
Tidak terasa setahun lebih telah berlalu, sangat banyak ilmu yang di dapat dari sekolah. Di sekolah Laura termasuk anak yang pintar, nilainya selalu bagus, sehingga guru dan teman teman menyukainya.
Karena tinggal bersama dengan banyak orang membuat Laura banyak mengenal sifat dan karakter orang sekitarnya, terutama teman teman sekamarnya.
" Ganis, boleh aku pinja kamus bahasa Inggris kamu? " tanya Laura dengan muka malu sambil tersenyum
"Iya, tentu boleh saja". Jawab Ganis sambil berjalan ke lemari mencari kamus yang diminta Laura.
"Kamu mau belajar bahasa Inggris karena ingin kuliah di luar negri?" tanya Ganis ingin tau
"Hmmmm, kalau bisa pasti akan sangat menyenangkan" jawab Laura dengan muka sedih
" Memang kenapa tidak bisa? " tanya Ganis penasaran.
__ADS_1
"Ayahku pasti tidak mengizinkan aku untuk kuliah, apa lagi sampai ke luar negri, itu sangat tidak mungkin " jawab Laura sambil melihat ke atas agar air matanya tidak jatuh.
"Tidak ada yang tidak mungkin teman, selama kamu mau, ya walaupun bukan keluar negri, di sinikan ada kampus negri walau cuma D3, kan tidak ada salahnya kamu coba, dan kalau kamu lulus tes bisa jadi nanti dapat beasiswa, jadi tidak usah bayar uang kuliah" hibur Ganis, karena tau kalau Laura sedang bersedih.
"Iya kamu bener Ganis, aku harus berusaha dari sekarang, agar nilaiku bangus dan berharap nanti lulus tes biar aku bisa kuliah dengan gartis" ujar Laura dengan wajah berseri seri karena mendapat harapan untuk kuliah.
"Yang penting kita punya niat, dengan niat insya Allah akan ada jalan dengan sendirinya, asal kamu tidak berputus asa, terus berusaha, dan buka jalanmu sendiri untuk masa depanmu" jawab Gamis memberi semangat.
"Terima kasih banyak ya atas pinjaman kamusnya dan juga nasehat serta semangatnya, aku sangat senang dan lega setelah setelah ngobrol" jawab Laura dengan tersenyum.
Tanpa mereka sadari, omongan mereka tadi di dengar oleh semua yang ada di dalam kamar, mereka jadi terharu, dan juga bersemangat untuk kehidupan masa depan mereka masing masing. Karena mereka tau, masa depan mereka ada ditangan mereka sendiri.
Sangat banyak yang ilmu yang bisa mereka dapat sekolah, mereka tau itu, tapi tetap saja kadang mereka lupa dan asyik menikmati masa remaja mereka dengan bermain main.
__ADS_1
Tapi saat itulah teman mereka yang lain mengingatkan tentang tujuan mereka sekolah di sini, sehingga mereka kembali tekun dan semangat.
Itulah sekolah asrama, banyak teman, banyak pengalaman yang bisa kita ambil dari setiap yang terjadi pada diri kita, maupun yang terjadi pada orang disekitar kita. Selama kita tidak menutup mata dan hati untuk mengerti, belajar dari setiap yang ternjadi. Maka kita pasti akan menjadi pribadi yang baik nantinya.
Waktu terus belalu dan saat ini mereka semua sedang bersiap siap untuk kenaikan kelas, semua berharap nilai mereka bagus karena mereka telah berusah sangat baik, dan proses yang mereka hadapi tidaklah mudah.
"Elia kamu yakin nilai kita nanti bagus" tanya Intan yang sangat khwatir akan nilai kenaikan kelas nanti". Karena kalau nilainya jelek pasti akan dapat sangsi dari kedua orang taunya.
"Yakinlah, dan sangat yakin malah, karena selama ini aku sudah berusaha dengan keras" ucap Elia dengan pedenya.
"Insya Allah nilai kita semuanya bagus, karena nilai kita ini juga akan membatu untuk kita bisa masuk kulaih nanti" jawab Sri dengan sangat samangat.
"AMIIN" jawab mereka serentak
__ADS_1
Itulah hebatnya teman, bisa selalu ada bersama, saling menyemangati, mengerti dan mendukung.
Dan tentu saja hal itu tidak didapat oleh anak SMA diluar sana, karena mereka tidak tinggal bersama dalam waktu yang lama