Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Gugatan


__ADS_3

Setelah sesampai di rumah, Mila lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya dengan menggandeng tangan Andrew dan juga Syifa.


Masih terbayang jelas diingatan Mila, dimana saat Ibra dengan mantap mengucapkan untuk merebut hak asuh kedua anaknya. Bahkan tanpa sadar, Ibra yang memaksa Mila untuk merebut hak asuh Andrew dan juga Syifa, seketika membuat Mila menjadi benci kepada mantan suaminya. Selain menjadi pria brengsek, rupanya Ibra adalah pria yang tidak tahu malu, sebab tanpa pernah mendekati kedua anaknya, tiba-tiba saja Ibra meminta hak asuh Andrew dan juga Syifa, kedua anaknya yang saat ini menjadi penyemangat untuk Mila.


"Mama, dimana ayah soalnya ada yang mau Mila bicarakan ke ayah," seru Mila dengan raut wajah yang begitu serius.


Bahkan mendengar ucapan sang anak, membuat Mama Ami mengerutkan keningnya, sebab Mila tidak biasanya mencari ayahnya, apa lagi dari nada bicaranya seperti seseorang yang sedang terdesak saja.


"Nak, jika ada yang mengganggu pikiran kamu, coba kasih tahu Mama, pokoknya jangan kamu menyimpan semua masalah kamu sendiri sayang, nanti bisa membuat kamu stress," ujar Mama Ami yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Mila yang seperti tidak biasanya, bahkan saat ini Mila terlihat berjalan maju mundur seperti orang yang tidak bisa diam di tempat.


Masih dengan kegiatan yang sama yaitu berjalan maju mundur, tiba-tiba saja Mama Ami menghentikan pergerakan Mila dan mengarahkan pandangan anaknya melihat ke arah pintu masuk.


"Berhenti berjalan maju mundur sayang, lihat di depan pintu itu siapa yang masuk," tunjuk Mama Ami yang ternyata ayah nya Mila sendiri yang masuk, bahkan terlihat ayah Herman, nama ayah Mila sedang membereskan sepatu yang dia pakai.


"Akhirnya Ayah pulang juga, ayo kita masuk dulu Ayah, soalnya ada yang mau Mila sampaikan ke Ayah," ucap Mila sembari menarik tangan ayah nya menuju ke ruang tamu.


Tanpa aba-aba, Mila langsung mengutarakan terkait kejadian hari ini tentang Ibra, mantan suaminya yang menggugat hak asuh kedua anaknya.

__ADS_1


"Ayah, sebenarnya ada sesuatu hal yang mau Mila sampaikan, tadi saat Mila bertemu dengan Ibra, mantan suami Mila, dia ingin meminta Mila untuk menyerahkan hak asuh Andrew dan juga Syifa kepadanya, bahkan tak tanggung-tanggung saat ini Ibra telah mengajukan gugatan terkait hak asuh kedua anak Mila," jelas Mila dengan singkat yang membuat Ayah Herman langsung meradang seketika. Bahkan terlihat dari raut wajahnya yang tampak merah seperti seseorang yang tengah menahan amarah.


"Apa, berani sekali pria brengsek itu mengajukan hak asuh atas ke dua cucu ku, apa dia pikir dia bakal menang melawan aku!" imbuh Ayah Herman dengan nada tegasnya.


"Pokoknya, kita juga harus melawan dia Mila, jangan sampai ke dua cucu ku berada di pria brengsek itu, bisa-bisanya cucu ku tidak dia urus dengan baik, jangankan mengurus ke dua cucu ku, untuk hanya sekedar bersama saja tidak pernah pria brengsek itu lakukan!" sambung Ayah Herman yang sekarang tampak begitu marah, sampai-sampai Ayah Herman membuka kedua kancing bajunya hanya untuk sekedar mendinginkan hatinya yang sudah terlanjur panas, karena mendengar aduan dari anaknya.


Mila yang melihat sendiri perubahan sikap sang ayah, langsung saja dengan cepat mengambilkan air dingin untuk Ayah Herman minum, agar dapat menyejukkan kembali hatinya yang sudah terlanjur panas.


"Ini minum dulu Ayah, biar menyegarkan hati dan pikiran Ayah," ucap Mila sambil memberikan segelas air dingin ke Ayah Herman.


