
Selama perjalanan pulang, Mila lebih banyak diam dibandingkan dengan Arya yang terus mengoceh terkait hari esok pernikahan mereka. Hingga sampailah di rumah Mila.
"Terima kasih ya Mas sudah mengantarkan Mila, oh iya Mas masuk saja dulu ke rumah, soalnya ada yang mau Mila sampaikan ke Mas," ucap Mila datar dan kemudian Arya ikut masuk ke dalam rumah Mila.
Setelah Arya dipersilahkan duduk di ruang tamu, barulah Mila memulai pembicaraannya.
"Mas, sebelumnya maaf jika Mila lancang ke Mas, ini mengenai Tante Rina dan Anya Mas, Mila rasa setiap Mila mengeluh ke Mas, tetap saja tidak ada penyelesaiannya bahkan sedari tadi waktu di butik Tante Rina, sudah Mila perhatikan kalau Mas dan Anya tidak menjaga perasaan Mila, sampai-sampai untuk duduk saja harus berdekatan seperti itu, bahkan terlihat intim loh Mas, jadi menurut Mas bagaimana dengan pernikahan kita, apa masih mau dilanjutkan atau tidak, karena kedepannya jika Mila menikah dengan Mas, jangan sampai kedekatan Mas dengan Anya menjadi bumerang untuk rumah tangga kita," jelas Mila panjang lebar dan dengan nada halus, namun perkataannya masih dapat tersampaikan untuk Arya.
Mendengar perkataan Mila, sontak membuat Arya kembali mengingat apa saja yang telah dia lakukan tadi di butik Tante Rina dan benar saja, secara tidak sadar Ibra tidak menghargai Mila sebagai calon istrinya.
"Mila, Mas minta maaf ya atas tidak sengaja nya Mas tadi mengobrol dengan Anya, malah kedekatan Mas dengan Anya membuat kamu merasa tidak dihargai, Mas akan usahakan untuk tidak dekat lagi dengan mereka, Mas sadar jika Mas terlalu dekat dengan mereka maka bisa saja taruhannya adalah rumah tangga kita yang nantinya akan retak," ucap Arya sembari menundukkan kepalanya karena tidak berani melihat Mila, sebab Arya tahu kalau dirinyalah yang salah.
"Kalau Mas sudah tahu, maka renungkan lah Mas, apa lagi esok adalah hari pernikahan kita, ya sudah Mas pulang saja, konsentrasi untuk menghadapi akad nikah kita besok, jangan sampai salah menyebut nama Mila," balas Mila dengan sedikit bercanda kepada Arya, agar Arya tidak larut dalam masalah yang diungkapkan oleh Mila.
"Iya sudah mas pulang dulu ya sayang, mau mempersiapkan diri dulu untuk mempersunting kamu."
"Iya Mas, hati-hati di jalan jangan ngebut bawa mobilnya."
"Iya sayang aman," jawab Arya dan setelahnya pergi dari rumah Mila.
Keesokan harinya, tampak di sebuah hotel mewah milik keluarga Arya telah di dekorasi dengan sangat indah. Dimana nuansa ruangan itu berwarna putih dengan perpaduan kuning emas, bukan kuning tai yang menambah keindahan berkesan mewah pada pernikahan Arya dan juga Mila.
__ADS_1
Terlihat, seluruh keluarga diantara keduanya tampak sudah berdatangan, bahkan keluarga dari mantan suaminya yaitu Ibra juga turut andil dalam meramaikan suasana pernikahan Arya dan Mila.
Kini, tibalah dimana keduanya yaitu Arya dan Mila berjalan saling beriringan untuk masuk ke acara akad pernikahan mereka.
Namun, saat diantara keduanya masih berjalan beriringan menuju ke tempat akad nikah, tiba-tiba saja gaun yang Mila pakai terlepas jahitannya di bagian belakang pundaknya. Alhasil membuat Mila langsung berhenti dan mencoba untuk menutupinya.
Mila mencoba untuk memanggil Arya, untuk memberitahukan kalau jahitannya lepas, namun Arya tidak mendengarnya dan masih terus berjalan. Melihat situasi tersebut sudah tidak mengenakkan untuk Mila, tiba-tiba saja dari arah belakang, Ibra menghampirinya dan langsung membalut kan jas yang dia pakai untuk menutupi bagian pundak Mila yang hampir terbuka.
