
Setelah urusan di sekolah selesai mereka langsung pulang kerumah. Ada yang sangat berbeda malam ini, mereka hanya berempat dan perempuan semua.
"Terasa sepi banget padahal baru malam ini mereka tidak bersama kita" ungkap bu Andine.
"Untung ada kamu Laura" kata Oma karena sangat bersyukur Laura masih bersama mereka.
Karena hari sudah malam mereka bersiap tidur, karena besok keluarga Laura akan datang kerumah mereka, Laura dan Elia juga bsok masih harus ke sekolah.
****
Pagi hari masih berjalan seperti biasa, karena sebentar lagi keluarganya mau datang. Laura agak sibuk karena mempersiapkan kamar untuk kedua orang tuanya dan juga sang adik. Paisal sudah bilang kalau dia ke kota L dia akan tidur dikamar Deni. Laura masuk ke kamar Deni, ini kali pertama kalinya dia masuk ke kamar Deni, kamarnya sangat besar dan nyaman jendelanya sangat banyak untuk ukuran sebuah kamar tidur. Aku suka kamar ini, aroma ini sambil melihat sekeliling, ngak sengaja mata Laura melihat ke nakas di samping kiri tempat tidur disana ada fotonya dan Deni, mereka sangat mesra bila orang lain melihat akan mengira kalau mereka pasangan kekasih.
Kak, aku tau kamu sangat menyukaiku, kak Deni kehidupan kamu sangat sempurna, kamu juga sangat tampan sehingga tidak cocok denganku, aku sangat bersyukur bisa mengenal pria sebaik Kakak, dan Kakak Deni akan selalu menjadi Kakak bagiku. Batin Laura sambil mengelus wajah Deni yang ada di foto.
"Sudah rapi semua" tanya bu Andine yang ternyata dari memperhatikan Laura.
"B-Belum tante, baru mau mulai heheh... "jawab Laura gugup dan malu karena ketauan sama bu Andine mengelus fofo Deni, dan khawtir kalau bu Andine akan salah paham.
Setelah semuanya siap, Elia dan Laura berangkat ke sekolah, semua persiapan untuk wisuda sudah selesai tinggal meunggu hari H yaitu besok. Saat di sekolah Laura meminjam smartphone Elia untuk melihat hasil pengumuman di kampus.
"Elia tolang lihat apa disini ada no ujuan dan namaku" pinta Laura kerena gak mau melihat sendiri takut kecewa karena tidak lulus
Permintaan Laura sama Elia di dengar semua temanya yang ada disana, sehingga mereka semua mendekat ke Elia ingin tau juga hasil apa yang di dapat Laura.
"Bagaimana? apakah namuku ada" tanya Laura penasaran
Semua temanya menggeleng kepala dan melihat ke arah Laura dengan raut muka sedih
"Mungkin belum saatnya aku kuliah, atau aku nikah aja ya ama colan yang di cari ayahku" ucap Laura sambil berlinang air mata.
Semua temanya mendekat dan memeluknya.
__ADS_1
"Yang sabar ya, dan tetep harus semangat karena hal yang kamu inginkan akhirnya terwujud" ucap Linda
"Tapi aku belum mau me-" Laura terdiam sebentar mencerna kata kata Linda. "Apa? keinginaku terwujud" ucap Laura kaget dengan wajah bingung
Semua temanya tertawa dan mengucapkan selamat, Laura sendiri malah menangis hingga membuta temanya bingung.
"Kalian jahat, sengaja ya ngerjain aku hikss, sini aka mau lihat sendiri benaran atau tidak kalau ada namaku" ucap Laura sambil menagis
"Dasar lo ya gak percaya banget sama orang, kenapa juga tadi nguruh aku ngeliat" ucap Elia kesel karena Laura meragukanya.
"Lagian kalian tadi menggeleng, kan itu artinya namaku gak ada" jelas Luara dengar bibir di majuin kedepan bikin temanya tambah gemes.
