
Saat sampai dirumah Laura langsung ke kamarnya. Pikirannya tidak tenang masih saja teringat kejadian di mall tadi. Siapa pria itu?, bagaimana dia ada disana?, ada apa dengan pandangan matanya
Kenapa aku jadi gelisah seperti ini, mata itu, tatapanya dan aroma tubuhnya kenapa itu membuatku tidak nyaman. Batin Laura
Saat Laura sibuk dengan pikiranya sendiri. Di lantai bawah sudah heboh dengan berita terbaru.
" Hendra!! " teriak Amelia. Hendra keluar dari kamarnya di lantai atas dan turun ke bawah dengan wajah yang sulit di artikan
" Maaf kak, aku sudah jelasin semuanya tapi Susi tetap tidak percaya. Dia selalu begitu. Cemburuan, tidak pernah mau mendengarkan semua yang aku katakan dan tetap dengan pemikiranya sendiri. Aku aja sudah stres banget dengan sikap dia yang seperti itu " jalas Hendra yang terlihat sangat frustrasi.
" Tapi ini gak bisa di biarkan Ndra, ini menimpa Laura. Ini nama baiknya, orang yang melihat postingan itu akan menghujat Laura dan berfikir kalau itu semua benar. Untung aja Laura tidak punya sosial media sehingga saat ini dia tidak tau kalau wajah dan namanya jadi pembicaraan dunia maya " ucap Amelia dengan emosi.
Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka di dengar oleh Nenek.
" Cepat jelaskan semuanya, tidak ada yang kalian kurangi atau lebihi " ucap Nenek tegas
Hendra mulai menceritanya semuanya. Niat awal ingin mengenalkan Laura dengan Susi serta sambil mereka mencari gaun buat Laura untuk acara mereka nanti. Serta tentang kejadian Laura yang tidak sengaja bertabrakan dengan pria di mall, Laura yang ketakutan dan ia memeluknya serta salah paham Susi terhadap Laura yang bahkan sudah jelaskan tapi Susi tetap tidak percaya.
Dan entah dari mana Susi punya video kejadian Laura dan pria itu, juga semua sikap Susi yang terlalu mengengkang Hendra. Serta sikap cemburu butanya yang tidak mau mendengar segala penjelasan Hendra. Sampai akhirnya memposting kejadian Laura dengan pria itu dan dirinya dan mengatakan kalau Laura wanita penggoda.
Nenek yang mendengar semua itu syok dan kaget. Nenek seakan tidak percaya kalau wanita yang dia suka dan di setujui untuk jadi cucu menantunya punya sifat seperti itu.
" Bagaimana dengan Laura? " tanya Nenek yang sangat khawatir
" Tadi begitu sampai di rumah langsung masuk ke kamar. Aku gak tau apa yang Laura pikirkan, selama dalam perjalanan pulang dia banyak diam dan melamun " jelas Handra
" Laura pasti tidak tau tentang postingan Susi, Karena Laura tidak punya Instagram (IG) bahkan Laura tidak punya media sosial apapun. Mungkin Laura hanya syok karena dia di sentuh pria asing. Karena selama ini pria yang pernah dekat denganya hanya Deni saja " Jelas Amelia yakin.
" Tapi kenapa Susi bisa punya video itu? " tanya Amel penasaran.
"Video tadi di mall ya Kak?, Aku mau kak, tolong kirim ke aku ya " pinta Laura dan membuat mereka semua kaget, khawatir kalau Laura mendengar semua omongan mereka tadi.
" Kak Hendra berantem sama Kak susi gara gara Laura?, Maaf ya Kak karena sikap Laura tadi Kak susi jadi salah paham. Kalau Kak susi tidak percaya biar Laura yang kerumahnya untuk jelasin semuanya " kata Laura tulus.
Ketulusan Laura membuat mereka betiga tambah geram terhadap Susi yang sudah mempermalukan Laura.
" Gak sayang, itu bukan salah kamu " ucap nenek sambil memeluk Laura. Walau bingung dengan sikap Nenek Laura diam saja tanpa bertanya apa apa.
" Dia itu memang terlalu cemburu, Kakak aja sudah capek menghadapi sikapnya seperti itu "
Tiba tiba ponsel hendra berdering. Begitu melihat layar wajah Hendra terlihat kesel. Hendra melihat ke arah Nenek dan amelia, yang di lihat mengangguk untuk menerima panggilan.
