Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
8. Semoga Aku Bisa


__ADS_3

Sebelum ujian kelulusan di mulai, semua siswa dan siswi di izikan utuk bermalam dirumah bersama keluarga, dengan harapan setelah berkumpul bersama keluarga akan memberi semangat untuk siswa dan siswi dalam menghadapi ujian.


"Tidak seru ya..Karena izin bermalam hari ini kita tidak bisa nginap dirumah teman" ucap Zara dengan lesu.


Karena memang izin bermalam yang diberika sebelumnya mereka banyak yang pulang kerumah teman, bahkan semua dari mereka pernah menginap dirumah satu dan yang lainya, walau rumahnya di desa seperti Laura, semua teman tentu pernah menginap, begitu juga dengan Laura.


Waktu tiga tahun itu bukanlah waktu yang sebentar, apa lagi untuk mereka yang tinggal bersama di asrma.


Sangat banyak suka dan duka yang mereka lewati bersama, sehingga persahabatan dan setia sudah tertanam dalam hati masing masing tanpa mereka menyadarinya.


Malam hari di rumah Laura


"Ayah..Minggu depan Laura mau ujian akhir kelulusan" jelas Laura pada ayahnya saat semua keluarga sedang berkumpul


"Baguslah kalau sudah selesai, nanti akan ayah carikan suami untukmu" ucap ayah sambil menikmati kopi dan rokoknya.


Semua mata menatap ayah dengan sangat terkejut.


"Laura itu umurnya belum genap 20 tahun, kenapa Ayah sudah mau mencarikan suami untuknya" jawab Ibu dengan wajah kesel dan mata melotot ke arah suaminya itu.

__ADS_1


"Nanti atau sekarang kan sama saja, menikah juga namanya" balas Ayah cuek sambil menyeruput kopi.


"Iya benar namanya akan tetap sama, menikah juga, namun kedaan dan suasana serta waktunya akan beda, sehingga hasilnya pasti akan berbeda juga," jelas Laura dengan harapan agar Ayahnya herubah pikiran.


"Wahai Pak Ahmad Sholeh yang terhormat. Saya mohon jangan memaksa anak gadis saya pada sesuatu yang tidak disuka olehnya. Dan saya Mohon biarkan anak saya menentukan masa depan dan pilihan hidupnya." Tegas Ibu pada Ayah.


Hening beberapa saat


Plakkkk....


"Aduh!!....sakit" teriak Rahmad, si Adik paling kecil kesakitan karena di pukul sang Kakak, dengan wajah kesel menahan sakit dan ingin menangis.


Mona itu anak ke tiga dari lima bersaudara. Dan yang cewe Laura dan Mona. Yang tiga lagi ada Paisal, Dani dan yang paling kecil Rahmad.


"Pokoknya ayah tidak akan memberikan uang untuk Laura kulaih, lebih baik dia menikah aja" jawab ayah ketus, karena kesel dari tadi di bantah terus sama ibu dan Laura.


"Kalau Laura dapat beasiswa, Laura akan tetap kuliah. Laura akan mendaftar di Kampus Negeri di kota Laura sekolah" jelas Lauara.


"Iya kalau dapat beasiswa tidak akan ada bayaran uang kuliah, tapi biaya hidup di kota L kamu kira gratis?, dan ayah tidak akan memberi kamu uang". Jawab ayah tetap teguh dengan pendirianya.

__ADS_1


"Kalau kamu dapat beasiswa, kamu boleh kuliah sayang, uang untuk kehidupan kamu disana biar urusan Ibu " jawab ibu yakin. Dengan harapan anaknya harus semangat untuk mendapatkan beasiswa.


"Kalau ayah tidak memberi uang untuk ibu bagai mana ibu memberikan uang untuk Laura", jawab ayah setengah mengamcam.


"Di dalam rezeki yang ayah dapat ada hak istri dan anak, apa bila ayah tidak memberikan kepada kami ayah akan berdosa.


Bila Ayah tetap tidak mau membiayai, ibu akan meminta uang untuk Laura pada keluraga ibu di Kota besar J" jelas ibu dengan setengah mengamcam pada ayah.


Pak Ahmad diam aja tidak menjawab apa apa, karena itu adalah hal yang paling ditakutkan olehnya. Yang pasti Pak Ahmad akan sangat malu bila istrinya menita uang pada kelurganya, apalagi kalau mereka tau istrinya meminta uang untuk biaya kuliah anaknya. Sungguh pak Ahmad tidak mau itu tejadi.


"Laura ngantuk mau tidur" izin Laura sambil bangkit dari duduknya menuju ke kamar.


"Ayah tidak boleh memaksa akakak begitu" ketus paisal sambil terus mencoret coret kerta putih didepanya dengan pensil.


"Emangnya ini zaman Siti Nurbaya sampai Kakak harus di carikan suami untuk di jodohkan" ucap Mona sambil mengerjakan PR sekolahnya.


"Ayah Pelit!...Kakak mau kuliah tapi gak mau di kasih duit, coba kalau Rahmad sudah gede dan kerja pasti duitnya akan Rahmad kasih buat kakak. Karena kakak itu pintar dan cantik. Jadi kakak harus kuliah biar nanti dapat suami ganteng dan kayaaa" ucap Rahmad polos.


ibu dan paisal hanya gelang gelang kepala mendengar celoteh anak 11 tahun itu.

__ADS_1


"Ibu, itu Laura pasti menangsi dikamarnya" ucap Pak Ahmad khawatir.


__ADS_2