkin lain kali harus lebih teliti lagi, apakah itu racun atau bukan dan tidak mungkin Mila menuangkan cuka ke minuman Tante kecuali," terpotong ucapannya.
"Terkecuali apa, kamu menuduh saya kalau saya yang menuangkannya sendiri, memangnya kamu punya bukti hah!" bentak Tante Rina dengan keras, sehingga membuat Bu Salma langsung menepuk pelan pundak Tante Rina seraya menyuruhnya untuk sabar.
"Bukan menuduh Tante, dari pada menuduh, lebih baik kita lihat kamera pengawas saja, kan di ruang tamu ini ada kamera pengawas," balas Mila yang mencoba untuk melihat rekaman dari kamera pengawas, namun tiba-tiba langkahnya langsung terhenti sebab Tante Rina mencegahnya dan mengatakan tak perlu diperpanjang lagi masalahnya.
"Sudahlah kalau ini bukan salahmu, Tante minta maaf, kalau begitu Tante mau pulang dulu ya, maaf enggak bisa berlama-lama di sini, aku duluan ya Salma," ucap Tante Rina dengan nada terbata-bata dan setelahnya bergegas pergi dari rumah Mila.
Melihat hal itu, baik Mila dan Bu Salma hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, sebab mereka akhirnya tahu kalau Tante Rina memang bukanlah orang yang baik, terutama Bu Salma yang sedikit terkejut dengan tingkah laku Tante Rina.
Setelah keluar dari rumah itu, Tante Rina tak henti-hentinya menggerutu, sebab lagi dan lagi rencananya kembali gagal untuk mempermalukan Mila dihadapan sahabatnya yaitu Bu Salma.
Kembali lagi dengan Mila yang saat ini tengah bermain-main bersama Andrew dan juga Syifa serta Mama mertuanya. Terlihat sekali kalau Mama Mertuanya sangat menyayangi kedua anaknya. Walaupun kedua anaknya bukanlah cucu kandungnya. Namun, Mama Mertuanya memang sangat tulus menyayangi Andrew dan juga Syifa.
"Sayang, besok lagi ya mainnya, Oma mau pulang dulu, apa lagi sekarang hari sudah mulai petang," ujar Bu Salma kepada Syifa.
"Iya Oma, kapan-kapan kita lanjutkan lagi ya main bonekanya," jawab Syifa dan setelahnya Bu Salma berpamitan kepada Mila untuk pulang.
"Sayang, Mama pulang dulu ya."
"Ya ... Mila pikir Mama akan menginap di sini." Ucap Mila.
"Kapan-kapan saja menginapnya, kalau sekarang lagi sibuk di rumah, nanti kalau ada waktu kosong Mama pasti akan menginap kok di sini," jelas Bu Salma dan setelah itu berpamitan pulang.
Sementara itu, di sisi lain Arya yang sedari tadi membaca isi dokumennya, tidak henti-hentinya selalu menggelengkan kepalanya, karena saat ini tampak sekali kalau dirinya tidak bisa fokus. Apa lagi mengingat kejadian tadi siang yang tiba-tiba saja Anya masuk ke dalam ruangannya dan langsung mengecup bibirnya.
Perlahan namun pasti, Arya selalu memegang bibirnya yang dikecup oleh Anya, bahkan tanpa Arya sadari dirinya sedikit tersenyum kecil saat mengingatnya membalas kecupan Anya. Sekarang Arya pikir kalau kecupan tersebut benar apa yang dikatakan oleh Anya yaitu kecupan karena persahabatannya saja dengan Anya.
Menjelang sore harinya, Arya langsung bergegas pulang ke rumah karena tidak sabar untuk melihat istri barunya yaitu Mila. Membayangkan Mila membuatnya ingin sekali mengulang malam pertamanya bersama sang istri.
__ADS_1
Saat diperjalanan pulang, Arya tak henti-hentinya berkhayal untuk kembali melakukan malam pertama dengan Mila, hingga membuat fokusnya berkendara menjadi buyar dan membuatnya hampir saja menabrak seorang wanita. Sehingga membuat Arya langsung menghentikan laju mobilnya.
Wanita yang hampir ditabrak oleh Arya langsung menggedor-gedor pintu kaca mobilnya, seraya menyematkan sumpah serapah yang ditujukan untuk Arya.
"Buka pintunya atau aku akan berteriak di sini," imbuh wanita tersebut, sehingga membuat Arya langsung membuka pintu mobilnya dan ternyata wanita itu adalah Anya, sahabatnya sendiri.
