Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Selingkuh


__ADS_3

Setelah Ibra sampai ke rumah orang tuanya. Ibra buru-buru masuk, namun saat Ibra hendak masuk ke dalam, langsung dicegat oleh beberapa orang berseragam hitam yang kemungkinan besar adalah orang suruhan ayahnya.


"Maaf Tuan, Anda dilarang masuk oleh bos besar, jadi silakan Anda pergi dari sini," ucap salah seorang pria tegap berseragam hitam.


"Apa yang kamu katakan, aku dilarang masuk, memangnya kamu tidak tahu siapa aku hah!" bentak Ibra dengan suara kerasnya. Namun, saat Ibra hendak menerobos masuk, lagi dan lagi dicegat oleh bawahan ayahnya yang membuat Ibra murka seketika.


Bahkan tampak terlihat, kalau saat ini Ibra begitu memberontak masuk, sehingga membuat bawahan ayahnya langsung memukul Ibra, karena tidak ada pilihan lain selain melakukan kekerasan kepada Ibra.


"Sial, awas saja kalian semua, aku akan membalas semua ini!" teriak Ibra seperti orang kesetanan dan setelahnya pergi meninggalkan kediaman orang tuanya.


Sementara kedua orang tua Ibra, hanya melihatnya dari balik jendela saja, sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak mereka.


"Mama lihat sendiri bukan, bagaimana akhlak anak kita itu, pasti pikiran dia sudah diracuni lewat perempuan yang bernama Siska," imbuh Pak Arman dengan kesal.


"Sudah, Ayah sabar saja biarkan dia seperti itu, kita tinggal lihat sejauh mana dia bersama dengan wanita yang bernama Siska itu, karena Mama yakin, tidak lama lagi pasti wanita itu mencampakkan putra kita," jawab Bu Hana, karena dirinya tahu seperti apa wanita yang pernah menjadi pacar anaknya.


Semenjak pengusiran itu, Ibra kini menempati apartemen milik Siska. Selama satu bulan ini, terlihat banyak sekali perubahan dari dirinya termasuk dari Siska yang awalnya menerima Ibra sepenuh hati, tapi setelahnya terlihat cuek dan cenderung tidak senang, sebab Ibra sudah tidak bisa memberikannya uang lagi, akibat dirinya yang tidak bekerja.


"Sayang, kapan sih kamu mulai cari kerja, jangan jadi pengangguran begini dong, kamu lihat uang aku itu tidak cukup kalau untuk kebutuhan kita berdua," keluh Siska. Sebab setiap harinya hanya dia lah yang menjadi tulang punggung untuk dirinya dan Ibra.


"Iya sayang, nanti aku coba melamar pekerjaan lagi kok, kamu sabar dulu ya dan oh iya tolong buatkan Mas kopi hitam ya sayang," ucap Ibra yang membuat Siska semakin marah, karena menurutnya Ibra yang tidak pernah bekerja malah mengatur dirinya untuk dibuatkan kopi, persis seperti babu nya saja.


"Aduh, kalau lama-lama Mas Ibra di sini semakin membuatku kesal saja, apa lagi aku gagal untuk hidup kaya, lebih baik aku usir saja lah dia dari apartemen ku, dari pada menjadi beban hidup," batin Siska.


Walau dalam batinnya Siska ingin segera mengusir Ibra, namun pada kenyataannya adalah dirinya tidak berani. Sebab pasti Ibra akan mengungkit pemberian darinya selama ini.


Sementara itu, selama sebulan ini Mila dan kedua anaknya tampak hidup sangat tentram, apa lagi Mila dalam satu bulan ini merasa tenang karena tidak mendapatkan gangguan lagi dari Ibra, mantan suaminya.

__ADS_1


"Anak-anak, Mama mau berangkat kerja dulu ya, nanti setelah Mama pulang kerja, kita baru jalan-jalan ke taman atau ke toko mainan, asalkan kalian baik-baik di rumah bersama kakek dan nenek," ucap Mila.


"Oke Mama, pokoknya Andrew dan Syifa enggak akan nakal di rumah," jawab Andrew dengan dua jari terangkat membentuk huruf V sebagai tanda perjanjiannya dengan Mila.


Setelah memberikan pengertian kepada kedua anaknya, barulah Mila bisa pergi berangkat kerja dengan tenang.


Sesampai di kantor, Mila langsung duduk di tempatnya seraya mengerjakan beberapa dokumen kerja sama antara perusahaan Arya dengan perusahaan milik Ibra.


Tok.


