Setelah Talak Tiga

Setelah Talak Tiga
Salah Tingkah dan Malu


__ADS_3

"Hei, mau ikut aku pulang atau tidak, soalnya di sini tidak ada kendaraan umum," ucap seseorang dari dalam mobil yang tidak lain dan tidak bukan adalah bos nya sendiri yaitu Arya.


Mendengar ucapan Arya, membuat Mila mau tidak mau harus menerima tawaran dari Arya untuk diantarkan pulang.


"Terima kasih Pak Arya," ucap Mila sebelum masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu, Arya kembali melajukan mobilnya.


"Oh iya dimana rumah mu Mila?" tanya Arya.


"Rumah saya ada di jalan melati Pak, nanti setelah jalan ini, tinggal terus saja," jawab Mila yang membuat Arya paham.


Sepanjang perjalanan, Mila ingin mengatakan sesuatu kepada Arya, tapi rasanya tidak enak. Sebab Mila ingin mengatakan untuk berhenti sebentar di tempat orang yang berjualan roti bakar.


Sementara Arya yang melihat gerak gerik dari Mila, langsung paham kalau karyawannya itu ingin mengatakan sesuatu hal kepadanya.


"Mila, kalau kamu mau mengatakan apa pun, katakan saja, soalnya kelihatan itu dari raut wajahmu," ujar Arya yang membuat Mila menjadi salah tingkah.


"Begini Pak, sebenarnya saya ingin membeli roti bakar untuk anak-anak saya, soalnya sebelum berangkat kerja, saya sudah berjanji akan membelikan roti bakar kesukaan mereka," jawab Mila dengan jujur.


"Oh kalau begitu, sebelum pulang ke rumah kamu, nanti kita mampir saja ke tempat penjual roti bakar," sahut Arya pelan dan sambil tersenyum, karena baru kali ini dirinya melihat ada orang tua yang benar-benar peduli dengan anaknya, bahkan sampai rela setelah lelah pulang kerja masih tetap memenuhi permintaan anaknya.


Arya yang masih melajukan mobilnya, tiba-tiba melihat dari kejauhan ada sebuah bapak-bapak penjual roti bakar, sehingga saat sudah sampai di tempat penjual roti bakar, Arya langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.


"Itu ada yang jual, ayo kita turun," ucapnya yang kemudian turun dengan diikuti oleh Dara dari belakang.


"Pak, saya mau roti bakarnya tiga ya pak, satu pakai coklat, satu pakai keju dan satunya dicampur coklat keju," ucap Mila.


"Baik Mbak, saya akan langsung membuatnya," jawab si penjual dan segera membuatkan pesanan dari Mila.

__ADS_1


Hanya menunggu lima menit, akhirnya pesanan Mila jadi juga dan sekarang Mila dan Arya kembali ke dalam mobil dan setelahnya langsung pergi.


"Banyak juga ya kamu pesannya," ucap Arya yang hanya basa basi saja.


"Iya Pak, soalnya anak saya memiliki selera yang berbeda-beda, jadi mau tidak mau ya harus membuatkan pesanan roti dengan isian yang berbeda juga," ucap Mila sambil menggelengkan kepalanya, karena baru kali ini Mila bisa bicara santai dengan bosnya sendiri.


Tidak perlu waktu lama, akhirnya mereka sampai juga di rumah Mila.


"Terima kasih ya Pak sudah mau mengantarkan saya pulang, oh iya kalau begitu Bapak masuk ke dalam dulu, biar saya buatkan minum," kata Mila mencoba menawarkan minuman untuk Arya dan setelahnya Arya langsung menyetujui tawaran Mila.


Sehingga sekarang jadinya Mila dan juga Arya berjalan dengan beriringan.


"Mama, akhirnya pulang juga," ucap Syifa si bungsu yang selalu ceria saat menunggu kepulangan Mila.


"Iya sayang, Mama pulang dan ini roti bakar kesukaan kamu," jawab Mila yang membuat Syifa senang bukan main.


Setelah itu, Mila beralih menatap Arya untuk menawarkan kembali minuman yang diinginkan oleh Arya.


