Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
26. Ada luka


__ADS_3

Selama dalam perjalanan dari rumah ke kantor Deni terus saya melihat handphone sambil tersenyum sendiri, papanya yang duduk di sampingnya hanya tersenyum sambil geleng.


"Pah lihat ini" Deni menujukan foto Laura yang di kirim Elia yang memakai gaun untuk wisuda dan dengan wajah dan rambut yang sudah di rias oleh Elia.


"Cantik ya, bahkan lebih cantik dari adikmu" jawab tuan Alvin saat melihat foto Laura.


"Itu hanya polesan tangan Lia sudah cantik begitu, bagaimana kalau tangan ahli yang turun? aku yakin hasilnya pasti akan lebih wau lagi" ucap Deni semangat.


"Kalau kita ada disana adikmu pasti akan lebih bahagai lagi" ungkap tuan Alvin yang menyesali saat anaknya wisuda dirinya malah tidak bisa hadir.


"Pah.. Lia itu bukan anak yang akan mempermasahkan hal itu, dia terlalu cuek tentang hubungan keluarga, untung aja dia kenal sama Laura sehingga bisa terus ada dirumah. Aku juga yakin dia ikut wisuda itu karena Laura, kalau gak mungkin dia malah sudah di sini ikut bareng kita kemaren" jelas Deni panjang lebar tentang sikap sang adik yang sangat ceuk terhadap keluarga dan sekitarnya kecuali itu sesuatu yang menurut unik dan seru.


Di perusahaan mereka sangat sibuk karena masalah ekspsor kemaren masih belum selesai. Agenda mereka hari ini adalah rapat dengan pemegang saham dan juga pertemuan dengan beberapa orang penting dari pemerintahan yang akan membahas masalah yang sedang mereka hadapi.


Saat rapat berlangsung Deni masih asyik dengan layar smartphone dan tersenyum senyum sendiri, tuan Alvin yang melihat hanya geleng kepala dengan tingkah anaknya. Karena hari ini hari istimewa sang putri dan gadis yang sudah dianggap anak sendiri jadi tuan Alvin tidak mempermasahkan sikap anaknya.


Sambil menatap tajam ke arah Deni dan berbicara dengan bahasa isyarat 'lebih baik kamu di ruangan kamu saja, dari pada disini seperti orang gila yang senyam senyum sendiri.


Deni yang mengerti pun izin pada semua karena ada urusan mendadak.


Seandainya aku ada disana hari ini, aku pasti akan menjadi pengeranmu, dan pasti aku sangat bahagia. Kamu sangat cantik, dan polos semoga aku akan menjadi pria beruntung yang mendapatkan mu. Batin Deni sambil senyum sendiri menatap puluhan atau bahkan ratusan foto yang dikirim adiknya.


*****


Malam hari di kota L


Usai makan malam bersama kedua kelurga duduk sambil ngobrol di ruagan keluarga.

__ADS_1


"Bsok kalian mau jalan kemana?, minta di temani kak Elia dan pergi dengan pak supir aja ya" jelas bu Andine sama adik adik Laura.


"Iya tante terima kasih banyak ya, bsok kita mau ke arena bermain dan ke pantai, kata kakak pantai disini itu indah banget" jelas Mona yang di iyakan sama kakak dan juga adiknya.


"Di sekolah kalian apa masih ada kegitan?" tanya Oma sama Laura dan Elia


"Sudah tidak ada Oma, karena sudah wisuda jadi tidak ada kegiatan lagi, tingal tunggu ijazah aja" jelas Laura


"Kalau sudah tidak ada sebaiknya kita segera balik ke kota J, mama khawatir sama papa dan kakakmu" kata bu Andine pada Elia


"Iya bener Lia, Oma juga mau tau bagaimana keadaan perusahaan sekarang" jelas Oma dengan harapan agar Elia mau balik bareng mereka


"Mah, Oma papa dan kak Deni itu bukan anak kecil, mereka bisa jaga diri dan ngrus diri sendiri, dan masalah perusahaan Oma kan bisa telfon dan tanya langsung sama papa dan kak Deni. Aku masih mau disini sampai Laura masuk kuliah nanti, kalau Oma dan mama mau ke kota J gak apa apa, nanti aku ngusul sendiri kalau aku udah mau." Jelas Elia panjang lebar karena masih belum mau ke kota J


"Kanapa kamu gak bareng sama oma dan tante?" tanya Laura heran sama yang di katakan Elia barusan.


