Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
1. perkenalan


__ADS_3

Di sebuah asrama, terdapat banyak sekali siswa dan siswi dari berbagai daerah dan dari provinsi yang berbeda pula.


Anak-anak dari berbagai golongan, kalangan, atau pun kelas ekonomi yang berbeda semuanya di satukan di sana.


Di dalam sebuah asrama yang fungsinya memang untuk menampung para anak sekolah yang ingin menuntut ilmu, terdapat seorang gadis cantik yang tingginya kira-kira 165 cm, kulitnya berwarna kuning langsat, khas asia. Matanya bulat dengan bulu mata lentik, bibir berisi yang kemerah-merahan, dagu belah, serta hidung yang tidak mancung juga tidak pesek.


Namanya Laura Shinta, gadis cantik dengan penampilan sederhana. Dia berasal dari desa, dan merupakan anak sulung dari lima bersaudara.


Hari ini bersama dengan para siswa dan siswi baru lainnya, Laura menghadiri acara perkenalan hanya dengan mengenakan baju kaos lusuh yang dipadukan dengan celana jeans dan sandal jepit.


Diantara banyaknya anak baru yang ada di sana, ternyata ada salah seorang siswi yang tengah memperhatikan penampilan Laura.


"Hei, Linda, coba kamu lihat cewe itu." Gadis itu mencolek teman dan juga sepupunya yang saat itu sedang berdiri di sampingnya.


"Cantik sih ... bahkan lebih cantik dari kita. Tapi lihat penampilanya, kalau aku gak banget pergi ke acara perkenalan dengan baju seperti itu. Tapi cewe tapi itu kayak gak ada malunya ya. Santai banget dia malah."


Siswi bernama Sari itu sedang sibuk sendiri mengomentari dan memberi penilaian terhadap penampilan Laura.


"Iya bener juga ya, Sar. Itu cewek penampilannya kampungan banget ya. Masa dia pergi ke sini cuma pakai baju kaos dan celana yang warnanya sudah pudar begitu. Atau jangan jangan, dia tau kali kalo dirinya itu cantik, makanya dia sengaja pake baju jelek biar gak mengundang perhatian banyak orang," kata Linda, sahabat Sari.


"Sepertinya gak juga deh. Mungkin dia memang dari kampung. Atau jangan jangan, dia orang miskin kali," kata Sari lagi.


"Tapi gak mungkin deh kalau dia itu anak orang miskin, karena orang miskin 'kan gak mungkin sanggup masuk ke sekolah ini," ucap Linda lagi.

__ADS_1


"Kamu itu ya, Lin, gak percayaan banget kalo aku ngomong. Kan bisa aja dia itu masuk sekolah di sini karena dapat beasiswa. Bisa aja, 'kan begitu."


"Gini aja. Dari pada kita berdua berdebat yang tidak berfaedah, mending kita tanya aja orangnya langsung. Gimana?" tanya Linda, memberi usul.


"Setuju. Ide bagus tuh."


Karena Linda dan Sari sangat penasaran tentang Laura, kedua gadis itu pun berjalan menghampiri.


Begitu mereka berdua sudah berdiri di dekat Laura, Sari pun memutuskan untuk menyapa duluan.


"Hai."


Sari dan Linda tersenyum miring saat menyapa Laura. Sejenak kedua gadis itu saling tatap, lalu kembali menatap Laura yang kini berada di hadapan mereka.


"Hai juga."


Linda mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Laura.


"Kenalin, namaku Linda. Ini teman sekaligus saudara sepupuku, namanya Sari."


Linda menjelaskan saat Laura membalas uluran tangannya. Tentunya dengan ekspresi yang masih sama seperti tadi. Itu karena dia tidak suka berkenalan dengan orang kampung seperti Laura.


"Aku Laura Shinta, dari daerah B." Laura berkata dengan ramah.

__ADS_1


Oh.. pantes aja kampungan, ternyata dia dari daerah B. Dilihat dari penampilannya sih, sepertinya dia juga dari desa. Sari mengejek dalam hati.


"Kalau kalian dari mana?" Lagi-lagi Laura bertanya dengan ramah pada Linda dan Sari.


"Kalau kami, kami orang sini kok." Sari menjawab dengan sombong.


Laura tersenyum kagum. "Pantes aja ya kalian berdua cantik cantik. Penampilan kalian berdua juga terlihat sangat bagus, rupanya kalian berdua dari kota ini ya."


Tiba-tiba terdengar suara pengumuman yang berasal dari pengeras suara. Isi dari pengumuman itu meminta semua siswa dan siswi baru untuk segera berkumpul karena acara sebentar lagi akan dimulai.


"Itu acaranya udah mau dimulai. Ayo kita ke sana." Laura mengajak keduanya


dengan ramah.


"Ayo."


Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju tempat di mana para siswa dan siswi baru diminta untuk segera berkumpul.


Hari ini acara perkenalan berlangsung dengan lancar. Saat itu salah seorang guru sedang berdiri di depan untuk memberikan pengarahan.


"Karena ini SMA asrama, maka banyak peraturan yang diberlakukan. Kedisiplinan adalah hal yang paling penting dan utama di sini. Untuk asrama putranya, letaknya sekitar 200 meter dari sekolah, sedangkan untuk asrama putrinya menyatu dengan sekolah."


"Kalian semua harus mencatat apa aja yang harus kalian bawa minggu depan. Saat kalian masuk asrama, tidak boleh ada barang yang kalian lupakan, dan jangan telat datang. Karena setiap terjadi pelanggaran di sini, pasti akan ada hukumannya."

__ADS_1


"Hari ini adalah perkenalan biasa, karena untuk pembagian kamar, kelas, dan juga pengawas kamar asrama serta wali kelas nanti akan di adakan di aula, di hari kalian masuk asmara. Saya selaku guru koodinasi murid baru mengingatkan kalian, kalau sekolah ini adalah sekolah asrama, jadi kalian wajib menuruti dan mematuhi semua aturan yang berlaku di sini. Kalau ada diantara kalian yang keberatan, silahkan ajukan pengunduran diri dari sekarang."


Itulah sedikit poin dari Pak Sumardi selaku koodinasi murid baru. Guru-guru yang lain juga ikut memperkenalkan diri.


__ADS_2