"Udah siang ni, ayo kita pulang. Kan masih banyak yang harus kita siapkan untuk bsok, jangan lupa pake kebaya terbaik kalian dan dandan yang cantik" ucap Sri dengan muka genitnya, membuat semua temanya tertawa.
Itulah mereka, selama tiga tahun terakhir bersama banyak hal yang mereka mengerti tentang teman, dan mereka tidak menilai buruk lagi teman mereka hanya karena cara mereka berbicara dan berpakain. Kadang sesuatu yang terlihat mencolok dari seseorang adalah cara orang itu menutupi banyak kekurangan yang ada pada diri mereka. Jadi kalau kita belum mengenal seseorang jangan langsung memberi mereka lebel A, B atau C. Karena kadang apa yang kita lihat bukanlah yang sebenarnya.
Begitu sampai dirumah Elia ternya keluranya sudah sampai, bahkan mereka sudah makan siang. Adik adik Laura sangat suka dirumah Elia karena rumahnya sangat besar dan mewah, kamarnya juga gede dan ada kamar mandinya lagi di dalam. Semua hal yang ada dirumah Elia adalah hal baru buat mereka sehingga membuat mereka sangat bahagia.
Laura juga memberi tau semoga kalau dia lulus masuk kampus, semuanya jadi gembira. Suasana rumah jadi riuh karena adik adik Laura yang jadi heboh karena kakaknya bisa kuliah. Setelah selesai memberi selamat kepada sang Kakak mereka keliling rumah melihat isi lemari hiasa yang menurut mereka sangat cantik dan unik.
"Kamu dulu juga begitu waktu pertama kali ke kota J, ibu sampai malu banget sama nenekmu, tapi nenek berkata 'biarkan mereka bahagia dengan cara mereka' jadi biarkan saja mereka. Yang punya rumah aja baik baik aja kenapa kamu jadi kesel sama adikmu" jawab bu Ririn yang membela anaknya yang lain.
"Iya biarin Laura, Oma malah senang melihat mereka antusias banget dirumah ini, rumah ini jadi rame, jadi lebih hidup. Barusan juga Oma sudah bilang sama mereka apa bila ada yang mereka suka dirumah ini mereka boleh ambil dan bawa pulang kerumah mereka" jelas bu Siti biar Laura tidak perlu merasa gak enakan.
Malam ini meja makan mereka penuh dan rame, tapi tetap aja yang kurang karena tuan Alvin dan Deni tidak ada, padahal ayah Laura sangat ingin bertemu langsung dengan tuan Alvin dan ingin mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini sudah memperbolehkan sang anak tinggal dirumahnya.
"Terima kasih banyak bu Andine karena selama ini sudah baik terhadap anak saya dan mau menjaganya seperti anak sendiri" ucap tuan Ahmad tulus
"Sama sama pak, kami juga senang karena Laura mau tinggal disini selama ini, dan itu juga karena izin dari pak Ahmad" ungkap bu Andine kalau dirinya malah sangat bersyukur karena selama ini Laura boleh tinggal bersama mereka.
"Sudah malam ayo pada tidur semuanya, bsok pagi pagi kita harus bersiap ke acara wisuda" ajak bu Andine pada semuanya.
__ADS_1
Dan semua langsung menuju ke kamar tidur yang sudah di siapkan.
Saat subuh mereka semua sudah bangun, semua terlihat sibuk dengan kegiatan masing masing. Laura dan Elia sedang dandan di kamar, Laura tidak mau di rias orang lain karena menurutnya itu tidak perlu, sehingga Elialah yang sedang melukis di wajah Laura. Untuk pakaian wisuda mereka semua sepakat untuk yang cewe memakai baju warna ping dan cowo jas hitam.
Laura sendiri memakai gaun tertutup bahan sutra polos dan brukat yang di rancang oleh Elia, dan terlihat sangat cocok dengan badanya yang tinggi. Sendang Elia memilih dres lengan pendek yang pajangnya dibawah lutut, selesai dengan wajah Elia kembali menata rambut Laura dengan sanggul modern ala anak remaja. Selesai dengan Laura baru Elia merias wajah dan juga rambutnya.
