
"Pastilah Laura akan menangis, dan dia akan menyalahkan dirinya sendiri, sebab karena masalah kuliah Dia kita jadi adu mulut. Lagian kenapa sih tadi Ayah ngotot banget kalau Laura tidak boleh kuliah". Kata ibu dengan muka kesel
Pak Ahmad hanya dia saja, karena Pak Ahmad sendiri tidak tau kenapa tadi sampai ngotot banget melarang Laura kuliah.
"Ya.... Sudah, Ibu nyusul Laura dulu ke kamarnya ya. Kasihan anak itu kalau menangis kelamaan sendiri dikamar.
"Sekalian juga ibu bilangin kalau lulus dan dapat beasiswa ayah mau bayar uang yang lainnya ya". Jelas ayah dengan wajah khawatir.
"Itu suami selalu saja begitu, terlihat keras dan tegas padahal hatinya tidak tega" batin ibu sambil tersenyum.
tok tok tok!
__ADS_1
"Laura! Laura... Ibu masuk ya" jelas Ibu sambil membuka pintu dan melangkah masuk dan duduk disamping tempat tidur putrinya.
Laura bangun dari tidurnya langsung memeluk ibu.
"Ibu.... Maafkan Laura ya, gara gara Laura Ibu jadi berantem dengan ayah. Laura memang bukan anak baik, tapi Laura mau kuliah dan nanti memilih sendiri teman hidup" ungkap Laura sambil sesenggukan menangis.
"Iya sayang tidak apa apa, Kamu tidak salah. Ayah berkata seperti itu karena Ayah tidak mau jauh dari anak gadisnya yang sangat cantik ini. Jangan kamu pikirkan yang terjadi barusan, tetep semangat untuk tes masuk kuliah, barusan Ayah berpesan sama ibu kalau uang untuk hidup nanti akan ayah kasih" jelas ibu panjang lebar biar anaknya tidak bersedih lagi.
"Iya sayang... tentu saja, gak mungkinkan Ibu berbohong, sudahlah sekarang tidur ya, karena besok siang kamu harus balik ke kota L kan.
"Ibu nanti setelah ujian akhir disekolah selesai kami semua boleh tidak tinggal lagi diasrama. Jadi nandi Laura izin tinggal dirumah Elia ya bu?" ucap Laura, dengan harapan di izinkan oleh ibu.
__ADS_1
"Apa tidak akan merepotkan keluarganya nanti. Dan sepertinya ayah kamu kurang suka juga sama Elia karena baju yang dia pake terlalu tebuka. Omonganya juga terlalu blak blakan menurut ibu sayang". Jelas ibu dengan sengat khawatir, bukan tanpa alasan ibu berkata begitu, karena selama beberapa kali nginap dirumah ibu melihat kalau Elia itu bebas hidupnya seperti orang bule.
"Ibu Elia itu keluarganya sangat kaya raya, dan dulu mereka tinggal di kota besar J, dan ayahnya juga orang luar negri, orang Prancis. Mereka tinggal di kota L juga baru 3 tahun ini, itu karena ayahnya buka cabang perusahaan disini, makanya penampilan dan gaya bicara Elia beda sama kita. Tapi ibu... Keluarganya sangat baik, ramah ramah, dan mereka tidak melihat orang dari harta dan kedudukan, melainkan mereka melihat sopan santun, dan kebaikan orang"
"Ibu tidak perlu khawatir ya Laura nyaman tinggal bersama mereka, dan Laura juga kenal sama keluarga besar mereka " Jelas Laura panjang lebar biar keluargnya tidak khawatir.
Ibu cukup senang dengan penjelasan Laura, dan ibu juga percaya kalau Laura akan bisa menjaga diri.
Laura balik ke kota L dengan hati gembira, ya itu sudah pasti karena Ayahnya setuju kalau Laura kuliah, walau dengan proses yang menguras emosi dan air mata.
Proses memang tidak akan pernah mudah dan Laura selalu tau itu, namun hasilnya juga tidak mengecewkan.
__ADS_1
Ujian kelulusan berlangsung lancar karena smua sisawa sudah sangat semangat untuk segera lulus. Merka sudah tidak sabar untuk segera mendaftar kuliah.