"Selesai, sekarang kamu pergi ke sana Mil, lanjutkan jalanmu menuju ke tempat akad nikah kalian," ucap Ibra dengan senyuman kecilnya dan langsung kembali ke tempat duduknya kembali.
Mila yang melihat Ibra sigap saat menutupi bagian pundaknya, membuatnya terperangah sejenak dan setelahnya langsung kembali menormalkan dirinya dan lanjut lagi menuju ke tempat akad nikahnya.
"Sayang, akhirnya kita sah juga," ucap Arya dengan raut wajah senangnya. Sementara Mila, juga ikut larut dalam kesenangan suaminya. Namun, Mila masih tetap saja sedikit canggung, apa lagi Mila masih mengingat bagaimana sigapnya mantan suami nya sendiri yaitu Ibra dibandingkan Arya yang memang sedikit tidak peka.
Selesai akad nikah, Arya dan Mila langsung menuju ke pelaminan untuk menyalami orang-orang yang memberikan ucapan selamat untuk keduanya.
"Selamat ya Pak Arya dan Mila, akhirnya kalian sah juga menjadi suami istri, semoga rumah tangga kalian menjadi samawa ya dan untuk Pak Arya hargailah Mila sebagai istri Anda, jangan sampai mengalami nasib yang sama dengan saya," ucap Ibra dengan sedikit memberikan nasihat kepada Arya.
"Tenang saja Pak Ibra, saya sudah mengambil pelajaran kok dari pengalaman Anda, jadi saya pastikan rumah tangga kami nantinya akan baik-baik saja," balas Arya.
"Syukurlah, kalau begitu saya permisi dulu ya mau kembali bermain dengan anak-anak." sambung Ibra dan kembali duduk dengan kedua anaknya.
__ADS_1
Setelah itu, giliran Tante Rina dan Anya yang menyalami Arya dan juga Mila.
"Selamat ya Mas, akhirnya kamu menikah juga dengannya, semoga rumah tangga kalian baik-baik saja sampai akhir," ujar Anya.
"Iya, terima kasih ya Anya sudah mau berhadir di pernikahan kami," jawab Arya.
"Tentu saja hadir dong mas."
"Oh iya Nak Arya, selamat ya atas pernikahan kalian, Tante harap selalu baik-baik saja rumah tangga kalian dan jangan sampai ada mantan suami yang mengganggu hubungan rumah tangga kalian, apa lagi Tante lihat mantan suaminya tiba-tiba menghampirinya dan membalut kan jas ke tubuh nya," ucap Tante Rina seraya menunjuk ke arah Mila.
"Maaf ya Tante, tadi karena bagian pundak ku jahitannya lepas, mungkin perancangnya kurang teliti dalam menjahit, ya otomatis Mas Ibra sedikit sigap sehingga membalut kan jas nya ke pundak ku dan Mas Arya tahu kok," balas Mila sedikit sarkas yang membuat Tante Rina tampak mengepalkan kedua tangannya.
"Iya, benar itu Tante, mungkin lain kali Tante harus teliti lagi," timpal Arya.
"Iya ya, kalau begitu Tante minta maaf ya dan oh iya Tante sama Anya permisi mau pulang dulu karena masih ada urusan lain," kilah Tante Rina dan buru-buru keluar dari ruangan itu bersama dengan Anya anaknya.
Setelah di luar ruangan pernikahan Arya dan Mila. Barulah Tante Rina menumpahkan seluruh amarahnya, bahkan terlihat Tante Rina berteriak seperti orang kesetanan, sebab semua rencananya gagal untuk mempermalukan Mila, istri dari Arya.
"Ah sial, gara-gara pria itu, rencana ku gagal untuk membuat wanita itu malu, awas saja pokoknya aku akan mengganggu mereka berdua!" marah Tante Rina.
"Sudah Ma, jangan berteriak di sini, nanti saja di rumah kalau mau melampiaskan amarah Mama, pokoknya tenang saja, selagi masih ada Anya, maka dengan mudah Anya akan merebut Arya dari tangan perempuan itu," ucap Anya dengan seringai tipis diwajahnya.
__ADS_1