"Pak Arya, sebentar ya saya buatkan minuman untuk Bapak dan oh iya, kira-kira Bapak mau teh atau kopi?" tanya Mila.


"Saya terserah kamu saja, yang penting minumannya enggak ada racunnya," canda Arya yang seketika membuat Mila tertawa lebar.


"Cantik," ucap Arya saat pandangannya melihat ke arah Mila yang sedang tertawa. Mendengar ucapan Arya, membuat Mila kembali menjadi salah tingkah dan segera buru-buru ke dapur untuk membuatkan minuman Arya.


Sementara itu, Syifa yang sudah mengajak kakaknya, kembali menuju ke ruang tamu dan tidak menemukan mama nya, malah sekarang yang duduk adalah seorang pria tua asing yang tidak dia kenal.


"Mana dek, kata kamu Mama sudah pulang, buktinya tidak ada tuh, malah yang ada pria tua itu yang sedang duduk di kursi," tunjuk Andrew yang seketika membuat Arya tersentak kaget, sebab baru kali ini dirinya dipanggil dengan sebutan pria tua, apa lagi yang menyebutnya adalah seorang bocah kecil.

__ADS_1


Tidak berselang lama, akhirnya Mila kembali ke ruang tamu dengan membawakan secangkir teh untuk Arya.


"Diminum dulu Pak teh nya, apa lagi teh nya masih hangat," ucap Mila yang kemudian menghidangkan secangkir teh tepat dihadapan Arya.


Setelah itu, tidak lupa Mila memberikan sedikit cemilan yaitu roti bakar yang tadi dia beli.


"Aduh, tidak perlu repot-repot Mila, kan saya jadi sungkan kalau begini," balas Arya yang merasa tidak enak telah disuguhkan minuman dan makanan.


"Oh iya Ma, siapa pria tua ini, kenapa ada di rumah kita," ujar Andrew yang membuat Mila memelototkan kedua bola matanya.


"Andrew jangan bicara kurang ajar ya, Mama tidak suka kalau menyebut orang seperti itu!" tegas Mila yang membuat Andrew menundukkan kepalanya.


"Kak Andrew sih, jadinya Mama marah kan, Kakak tahu enggak kalau pria itu sebenarnya adalah Ayah tiri kita," karang Syifa yang membuat Mila lagi dan lagi memelototkan matanya, bahkan Arya yang masih minum pun juga tersedak akibat perkataan anak perempuan Mila.


"Aduh, maaf ya Pak, gara-gara ucapan anak saya membuat Bapak tersedak, soalnya mereka selalu seperti ini, banyak tanya kalau ada orang baru di rumah ini," kilah Mila.


Rasanya saat ini juga, Mila ingin menghilangkan diri dari ruang tamu itu. Entah sudah level berapa tingkat malunya akibat anak-anaknya yang selalu ingin tahu mengenai orang lain.


"Oh santai saja Mila, namanya juga anak-anak pasti rasa ingin tahunya juga sangat besar," balas Arya. Namun, dalam hatinya berbeda lagi, apa lagi dirinya langsung mengiyakan saat anak Mila yang perempuan mengatakan kalau dirinya adalah ayah tiri mereka.


Setelah satu jam berada di rumah Mila, akhirnya Arya kembali pulang juga, dan ini lah yang ditunggu-tunggu oleh Mila, sebab sedari tadi rasanya untuk berbicara dengan Arya sangat canggung, apa lagi anak-anaknya selalu saja ada tingkahnya yang membuat Mila harus tahan-tahan malu.


"Mila, aku pulang dulu ya dan terima kasih atas minuman dan makanannya," ucap Arya.


"Iya Pak, saya juga berterima kasih kepada Bapak, karena kalau tidak ada Bapak mungkin saat ini saya masih berada di kantor," jawab Mila dan setelahnya mengantarkan Arya ke teras.


Setelah itu, barulah Mila kembali masuk ke dalam rumahnya untuk membereskan cangkir dan piring bekas Arya.

__ADS_1


__ADS_2