Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
3.Teman sekamar


__ADS_3

Tidak terasa hampir satu bulan berlalu, saling mengenal dan akhirnya mulai akrab karena semuanya tau kalau mereka akan bersama selama 3 tahun kedepan. Walau saat ini belum saling kenal karakter, tapi hampir sebulan ini mereka saling mengerti dan menghormati.


"Laura nanti IB (izin bermalam) kamu pulang ke desa?" tanya Linda saat dia sedang membereskan sampah, karena hari ini jadwal Linda piket kamar.


"Emang kalau tidak pulang ke desa, aku mau kemana?" Laura merasa bingung karena kalau tidak pulang ke rumah sendiri,mau kemana lagi.


"Sepertinya ini anak lurus banget dan tidak mengerti apa apa tentang pergaulan, tunggu aja nanti kalau sudah dekat sama aku dan sari, akan aku ajarin ini cewe bagaimana caranya menikati masa remaja yang indah sama ini cewe" ngoceh Linda pelan agar tidak kedengeran sama yang lain. "Hehe.... gak Ra aku cuma nanya aja kali aja kamu punya acara lain". ngeles Linda


"Ohh.... " jawab Laura dengan muka bingung, karna ia emang gak tau harus kemana kalau jadwal bermalamnya gak pulang ke desa.

__ADS_1


Hari terus belalu dan akhirnya sampai di minggu terakhir setiap bulan, dimana itu adalah jadwal izin bermalam untuk anak kelas 1. Semuanya sangat semangat untuk bersiap siap pulang, bahkan ada yang sudah ditunggu oleh sopir keluarganya dihalaman depan.


Hal itu tidak berlaku untuk Laura, ya Laura sangat tidak suka pulang kedesa, apa lagi didesa ada beberapa pria yang terus mengekor kemanapun Laura pergi selama didesa. Ini juga alasan kenapa Laura mau masuk sekolah asrama, walau ayahnya tidak setuju karena sekolah asrama itu mahal, dan menurut ayahnya itu buang buang uang saja, dan anaknya juga bebas disana karena jauh dari pantauan orang tua. Sedangkan yang ada dipikirkan Laura sendiri sekolah asrama itu menyenangkan karena dia hanya belajar aja tanpa sempat bermain apa lagi pacaran, karena memang Laura gak begitu suka dengan pacaran, dan itu tidak penting menurutnya.


"Ganis kamu dijemput juga? "Laura berharap ada teman yang tidak dijempat biar ada teman untuk naik taxi ke Terminal, dengan wajah penuh harap


"Kenapa?, kamu mau cari teman ke terminal bareng! tapi maaf ya... Aku dijemput." Jawab Ganis dengan muka angkuh dan gaya genitnya.


"Aku juga tidak dijemput, bolehkah aku ikutan bareng kalian?" tanya Sekar dengan sangat berharap agar mereka mengizinkan dirinya jalan bareng.

__ADS_1


Cut dan Laura saling melihat dan tersenyum lebar. "Tentu saja boleh dan kami sangat senang" jawab Laura


"Iya benar banget, pasti seru ya klo kita ke terminal bus barsama" jawab Cut dengan muka berseri bahgia, karena semakin rame akan samakin seru menurutnya.


Akhirnya mereka berangkat bareng ke terminal, dan saat di terminal ternyata bus yang ditumpangi Cut dan Sekar satu arah, walau Sekar nanti akan turun lebih dulu karena rumahnya lebih dekat daru rumah Cut.


Laura juga sampai didesanya setelah menempuh perjalan ± 3 jam. Ibunya sangat antusias menyambut anak tertuanya, begitu juga dengan adek adeknya. Tentu saya itu tidak untuk ayahnya, karena ayah tau setiap Laura pulang maka saat dia balik lagi nanti pasti akan ngeluarin duit lagi. Ayahnya berfikir begitu bukan karna tidak punya uang, tetapi menurut pemikiran ayahnya, hanya buang buang uang saja untuk menyekolahkan anak gadis, karena seberapapun tingginya anak perempuan sekolah, ujung ujungnya akan mengurus anak, suami dan rumah juga. Dan nanti kalau pun dia menikah dan kaya tidak akan membantu kedua orang tuanya kalau tidak diizinkan olah suaminya. Itulah yang ada dibenak ayahnya Laura, dan sungguh pemikiran yang sangat dangkal untuk zaman sekarang, tapi itulah yang di alami Laura


"Ibu masak ap?" tanya Laura sambil berjalan kedapur untuk membantu

__ADS_1


"Ini ada tulang iga tadi ayahmu beli, katanya pengen disop, tapi ibu tau ayah beli iga karena kamu pulang, dan kamu suka makan sop iga makanya dibeli" jawab ibu sambil senyum senyum sendiri. Apa yang di bilang ayahmu jangan kamu ambil kedalam hati ya, kamu tetap harus semangat sekolah biar nanti nilai kamu bagus sehingga gampang masuk kuliah dimana aja yang kamu suka.


Dengan mata berkaca kaca Laura hanya mengangguk, sambil tanganya membatu mengupas bawang merah, bawang putih dan jg sayur lainya. Di dalam hatinya Laura berjanji tidak akan mengecewekan kedua orang tuanya dan terutama sang ibu, dan juga akan membuktikan kalau perempuan itu bisa menjadi apa saja yang diinginkan, tidak seperti yang selama ini dipikirkan ayahnya.


__ADS_2