Setelah rapi tidak lupa Elia mengambil gambar dirinya dan juga Laura dengan Smartphone miliknya. sangat banyak gambar yang diambil dengan berbagai gaya, mulai dari yang anggun dan juga jelek. Tidak lupa Elia segera memgirim gambar itu pada sanga Kakak tanpa di ketahui Laura, dan itu sering di lakukan Elia selama dua hari ini.
Saat mereka berdua turun semua mata melihat ke arah mereka.
"Wau..! kalian sangat cantik" ucap bu Andine kagum
"Bernarkah ini Kakak ku?, dari itik buruk rupa Kakak sudah jadi anggsa putih yang sangat cantik" puji paisal untuk sang Kakak dengan caranua yang berbeda. Mungkin karena ini alasanya Laura tidak tau kalau dia cantik, karena semua adiknya selalu mengatakan kalau dia jelek
"Hei kamu! enak aja bilang Kakak dulu itik buruk rupa, muka Kakak itu tidak cacat tau! walaupun Kakak tidak cantik" kata Laura dengan kesel karena biasanya selalu dibilang jelek oleh adiknya, malah baru ini di bilang cantik.
"Sudah jangan ribut malu dirumah orang, kalian ini gak dirumah sendiri atau dirumah orang sama aja, ribuut terus, dan hal kecilpun kalian ributkan. Laura kamu itu selalu cantik, bahkan lebih cantik dari ibumu dulu saat masih muda" puji pakq Ahmad.
"Iya Kakak terlihat cantik karena baju ini dan setelah di rias, kalau kemaren itu Kakak biasa biasa aja" jawab mona.
"Gak kok, Kakak itu selalu cantik, hari ini Kakak dan Kak Elia mirip tuan putri kerajaan, tapi sayang pengeranya tidak ada hahah.... " ucap Rahmad sambil tertawa meledek sang Kakak.
"Sudah rapi semuanya, ayo kita pergi" Ajak bu Andine
*Seandainya Deni ada dia pasti akan sangat bahagia melihat Laura hari ini sangat cantik, dan Deni pasti akan menjadi pangeran untuk Luara*. Batin bu Andine
Sebelum pargi mereka foto foto bersama, karena ada orang dari studio foto yang di panggil bu Andine ke rumah untuk acara mereka hari ini, bahkan saat di tempat wisuda nanti semua sudah di urus oleh bu Andine.
Diluar gedung acara ada satu papan bunga selamat wisuda yang sangat besar dan indah untuk Elia dan Laura tentu saya itu dari Deni, mereka berfoto bersama di depanyanya. Dan tidak lupa Elia mengirim foto itu untuk sang Kakak
Acara wisuda berlangsung dengan lancar, mereka semua sengat bahagia. Laura di panggil ke atas panggung karena dia juara pertama di angkatanya dan memberi sedikit pitato mewakili teman temanya
__ADS_1
"Masa SMA adalah star yang baru di mulai dalam proses seorang anak menuju dewasa, banyak cita cita saat kecil yang kita inginkan. Tapi saat SMA itu semua akan berganti dengan cita cita yang lain, apapun itu kita harus berusaha dan disertai doa agar itu semua bisa terwujud. Karena masa depan kita ada di pilihan kita sendiri dan setiap pilihan pasti akan ada prosesnya masing masing, ingatlah proses itu tidak mudah namum bukan berati tidak mungkin. Selama kita mau pasti akan ada jalan" itulah inti dari pidato Laura hari ini,
Tidak ada yang tau seperti apa masa depan kita nantinya, semoga saja kita tidak salah memilih. Setelah acara penutupan selesai mereka sangat bahagia karena telah menyelesaikan sekolah SMA. Tahapan dan urutan cara berlangsung lancar sampai selesai. Selanjutnya adalah acara foto bersama para guru, teman dan adik kelas yang jadi panitia dan juga orang tua. Sampai akhirnya acara wisuda selesai