
Degg
Nina. Batin Rangg.
" Kamu tidak ingat dengaku " tanya Nina karena di lihat Rangga diam aja.
" Apa ada alasan kenapa aku harus ingat sama kamu? " tanya Rangga ketus dan terlihat dari wajahnya kalau sangat tidak suka dengan situasi ini
Bu Aisyah yang melihat Rangga tidak ada di belakangnya jadi bingung sendiri, tapi dari jauh dapat melihat anaknya sedang berbicara dengan seorang wanita. Karena penasaran bu Aisyah mendekat
Sambil berdiri di samping Rangga " Siapa ini Ngga? " Sambil memperhatikan wanita itu dan tatapanya tertuju pada perut hamil si wanita
Nina memperkenalkan dirinya pada ibu Rangga
" Saya Nina tante, teman Rangga saat keluliah " mengulurkan tangannya untuk bersalaman, dan di sambut dengan cepat oleh ibu Rangga sambil tersenyum ramah.
" Lebih tepatnya hanya orang yang pernah berkenalan " ucapa Rangga yang menegaskan bahwa mereka tidak berteman dan malah membuat ibu bingung. Nina jadi merasa tidak enak terhadap bu Aisyah.
" Rangga bisa kita bicara sebentar? ada yang ingin aku sampaikan dan menurutku ini penting " terlihat Nina dengan sangat berhati hati mengatakan niatnya pada Rangga.
" Tidak penting menurutku " ucap Rangga dingin
" Jangan begitu nak, dengarkan dulu apa yang akan di katakan" Bu Aisyah memegang tangan anaknya seperti mebujuk agar mau mendengar apa yang akan di katakan Nina.
" Tidak akan lama. Aku tau kamu sibuk, jadi aku hanya meminta waktu kamu sebentar aja"
" Ayo kita kesana aja " ajak bu Aisya ke kantin di pojok supermarket itu.
Rangga mengikuti langkah ibunya sambil mendorong troli belanjaan mereka
" Kalian duduk di sini, ibu masih ada yang harus di cari " bu Aisyah ingin memberi waktu untuk mereka berdua ngobrol
" Ibu juga duduk, atau ibu mau kita pulang sekarang " ucap Rangga yang memang sangat tidak nyaman bila harus berdua saja dengan Nina.
__ADS_1
" Kalau kamu tidak mau ibuku mendengarnya lebih baik kamu pulang aja sekarang " Rangga bisa melihat wajah bingung Nina. Namun Nina sudah memantapkan niatnya untuk membicarakan hal ini dengan Rangga
" Tidak, aku tidak keberatan sama kali. Tapi apa kamu akan baik baiknya? " Nina malah mengkhawatirkan Rangga bila hal ini di dengar oleh ibunya.
" Aku akan baik baik aja. Katakan saja apa yang kamu mau sekarang karena waktuku tidak banyak " tegas Rangga
Sebelum memulai ceritanya Nina meminta maaf terlebih dahulu sambil matanya menatap Rangga dengan penuh penyesalan.
Nina mulai bercerita bahwa dulu dia dan teman temanya sangat mengangumi Rangga dan para sahabatnya, karena mereka sangat tampan apa lagi Rangga dan Deni yang merupakan anak orang kaya. Karena itulah dia dan temannya membuat taruhan, siapa diantara dia dan temanya bisa berpacaran dengan salah satu dari mereka berlima, maka orang itu bisa mendapat sejumlah uang yang memeng mereka kumpulkan dengan patungan.
Nina dapat melihat wajah Rangga yang sudah mulai memerah. Dengan menarik dan menghembuskan nafasnya Nina kembali melanjutkan ceritanya.
Karena itulah kami mendekati kalian berlima secara sendiri sendiri. Sampai akhirnya Nina bisa menarik perhatian Rangga, dia sangat senang karena nantinya dirinya yang menang taruhan dan bisa berpacaran dengan Rangga. Hal itu bisa membuat dirinya lebih populer lagi di kampus karena bisa berpacaran dengan salah dari lima pria yang sangat di sukai oleh seluruh wanita di kampus.
