
Hari berlalu dengan kesibukan masing masing. Laura sudah mulai kerja dan sangat menyukai kegiatan barunya ini. Walau cukup capek namun cukup menyenangkan, mempunyai kegiatan akan lebih menyenangkan dari pada berdiam diri di rumah aja.
" Ra tolong cek produk A apa sudah siap, sebenarnya lagi kita akan ngadain acara promosi " suruh salah satu rekan kerjanya.
Hal itu adalah tugasnya, di dalam timnya status Laura yang anak baru adalah sebagai pesuruh. Semua tugas di kerjakan dengan sepuh hati Laura tidak mempermasahkan hal itu. Sudah di terima kerja saja sudah membuatnya sangat senang.
Laura selalu membawa bekal dari rumah sehingga tidak pernah keluar dari lantainya bekerja.
Rangga merasa sangat khawatir, perasaan takut selalu menghantui, saat ini Rangga lebih suka bekerja di luar kantor. Hal itu di lakukan agar tidak bertemu dengan gadis yang tidak mungkin menjadi miliknya. Rangga sudah memutuskan, melupakan kalau dirinya pernah tertarik pada gadis yang ternyata kekasih sahabatnya.
Ini hari ke tiga Laura berkerja. Tadi pagi Laura berangkat dengan kak Hendra, setiap dia kerja dan pulang kerja para sepupunya akan selalu bergantian mengantar dan menjemputnya. Ingain menolak tapi itu tidak akan berhasil, kalau tetap bersikeras bisa bisa dirinya akan tetap di rumah aja. Tidak boleh bekerja.
" Semuanya sudah Laura! " teriak teman kerjanya yang sedang asyik dengan game di ponselnya. Semua tugas yang seharusnya dia kerjakan di suruh Laura yang mengerjakan.
" Sudang Bang " Laura dapat melihat kalau orang menyuruhnya sedang santai sambil mengkat kedua kaki di atas meja
" Bagus cepat selesaikan biar acara hari berjalan lancar " Laura hanya mengangguk
Itukah kegitannya beberapa hari ini, menjadi pesuruh yang akan kengerjakan pekerjaan berat. Tanpa berani bertanya Laura selalu melakukan apa di suruh oleh pada anggota timnya.
Sore hari jam 16.00 wib jadwal para karyawan pulang, tapi tidak dengan Laura. Setelah rekaman video untuk acara promosi selesai Laura akan membereskan semua barang dan peralatan yang di gunakan. Padahal itu tugas seluruh timnya, tapi karena dirinya anak baru dan di surat kerja tidak di tuliskan dirinya harus bergabung ke bagain apa, karena itulah dirinya yang menjadi pesuruh untuk segala bagian di bidang promosi.
Saat yang lain sudah pulang Laura tetap berkerja, Karena sibuk membereskan semua barang saat ponselnya berdering Laura malah tau. Tak terasa, setelah satu jam lebih akhirnya semuanya rapi, laura ke meja kerjanya dan kaget saat melihat jam yang hampir jam enam sore. Begitu membuka ponsel, Ia lebih kaget lagi karena banyak pangilan dari Riski yang tidak sempat di angkat olehnya.
Laura memutuskan untuk menghubungi Riski balik. Baru dua kali berdering panggilan di angkat
" Ya Hallo, Assalamualaikum Ra "
__ADS_1
" Waalaikumsalam, Ada apa Ki? maaf tadi aku lagi subuk jadi gak mendengar ada pangilan masuk"
" Hari ini jadwal aku yang jemput kamu, karena capek aku telpon gak kamu angkat, ya udah aku pergi aja dari kontor kamu "
" Iya gak apa apa Ki, aku pulang naik ojek online aja bair cepat sampai"
" Kamu gila ya? Kalau kamu naik ojek aku pasti di omelin sana Nenek. Ya udah kamu tunggu ya biar balik lagi ke kantor kamu. Jangn kemana mana dan jangan jauh jauh ponselmu ya " Laura sangat merasa bersalah karena sudah sangat merepotkan sepupunya.
" Iya Ki karena ini mau magrip jadi aku sholat magrip di kantor dulu, selesai sholat aku langsung turun ke lobby "
" Iya kalau aku belum sampai tetap tunggin sampai aku datang ya " Riski seperti sangat mengkhawatirkan dirinya. Laura merasa sangat tidak enak
Lima belas menit berlalu suara azan magrib pun terdengar. Laura ke toilet untuk berwudhu dan memilih sholat di rangan kerjanya. Setelah selesai dengan kegitanya Laura turun kebawah.
Sangat sepi hanya ada dirinya di lobby dan dua satpam yang menjaga pintu depan, sedangkan pintu lain semuanya sudah di konci. Laura melangkah ke pintu dan berbicara pada satpam.