"Iya, tapi kenapa? " tanya Laura


"Semuanya dengerin aku ya, nanti aku akan kuliah di luar Negri dan aku gak tau kapan akan ketemu kalian lagi. Makanya sekarang aku mau disini dulu bersama Om, Tante dan para biang kerok ini. Nanti kalau Laura sudah mulai akfif kuliah baru aku ke kota J. Om, Tante anak kalian itu unik, cantik aku nyaman dekat dengan Laura, aku suka jadi aku akan membuat banyak kenangan indah denganya biar nanti saat kami jauh kami akan saling ngagenin" ungkap Elia


"Kak tidak lesb** kan? apa aku gak salah denger, masa sampai sebegitunya kak Lia suka sama kak Laura" tanya Mona karena menurutnya aneh ada wanita yang sebegitnya suka sama kakaknya


"Hei... Kau!! dasar ya biang kerok tanpa akhlak kalau ngomong asal aja, kamu kirain aku ini wanita gak normal apa?!" teriak Elia pada Mona sangking keselnya sambil melempar batal sofa ke arah Mona


"Aku nanya kak kerena penasaran" jawab Mona tanpa dosa.


"Lia memang begitu, dia susah dekat dengan sembarangan orang, tapi kalau sudah dekat ya seperti ini. Dul-" omongan bu Andine terhenti karena di potong oleh Elia

__ADS_1


"Mah, dan semuanya aku ke kamar dulu ya" ucap Elia dengan raut muka yang tiba tiba berubah sedih.


"Sepertinya bu Andine tadi mau cerita sesuatu" tanya pak Ahmad


Elia adalah gadis denga luka trauma masa kecil. Saat kecil dia punya teman yang sangat dekat, dan kita bertetangga Hingga sudah seperti saudara. Mereka saling cerita main bersama dan sering menginap dirumah masing masing, hingga suatu hari mereka janjian mau main di taman bareng, tapi sama bu Andine hari itu Elia tidak boleh main karena mereka ada janji makan siang bersama kelurga. Hingga sianak itu tetap pergi sendiri dan terjadi kecelakaan hingga meninggal, Elia syok karena merasa bersalah dan menyalahkan keluarganya yang melarang dia main hingga temanya pergi sendiri dan musibah itu terjadi.


Sejak kejaian itu Elia jadi murung, dia tidak mau lagi berteman dekat dengan siapa pun, apa lagi setelah itu keluarga kita sering pindah pindah, bahkan mereka pernah tinggal diluar Negri, sehingga Elia tidak punya teman dekat, kecuali teman pria. Sejak saat itu Elia selalu pergi bersama teman temanya bahkan jarang dirumah, tapi tidak pernah ngajak temanya nginap dirumah, dan jarang ikut acara keluarga.


Itulah alasan kami melilih sekolah asrama untuknya agar tidak sering main dapat punya banyak teman, karena Elia selalu main terus sehingga berimbas pada kakanya tidak dibolehkan main keluar hingga kedua orangnya meyediakan segala banyak fasilitas dirumah agar temanya mau main dirumah. Tapi Elia tidak pernah mengajak temanya nginap dirumah, hingga saat dia masuk sekolah asrama


Hingga akhirnya Elia mengajak Laura menginap dirumahnya, bahkan berulang kali, dan sejak saat itu Elia jadi sering dirumah, makan bareng, dan ngumpul bersama seperti ini. Karena itulah Laura begitu berarti bagi Elia dan keluarganya, karena Laura berhasil membuat kehidupan Elia berubah dan melupakan luka lamanya.


Setelah tahu semuanya Laura menyusul Elia, dia mengetuk pintu, masuk dan langsung memeluk Elia. "Kenapa kamu tidak pernah cerita, kan kita sahabatan tapi aku gak tau luka yang kamu alami" kata Laura


"Bukanya aku gak mau cerita tapi aku sendiri sudah lupa tentang semua itu sejak aku dekat dengan kamu, aku nyaman dan bahagia saat kita bersama" jelas Elia yang memang sudah lupa kejadian dulu hingga beberapa saat yang lalu sang mama mengungkitnya lagi


"Baguslah kalau begitu, itu bukan salah kamu, saat itu kalian masih anak anak jadi tidak bertanggung jawab untuk siapapun dan pada apapun, merasa bersalah dan kelilangan itu wajar tapi yang harus kita ingat adalah disaat kita dalam keadaan terpuruk yang selalu ada untuk kita adalah kelaurga." Jelas Laura sambil memelul dan mengelus punggung Elai


Pantes saja kak Deni mabuk kepayang sama kamu, ternyata aroma tubuh kamu sungguh menenangkan, aku sangat nyaman saat dipeluk olehmu dan aku bisa melupakan semuanya. Apa lagi kalau pria yang memelukmu pasti tidak akan melupakan arommu ini. Batin Elia


"Kamu pake parfum apa sih, wanginya manis dan nyaman" kata Elia sambil mengendus leher Laura


"Dasar ya, kamu ngapain sih! geli tau, aku jadi takut" teriak Laura smbil melepaskan pelukanya dari Elia. "Kamu aneh, kan kamu lihat sendiri aku gak pake apa apa" ungkap Laura yang geli sendiri dengan tingkah aneh Elia


"Berati ini aroma tubuh kamu dong" tanya Elia


"Bukan itu wangi sampo" jawab Laura sambil mencium rambutnya yang panjang yang memang sangat wangi karena tadi habis keramas.

__ADS_1


__ADS_2