" Lanjutka " ucap Rangga dengan rahang yang mengeras. Bu Aisyah yang melihat itu menggeser bangkunya mendekat dan mengelus bahu Rangga
Tapi rencana mereka di ketahui oleh Deni. Deni bertanya padaku apa mencintai kamu, aku hanya mengeleng dan Deni manjadi sangat marah pada mereka semua bahkan mengancam mereka semua " Kalau di antara kalian ada yang menyakiti Rangga aku akan membuat kalian dan kelurga kalian jadi pengemis. Rangga sudah cukup menderita gara gara wanita licik seperti kalian. Jangan sampai dia mengalaminya lagi karena taruhan gila kalian " Karena saat itu kita sudah janji untuk bertemu aku menceritakan semua pada Deni.
" STOP! STOP! "
Ucapkan Nina membuat emosi Rangga semakin meledak " Kamu tidak tau apa apa. Itu bukan urusanmu " melihat anaknya sudah emosi bu Aisyah mengelus punggung Rangga untuk menenangkan
" Dulu Deni hanya mencoba melindungi kamu dari wanita sepertiku, Aku sangat malu akan sikapku dulu yang terlalu murahan " Ucap Nina dengan wajah menunduk
" PERGI!... Cepat sekarang kamu pergi dari hadapanku! ucap Rangga yang emosi, wajahnya sangat menyeramkan.
Teriakan Rangga menarik perhatian orang yang ada di sekitarnya. Melihat itu Bu Aisyah memeluk Nina agar tubuhnya tidak gemetar ketakutan lagi dan mengajak wanita keluar.
" Maafkan anak tante yang bersikap begitu "
" Tidak apa apa tante, ini adalah balasan dari dosa yang dulu saya lakukan. Karena saya Rangga jadi tidak sedekat dulu lagi dengan Deni. Deni saat itu sangat mengkhawatirkan Rangga makanya bersikap seolah kami berpacaran dan salaing mencintai "
" Sudah jangan di bahas lagi hal itu sudah berlalu, mereka sekarang baik baik aja. Walau jarang bertemu karena kesibukan masing masing mereka tidak bermusuhan " Ibu mengatakan begitu karena beberapa kali saat dirinya bertemu Deni dengan tidak sengaja, Deni masih bersikap seperti dulu dan meminta maaf karena sudah tidak pernah sempat main kerumah lagi.
__ADS_1
Karena Nina kesini sendiri akhirnya ibu memanggil taxi untuk Nina pulang. Ibu tidak menyalahkan Nina. Ibu malah meminta maaf dengan tulus atas sikap Rangga padanya, apa lagi saat nina sedang hamil tidak seharusnya menerima teriakan dan bentakan dari Rangga.
Setelah di tinggal sendiri Rangga pergi ke kamar mandi. Menyiram mukanya dan kelapanya dengan air dingin.
" Arrrghhg! Kanapa jadi seperti ini " Ucap Rangga sambil menjambak rambutnya sendiri. Ini adalah hal yang selalu di lakukan Rangga saat dirinya marah tapi tidak bisa berbuat apa apa. Rangga melihat rambut di tangnyanya dan menyiramnya dengan air agar rambut itu hilang dari telapak tangnya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang. Kenapa saat seperti ini aku malah ingat wanita itu, aku ingin mencium aromanya, aku ingin memeluknya. Aku merindukanya dan sangat mengiginkanya. Ucap Rangga berkata pada dirinya yang ada di cermin sambil memekul dadanya sendiri yang terasa sangat sakit karena begitu mengiinkan wanita itu.
Rasa sakit ini harus aku tahan, aku tidak mungkin merebut wanita itu dari Deni, setelah kengetahui apa yang Deni lakukan dulu untuk dirinya. Tapi aku sangat mengiginkanya aku membutuhkan dia dalam hidupku rasanya hanya dia yang bisa mengobati segala sakit yang aku alami sekarang. Bati Deni.