"Mas Arya, jadi Mas yang menabrak Anya," kejut Anya dan dirinya langsung malu karena sudah menyumpahi Arya secara langsung dan semoga saja tidak didengar oleh Arya, batin Anya dalam hati.
"Maaf ya Anya, kamu bagaimana apa ada yang sakit?" tanya Arya dengan raut wajah khawatir, sehingga membuat Anya langsung mengubah mimik wajahnya menjadi orang yang kesakitan.
"Aduh Mas, kaki Anya sakit sekali digerakkan, apa lagi bokong Anya juga sakit," keluh Anya.
"Iya sudah, kalau begitu kita ke rumah sakit saja ya," balas Arya namun Anya langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak usah Mas, cukup bawa Anya kembali pulang ke rumah saja."
"Ck, sepertinya aku bisa membuat rencana lain, agar Mas Arya berada digenggaman tanganku," batin Anya dalam hati sembari menatap Arya dengan tatapan penuh arti.
Sesampai di rumahnya, Arya langsung menggendong Anya untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Eh Nak Arya, kenapa kamu menggendong Anya, apa yang terjadi dengan Anya Nak?" tanya Tante Rina.
"Maaf ya Tan, sebenarnya tadi Arya tidak sengaja menabrak Anya," jawab Arya pelan karena merasa tidak enak dengan Tante Rina.
"Apa, Anya ketabrak!"
"Tapi kamu tidak apa-apa kan Anya?" sambung Tante Rina dengan nada khawatir.
"Tidak apa-apa Ma, oh iya Mas dudukkan saja Anya di ruang tamu," pinta Anya dan segera Arya mendudukkan Anya di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Setelah itu, barulah Arya mencoba untuk pamit pulang.
"Anya sama Tante, Arya pamit pulang dulu ya, nanti kalau Anya ada apa-apa bilang ke Arah, biar Arya bawa ke rumah sakit kalau sakit di kakinya bertambah parah."
"Iya Nak, tapi sebelum pulang Tante buatkan minum dulu ya, sebentar saja kok."
"Tidak usah Tan, ngerepotin." jawab Arya tak enak hati.
"Sudahlah tidak apa-apa Mas, kami selalu begitu kok menjamu tamu, tapi biar Anya saja Ma yang membuat minumannya, kaki Anya sudah agak mending kok," ucap Anya dan berlalu menuju dapur.
Sesampai di dapur, Anya langsung membuatkan teh untuk Arya dan setelah itu Anya mencampurkan sesuatu ke dalam minumannya.
"Nah selesai, kalau begini kan aku tidak perlu berlama-lama untuk bisa menjadi istri Mas Arya," ucap Anya dengan senyuman liciknya dan setelah itu kembali ke ruang tamu.
"Ini Mas diminum dulu," sambung Anya dan setelah itu Arya langsung minum minuman buatan Anya karena dirinya sudah tidak sabar untuk kembali pulang.
"Sudah tandas, jadi Mas bisa," terhenti ucapannya karena tiba-tiba Arya merasa hawa dalam dirinya sangatlah panas.
"Aduh, kok panas banget ya," batin Arya dalam hati.
Melihat Arya yang seperti orang kepanasan, tentu saja membuat Anya langsung mendapatkan angin segar dan membuat kode ke Mama nya untuk segera pergi dari ruang tamu. Setelahnya tanpa berlama-lama Anya mendekati Arya namun tak lupa untuk melepaskan seluruh pakaiannya.
"Mas Arya kenapa?" tanya Anya sembari mendekat ke arah Arya.
"Enggak tahu, entah kenapa rasanya badan Mas sangat panas sekali," jawab Arya dan kemudian menoleh ke arah Anya.
Saat menoleh ke arah Anya, betapa terkejutnya Arya karena Anya tidak mengenakan satu busana pun dan setelahnya Anya langsung menindih Arya.
"Mas, hari ini dan seterusnya kamu adalah milikku," ucap Anya dan setelahnya tanpa aba-aba Anya membuka seluruh pakaian milik Arya yang sekarang tampak tidak sadar karena sudah berada dalam pengaruh obat yang diberikan oleh Anya. Sehingga akhirnya sesuatu yang seharusnya tidak terjadi maka terjadilah. Dimana saat ini, Arya dan Anya melakukan hubungan terlarang yang hanya dilakukan oleh pasangan suami istri.
__ADS_1