Tok.


Tok.


"Silakan masuk," ujar Mila dari dalam dan setelahnya tampak Arya masuk ke dalam ruangan Mila.


"Tidak ada Mila, hanya saja kamu harus ikut saya siang ini menuju ke salah satu restauran untuk membahas terkait kerja sama antara perusahaan kita dengan perusahaan Ibra, karena dengar-dengar kalau pemimpin perusahaan Ibra adalah orang baru, jadi harus mengadakan pertemuan lagi untuk membahas kelanjutan kerja sama nya," ungkap Arya.


Mendengar ucapan Arya, membuat Mila yang tadi fokus terhadap komputernya, berganti alih menoleh ke arah Arya.


"Maksud Bapak, apa kini perusahaan Ibra sudah berganti pemimpin, bukan lagi Pak Ibra begitu?" tanya Mila untuk memastikan apakah dirinya salah mendengar atau tidak terkait ucapan Arya.


"Benar Mila, perusahaan Ibra Jaya sudah berganti pemimpin, kalau tidak salah dipimpin oleh pemimpin yang lama," jelas Ibra kembali.


"Jadi sudah berganti alih ya Pak, kalau begitu nanti kabari saja Pak, tapi sebelumnya saya harus menyiapkan laporan ini terlebih dahulu agar klien kita puas dengan hasil kerja sama ini," jawab Mila yang membuat Arya mengangguk-anggukkan kepala dan setelahnya Arya keluar dari ruangan Mila.


"Berarti perusahaan itu sudah diambil alih oleh mantan mertua ku, ya kalau begitu syukur lah setidaknya aku jadi tidak diganggu lagi oleh Mas Ibra," batin Mila yang merasa lega.

__ADS_1


Selepas selesai dengan pekerjaannya, Mila lalu bergegas pergi bersama Arya, bosnya menuju ke sebuah restauran tempat yang akan digunakan sebagai tempat meeting.


Tak lupa, selama diperjalanan Mila bolak-balik melihat isi dokumennya agar tidak ada kesalahan sedikit pun.


"Mila, ayo kita turun, jangan terlalu fokus dengan dokumen itu," ucap Arya dan setelahnya Mila menyusul Arya dari belakang menuju ke restauran.


"Selamat siang Pak Arman, maaf ya Pak jika kami terlalu lama, sehingga membuat Pak Arman jadi menunggu," ungkap Arya.


"Tidak lama kok Pak Arya, oh iya itu Mila ke sini saja gabung dengan kita," balas Pak Arman, sembari menunjuk Mila, karena dirinya tidak satu meja dengan Arya dan juga Pak Arman. Menurut Mila, dirinya tidak enak jika mengganggu kedua pemimpin perusahaan itu yang sedang asik bercengkerama.


"Baik Pak," sahut Mila dan setelahnya duduk diantara keduanya.


"Nah, karena kita semua sudah ada di sini, lebih baik langsung saja kerja sama seperti apa yang hendak dilakukan, jelaskan secara rinci," imbuh Pak Arman dan setelahnya Mila memulai menjelaskan terkait kerja sama itu.


Selama satu jam lebih, Mila menjelaskan terkait kerja sama antara ke dua perusahaan dan Pak Arman terlihat cukup mengerti terkait penjelasan dari Mila.


"Bagaimana Pak Arman, kira-kira masih ada yang ingin ditanyakan?" tanya Mila dengan sopan.


"Tidak ada, saya cukup puas dengan apa yang Anda sampaikan, nah karena sudah selesai pertemuan ini, lebih baik kita langsung ke acara intinya yaitu makan-makan," gurau Pak Arman.


Sementara itu jika Mila makan di restauran mewah, lain halnya dengan Ibra yang saat ini tengah makam siang dengan lauk seadanya.


Makan siang Ibra kali ini hanya lah di warung sederhana. Tapi walaupun begitu, tampak Ibra makan dengan lahap sampai lahapnya membuat Ibra dengan cepat menghabiskan satu piring nasi nya.


Selesai Ibra makan dan hendak membayar makanannya, tanpa dia duga dirinya melihat kalau Siska sedang berada di tempatnya makan. Namun, terlihat di sebelahnya ada seorang pria yang merangkulnya dengan begitu mesra.


"Siska, kenapa dia ada di sini dan siapa pria itu, jangan-jangan dia selingkuh lagi dariku," gumam Ibra seraya menatap tajam ke arah Siska dan juga ke arah pria yang sedang merangkulnya.

__ADS_1


__ADS_2