" Ya halo Si " sapa hendra sambil membesarkan suara ponsel biar semua bisa mendengar. dan memberi aba aba pada semuanya untuk diam
" Mas kamu itu gimana sih? kenapa tidak minta maaf padaku. Kamu itu keluar dari rumah dengan wanita itu kan? aku gak percaya dia sepupumu. Kamu jangan macam macam denganku mas, aku selalu mengawasi kamu " ngerocos Susi dengan suara emosi yang lantang
" Susi dia itu sepupuku, anak dari tanteku Ririn. Berapa kali aku harus bilang sama Kamu"
" Aku gak percaya mas. Dari turun dari mobil kamu sudah perhatian dan mesra banget sama dia. Aku cemburu mas "
" Apa kamu membuntuti aku? "
__ADS_1
" Iya mas, itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintai kamu. Aku gak mau kehilangan kamu gara gara wanita lain. Mas Kalau kamu tidak meminta maaf padaku di instagram hubungan kita putus. Aku akan menyuruh orang tuaku untuk mebatalkan pertunagan kita"
" Kamu gila susi, Aku tidak akan pernah meminta maaf atas hal yang tidak kulakukan"
Hendra langsung memutuskan panggilan sepihak. Kalau terus mendengar kata kata Susi dia bisa makin emosi.
Amel dan nenek hanya terdiam mencerna maksud dari Susi.
" Kak kenapa gak minta maaf aja, tapi kenapa minta maafnya di instagram ya? "
" Sudah Ra gak usah kamu pikirin itu urusan Hendra " Laura hanya mengangguk mendengar ucapan Neneknya
Di tempat lain
" Arrrgghhhhg dasar murahan, semua perempuan sama saja " teriak Rangga dengan muka yang sangat frustrasi.
" Itukan belum tentu, bisa saja itu salah paham " ucap paman Edi menenangkan Rangga
" Paman sudah dapat info tentang dia? "
" Data pribadinya belum, karena dia tidak punya media sosial. Fotonya yang ada semuanya bersama teman dan saudaranya. Namanya Laura Shinta dia kuliah di kampus Negri di kota L. Disini dia tinggal dengan keluarga pamanya dan Kakak sepupunya seorang dokter kandungan " Jelas paman sambil memperlihatkan Instagram dokter Amelia.
Rangga dengan serius melihat semua foto dan tanpa sadar tersenyum dan jari tangannya menyentuh wajah Laura yang ada di gambar.
" Paman kenapa aku selalu memikirkan dia. Aku bahkan masih bisa mencium aromanya, tatapan matanya sungguk menyejukkan. Aku tidak percaya kalau dia itu selingkuhan " Ucap Rangga sambil terus melihat semua foto sampai dia berhenti pada satu foto di mana dokter Amelia bersama keluarganya.
" Paman! coba lihat ini " sambil menunjuk wajah hendra yang ada di foto. Rangga sangat bahagia senyum puas terlihat di wajahnya.
Paman hanya diam saja melihat perubahan wajah Rangga dalam sekejap.
" Rangga" panggil paman memperlihatkan Instagram Elia dan Deni yang penuh dangan foto Laura
Rangga kembali serius melihat semua yang di tunjukkan oleh paman Edi. Raut wajahnya berubah ubat saat melihat setiap gambar yang ada di ujung jarinya.
" Paman coba paman cari tau hubungan Deni dan Laura ya " Paman hanya mengangguk.
Di satu sisi paman senang karena Rangga sudah mulai tertarik pada wanita lagi. Namun paman tetap khawatir takut Rangga terluka lagi.
Dua Hari kemudian
Laura Merasa sangat senang karena lamaran kerjanya di terima dan hari ini dia di panggil untuk wawancara. Karena panasaran keluarga bertanya di perusahaan mana Laura melamar kerja.
Semua kelurga terkejut mendengar nama perusahaan tempat Laura akan pergi untuk wawancara. Namun Nenek melarang mereka untuk bicara dengan Laura. Nenek percaya Kalau Laura bisa menyelesaikan semua yang terjadi pada dirinya nanti. Hendra tidak setuju tapi tidak bisa berbuat apa apa.
" Kak Nanti anterin Laura ya. Pulangnya nanti Laura naik taxi aja"
"Kakak juga bisa jemput Ra "
" Gak usah Kak, karena nanti pulangnya Laura mau ke rumah tante Andine karena Laura dengar Elia sudah balik ke sini " Hendra hanya diam aja
Setelah rapi Laura ke kamar Hendra, Laura mengetuk pintu kamar beberapa kali
__ADS_1
" Kak Aku tunggu di bawah ya "
Laura turun kebawah sambil menunggu Hendra masuk ke kamar Nenek.