Saat kembali ke tempat mereka duduk ibunya sudah ada di sana. Menatapnya dengan penuh kasih dan khwatir. Rangga tersenyum seolah mengatakan kalau dirinya baik baik aja.
Ibu dan anak duduk berhadapan, suasana hening sesat " Apa mau berbagi cerita dengan ibu " ucap bu Aisyah sambil menggengam kedua anaknya dan melihat kalau rambut Rangga basah. Ibu tau rangga pasti baru saja menjambak rambutnya dan menyiram kelapanya dengan air dingin
" Cerita yang mana? "
" Semuanya, tapi ibu lebih tertarik tentang cerita ' Kamu, Deni dan wanita itu ' mau berbagi " tanya ibu sambil tersenyum penuh arti.
Rangga diam beberapa saat, hingga akhirnya dia mengangguk dan tersenyum pada ibunya.
Rangga mulai bercerita saat pertama bertemu dengan Laura. Entah kenapa saat berada di restoran itu Rangga sangat tidak tenang, matanya selalu negitari seluruh ruagan dan juga melihat kearah luar restoran. dia gelisah seolah sedang menunggu sesorang padahal tidak. Hingga akhirnya tanpa sengaja matanya melihat seorang wanita turun dari mobil, melihat wanita yang yang menatap sekitar yang seakan takjub dengan restoran ini dan sikapnya yang seolah engan untuk masuk kedalam menarik perhatian rangga.
Hingga akhirnya wanita masuk dan duduk di pojokan sebrang dari tempat duduknya dan menghadap ke arahnya, walau tidak melihat dirinya. Rangga terus memperhatikan wanita itu, wajah terkejutnya saat melihat buku menu dan terlihat sangat lucu bagi rangga. Seketiga saat itu hati rangga jadi senang dan makin penasaran. Saat melihat wanita itu menikmati makananya Rangga melihat wajah wanita itu sangat senang dan bahagia, hal itu membuat Rangga penasaran dan memesan makanan yang sama denganya.
Saat Rangga sedang asyik memperhatikan wanita itu tiba tiba wanita itu melihat kearah dirinya. Mata mereka saling menatap beberapa detik sebelum akhirnya wanita itu kembali menikmati makanya dengan lahap.
" Dan akhirnya kamu jadi suka minum jus strawberry tanpa pake susu tapi di ganti dengan gula putih yang banyak " ucap ibu sambil tersenyum ke arah Rangga dan di balas anggukan dari Rangga.
" Dan saat mata kami saling menatap jantung Rangga Langsung berdebar debar bu. Cara makanya dan banyakanya makanan yang di makan gadis itu membuat Rangga penasan dan terus kepikiran " Rangga dapat melihat wajah aneh yang di tunjukkan ibunya karena diri pesaran dengan makanan orang lain.
" Terus postingan apa yang di maksud Nina tadi " tanya ibu penasaran
"I-itu " Rangga terdiam dan tersenyum mengingat hal itu.
__ADS_1
Hari itu Rangga dan paman bertemu rekan kerja. Setelah pertemuan selesai Rangga ke Toilet tapi, saat akan keluar Rangga melihat gadis itu bersama seorang pria yang sangat tampan. Rangga jadi cemburu apa lagi melihat pria itu sampai menunggunya, karena terlalu lama di dalam dan pria itu pergi sebentar dan hal itu rangga manfaatkan untuk mendekatinya.
Gadis itu terlalu fokus melihat ke bawah dan kesempatan itu Rangga manfaatkan dengan berdiri di hadapannya. Seperti perkiraan Rangga dia menabrak Rangga dengan badanya, karena hampir jatuh Rangga meangkap pinggangnya dan menarikknya ke dalam pelukan. Wajahnya kagetnya sangat imut dan terlihat Kalau gadis itu sangat ketakutan. Setelah kajadiam itu Rangga sangat menyukainya dan setiap meningat kejadian itu jantung Rangga selalu berdebar.