"Nak, kamu tenang saja, besok Ayah mau mencoba menemui sahabat Ayah yang bekerja di firma hukum, pokoknya kita yang harus memenangkan gugatan hak asuh kedua anakmu," imbuh Ayah Herman dan setelahnya mereka mengakhiri percakapan itu, karena sudah memasuki waktu malam, sehingga membuat Mila segera menyiapkan makan malam nya.


Keesokan harinya, Mila kembali bekerja seperti biasanya. Namun, hari ini entah kenapa perasaan Mila tidak tenang, apa lagi masih teringat jelas dengan perkataan Ibra, sang mantan suami yang ingin merebut hak asuh kedua anaknya. Bahkan, hal yang membuat Mila menjadi semakin buruk perasaannya adalah terkait pertemuannya dengan Ibra saat ini juga dan Mila sudah pastikan, kalau Ibra akan terus mengganggunya saat pertemuan nanti.


Baru saja Mila memasuki gedung kantornya, terlihat dari arah berlawanan kalau Ibra seperti sedang menunggu seseorang, yang tidak lain adalah menunggu Mila sendiri.


Saat jarak diantara keduanya sudah semakin dekat, Mila langsung buru-buru mempercepat langkah kakinya. Namun, baru saja melewati Ibra, tiba-tiba saja tangannya langsung dicekal oleh Ibra.

__ADS_1


"Mau ke mana sih Mila, buru-buru sekali mantan istri ku ini, pasti mau menemui Arya ya, biar dia tergoda dengan mu," ucap Ibra dengan nada mengejek, bahkan kedua matanya terlihat seolah-olah merendahkan Mila.


Tanpa mau mendengarkan ucapan sang mantan suami, Mila lalu buru-buru melepaskan tangannya yang dicekal oleh Ibra. Namun, tetap saja tangannya sulit untuk dilepaskan.


"Mas Ibra, bisa tidak sih, satu hari saja kamu tidak menggangu aku lagi, apa kah sulit sekali untuk kamu tidak mengganggu aku?" tanya Mila dengan pelan.


"Tentu saja, hidup ku saat ini untuk mengganggu kamu Mila, sampai kamu menyerahkan Andrew dan juga Syifa ke sisi ku," jawab Ibra yang setelahnya melepaskan tangan Mila.


"Mas, sebenarnya untuk apa sih Mas mengasuh ke dua anakku, apa hanya karena mereka berada di sisiku Mas tidak bisa menikah dengan wanita yang bernama Siska, kalau memang begitu kan Mas bisa berpura-pura untuk membawa Andrew dan juga Syifa satu hari di rumah Mas, baru setelah Mas menikah dengan Siska, Mas kembalikan lagi Andrew dan Syifa ke sisi ku," jelas Mila panjang lebar mencoba untuk bernegosiasi dengan Ibra.


Mendengar ucapan Mila, membuat Ibra mengangguk paham, sebab dirinya tidak pernah terpikirkan akan ide seperti ini.


"Hmm, ide kamu bagus juga, tapi tetap saja aku tidak mau, pokoknya Andrew dan Syifa harus berada di bawah asuhan aku!" tegas Ibra seolah-olah dirinya enggan untuk melepaskan kedua anaknya.


Entah kenapa, saat Mila mengatakan ide nya, membuat Ibra kembali berpikir ulang untuk mengikuti saran dari mantan istrinya. Namun, saat mengingat dirinya yang selalu mengganggu Mila karena sebab hal yang tidak jelas, membuatnya kembali berpikir ulang untuk tetap melanjutkan gugatan hak asuhnya. Sebab perasaan Ibra saat Mila terlihat ketakutan dan panik kalau anaknya akan dia ambil, membuat perasaan Ibra menjadi senang.


Sehingga membuat Ibra tetap melanjutkan gugatan hak asuh anaknya, agar setiap hari dirinya bisa mengganggu mantan istrinya. Apa lagi nantinya saat melihat mantan istrinya memohon untuk meminta hak asuh Andrew dan juga Syifa, pasti membuat dirinya menjadi sangat senang dan puas karena bisa membuat kehancuran hidup Mila.

__ADS_1


__ADS_2