" Pak kalau nanti ada yang mencari orang bernama Laura, tolong bilang kalau saya menunggu di dalam ya pak " pinta Laura dengan sopan dan di iyakan oleh petugas itu. " terima kasih pak " Laura balik lagi ke dalam dan memilih duduk di bangku yang panjang.
Degg!
" Paman kenapa jam segini gadis itu baru pualang, dia di tempatkan di mana? " paman dapat melihat wajah khawatir Rangga
" Untuk saat paman tidak tau, tapi segera akan pamam cari tau. " ucap paman dan setelah itu menjauh Rangga dan langsung menghubungi entah siapa.
Rangga terus saja merhatikan wanita yang belum dikenalnya itu. Sungguh aneh mereka belum kenal tapi dirinya selalu mengingat dan menginginkan gadis itu. Dari saat Laura ngobrol dengan satpam sampai dia masuk ke dalam. Kenapa dia malah masuk lagi, ngapain dia masih disini, kenapa tidak segera pulang.
Begitu banyak pertanyaan yang tidak akan ada yang menjawab. Rangga memperhatikan sepertinya gadis itu sangat capek, apa aja yang dia lakukan.
__ADS_1
Laura yang sedang menunggu akhirnya tertidur saat duduk, karena terlalu capek dan lelah. Karena kepalanya yang terus terkulai (teranguk anguk sendiri) dia terjaga dan tidak lama kejadian itu terulang lagi.
" Cith!! kenapa dia tidak tidur aja dari pada kepalanya bergoyang terus seperti itu, walau pun dia tidur tatap saja tidak akan nyaman di bangku besi itu " Rangga berusaha menahan dirinya agar tidak mendekat
Karena hal itu membuatnya terbagun terus, akhirnya Laura memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas bangku besi itu.
Rangga yang melihat hal itu sangat kesel, kesel pada dirinya sendiri yang tidak bisa mendekat untuk memberikan bahunya agar gadis itu bisa tidur sebentar.
Paman mendekat dan mengakatan" Kalau Laura di tempatkan di bagian promosi, lebih tepatnya di bagian persiapan barang promosi. Tadi mereka ada shoting pruduk baru kita untuk di promosikan, sepertinya tim mereka yang mempersiapkan semuanya peralatan dan barang. Mungkin setelah acara berlangsung anggota yang lain langsung pulang dan memberikan tugas pada anak baru untuk membereskan semuanya sendiri. Itu yang mungkin terjadi " ucap paman ragu ragu.
" Itu pasti paman. Bukan mungkin lagi. Mereka di gaji penuh tapi pekerjaan di serahkan pada orang lain. Nanti potong gaji mereka dua puluh persen dan berikan pada gadis itu " muka Rangga terlihat murka melihat gadis yang mangaggu hatinya terlihat sangat menyedihkan.
Paman Edi hanya mengiyakan dan mencatat semua perintah biar dirinya tidak lupa.
"Sepertinya dia benar benar tertidur " ucap Rangga sambil mendekat dan berjongkok di depan wajah Laura " Lihat paman, dia sangat cantik. Alisnya, bulu matanya, hidung dan bibirnya " jemari Rangga seakan sedang mereba wajah Laura yang tertidur pulas.
Paman hanya mengangguk dan tersenyum melihat tingkah keponakan.
Rangga mendekatkan wajahnya sehinga dia bisa merasakan hangatnya nafas Laura mengenai wajahnya. Tidak puas dengan itu Rangga beralih ke leher Laura dan mengendus aroma gadis itu sebanyak banyaknya. Tubuhnya terasa sangat aneh dan di bagian bawahnya ada memberontak untuk keluar.
Paman yang melihat perubahan di wajah Rangga langsung menariknya dari situ, Rangga menolak ia masih ingin menatap gadis itu. Tapi begitu paman membisikkan sesuatu Rangga pun menurut dan menjauh.
Baru sekitar sepuluh meter Rangga melangkah pintu depan terbuka, seorang pria muda dengan wajah tampan masuk di ikuti salah satu satpam yang berjaga. Pria itu memanggil Laura dan tanpa sengaja Rangga melihat ke arah pria itu dan begitu juga dengan pria itu. Mata mereka bertatapan dengan tajam, Rangga dapat melihat mata membunuh dari pria itu untuk dirinya.
Riski mengakhiri tatapanya dengan Rangga, Laura lebih penting baginya. Riski melihat kalau Rangga tadi habis dari tempat Laura berada. Dia sangat khawatir kalau Rangga akan berbuat jahat pada Laura.
Karena suara berisik namanya di panggil Laurapun terbngun. Dan sangat senang karena Riski sudah sampai.
__ADS_1
" Maaf jadi merepotkan. Aku sendirian karena bosan jadinya tertidur " Riski senang Laura terseyum, sepertinya Laura memang tidak tau kalau pria itu disini tadi
Melihat Laura yang baik baik saja Riski tidak bertanya apa apa, dan langsung mengajaknya pulang.