" Nek doain Laura ya, semoga langkah Laura sekarang bisa membawa kebaikan dan kebahagiaan "
" kamu mau kerja atau mau nikah? kok minta di doain begitu "
" Hheheheh iya ya kenpa bisa ngomong begitu " ucap Laura yang bingung dengan apa yang dinucapkannya sendiri
" Ra ayo " terdengar suara Hendra dari luar kamar.
Laura izin dan bersalaman dengan Nenek setelah itu baru brangkat.
Di dalam perjalanan Hendra sempat bertanya kenapa Laura melamar di perusahaan ini. Laura hanya menjawab karena saat dia membuka di internet hanya perusahaan ini satu satunya yang membuka lowongan kerja.
" Kak yakin ini perusahaanya? " Tidak percaya karena perusahaan ini sangat besar
" Sesuai dengan alamat yang kamu berikan. Dan memang ini Tempatnya "
" Aku gugup Kak, doain aku di terima ya Kak" Hendra hanya menganguk, dalam hatinya malah berharap Laura gagal alias tidak di terima. Itu karena Hendra tau gosip tentang si pemilik perusahaan yang sangat tidak menyukai wanita, dan selalu mencaci serta memaki bila ada karyawan wanita yang berbuat salah. Hendra tidak mau itu terjadi pada adik sepupunya.
Laura turun dan masuk ke dalam gedung bertingkat itu dengan sangat gugup. Ini adalah pengalaman pertamanya.
Bismillah... insya Allah ini jalan yang Allah berikan untukku. Semoga ini yang terbaik untukku, untuk karirku. Dengan memantanpkan hatinya Laura berjalan masuk.
Segala proses Laura lalui dengan lancar. Saat di tanya mau di tempatkan di mana. Laura menjawab di mana saja dia mau. Karena ini pengalaman pertamanya jadi belum begitu paham dengan bagian bagian di sebuah perusahaan.
Saat keluar dari ruangan ponsel Laura berbunyi. Melihat layar ponsel Laura bingung kenapa Kak Deni menghubunginya
" Ya Halo Assalamu'alaikum kak "
" Wa'alaikumsalam...Ra kamu di mana?! " tanya Deni dengan suara berat
" Aku di perusahaan Tapa Industri Kak. Ada apa Kak? "
" Kamu di lantai berapa? biar Kakak semperin " Deni sudah tidak sabar ingin segera bertemu Laura. Bahkan sejak Laura ke kota J Mereka belum pernah bertemu.
" Kak ini juga Laura lagi turun. wawancara sudah selesai. Laura dari sini memang niat mau ketemu tante. baguslah kalau ketemu kak Deni di sini " ungkap Laura yang seakan Dini disini adalah kebetulan
" Kakak tunggu di loby ya" tanpa menunggu Laura menjawab Deni memutuskan panggilan.
" Aneh, ada apa dengan Kak Deni " gumam Laura sendiri
Begitu Laura keluar dari Liff matanya mencari sosok Deni, dan tersenyum bahagia begitu melihat orang yang di kanel. Padahal seandainya Laura melihat kearah kiri sedikit lagi ada seorang lelaki yang sedang berdiri mematung karena melihat dirinya ada disini.
Deni berjalan dengan gagah ke arah Laura. Kehadiran Deni sini sudah menarik perhatian semua orang. Karena hampir semua karyawan mengenal seorang Deni Saputra Addison.
Deni langsung menarik Laura kedalam pelukanya. Laura hanya diam saja, karena mereka memang sudah biasa melakukanya. Sambil memeluk Laura pandangan mata Deni menatap Rangga yang sedang berdiri di pojok ruangan dengan rahang mengeras.
Semua yang ada disana melihat adegan berpelukan mereka. Yang wanita ingin itu adalah dirinya begitu juga yang pria.
__ADS_1
Karena merasa sudah terlalu lama " Kak malu di lihat orang sekantor. Ayo kita pulang aja " Laura tidak berani menatap orang yang ada disana sangking malunya.
Deni tersenyum penuh ke memangan ke arah Rangga yang merupakan rivalnya dari saat mereka kuliah dulu. Deni berjalan dengan bangga meninggalkan gedung perusahaan Rangga.