
Di hari yang sama di kota J
Deni terbangun dari tidurnya karena getar handphone yang ada di bawah bantal. "Siapa sih pagi pagi begini udah ngirim banyak banget chat, nganggu orang tidur aja" gumam Deni sendiri.
Dengan males dan agak kesel chat yang masuk di buka juga, wajahnya langsung bersinar gembira dan sudut bibir terangkat karena senyum. "Ya ampun muka batalnya aja cantik banget, Elia memang teman tak berakhlak heheh.. Foto begini di kirim kalau Laura tau pasti di jambakin itu rambut si Lia sampai botak" Deni tertawa karena senang dengan sikap usil sang adik yang mengambil foto Laura sedang tidur dengan mulut sedikit terbuka.
Hari ini dia pasti sangat cantik, semoga kamu selalu bahagia walau aku jauh darimu, batin deni sambil mencium fotonya yang bersama dengan Laura.
Saat sarapan
"Den, sepertinya hari ini kamu sedang bahagia" tanya sang Papa karena dari tadi melihat anaknya terus saja tersenyum sambil melihat handphone.
"Pa, hari ini tuh Elia dan Laura wisuda, dan aku dapat foto harta karun dari Elia, lucu dan menggemeskan banget fotonya Pa" jawab Deni semangat dengan wajah bahagia.
"Papa yakin kalau foto itu ilegal, kalau Laura tau dia pasti akan malu dan marah, kalian tidak boleh seperti itu" jelas tuan Alvin karena tidak suka dengan sikap kedua anaknya itu.
"Pa kan gak selalu juga Lia ngirim foto, dan untuk saat ini mumpung ada Lia aku bisa ngeliat wajah Laura tiap hari, karena kalau Lia sudah ikut kesini entah kapan lagi bisa melihat wajahnya" jawab Deni beralasan
"Sudah cepatan habiskan sarapanmu, kita sudah telat ni" ucap tuang Alvin.
Di tempat lain
__ADS_1
"Bisa gak sih kerja yang benar! lihat ini jadi tumpahkan, kamu punya mata gak sih" hardik Rangga pada pembantu perempuan yang paling muda dirumahnya.
Dari atas saat berjalan turun bu Aisyah mendengar teriakan Rangga kepada pembantu.
"Ada apa sayang? kenapa pagi pagi kamu sudah marah bahkan sampai teriak begitu, ibu di lantai atas aja mendengar suara kamu" tanya bu Aisyah setelah duduk di meja makan.
"Itu bu, si pembantu kita yang paling muda tumpahin susu di depanku" jawab Rangga kesel
"Dia gak sengaja mungkin, lagian kan gak kena baju kamu kenapa sampai marah begitu" tanya bu Aisyah yang merasa ada yang aneh dengan sikap anaknya seminggu ini, tapi tidak berani bertanya.
"Tapi kan tetap aja bikin kesel bu, kalau memang gak bisa kerja ya berhenti aja, jual dir* aja di luaran sana pasti laku karena dia masih muda" ketus Rangga yang tambah kesel karena sang ibu membela pembantu.
"Rangga jaga bicaramu! kamu itu bisa bisanya menghina wanita, sudah kelewatan kamu, dia bekerja keras dengan keringatnya karena mau uang halal, kamu malah menghinanya. Kamu sarapan aja sendiri, ibu sudah tidak lapar lagi" jawab bu Aisyah sambil pergi dari meja makan.
"Ibu marah sama aku paman, karena aku memarahi pembantu yang numpahin susu di depanku" jawab Rangga tanpa rasa bersalah.
"Rangga maaf banget sebelumnya, kalau omongan paman ini membuat kamu tersinggung atau marah, Setelah kejadian minggu yang lalu kamu sudah banyak berubah. Apalagi terhadap wanita yang masih muda, kamu terlihat sangat membenci mereka. Paman yakin kamu tidak menyadari sikap kamu itu, dan itu semua terjadi karena luka dan sakit hati yang seblumnya kamu alami" jelas paman dengan sangat hati hati karena tidak mau keponakan sekaligus bosnya itu tersinggung.
Rangga terdiam beberapa saat "Ah tidak paman, itu tidak benar. Aku tidak berubah paman. Kejadian waktu itu tidak akan mempengaruhi aku" jawab Rangga yakin
"Kalau tidak kenapa kamu menghindari masalah itu, pak Anton berulang kali nelfon kamu tapi tidak kamu jawab, Melisa juga bahkan sampai datang ke kantor tapi kamu tidak mau menemuinya. Apa itu bukan menghindar namanya" ucap paman
__ADS_1
"Paman, apa lagi yang harus aku jelaskan pada mereka, Melisa hamil dan itu bukan anakku!, berati semua yang dulu ada di antara kita sudah berakhir. Untuk apa lagi aku mendengar penjelaskan dengan kata kata, kalau perbuatan untuk mengakhiri itu semua sudah nyata. Tegas Rangga yang memang menurutnya itu tidak perlu lagi.
Saat tiba di kontor Rangga melihat seorang karyawan wanita yang memakai rok terlalu pendek, emosi langsung muncul.
"Hei..! kamu itu mau ke kantor atau mau menggoda pria, kenapa rok yang kamu pakai sangat pendek. Atau kamu ke sini mau mencari manggsa yang bisa kamu porotin uangnya dengan kepuasan satu malam" uangkap Rangga dengan muka dingin yang sangat menyeramkan.
"M-Ma-Maaf tuan, say-saya tidak bermaksud begitu" jawab wanita itu dengan terbata bata karena ketakutan.
Rangga sendiri langsung pergi dari situ tanpa memperdulikan sekitarnya
Semua karyawan yang baru datang dan melintas di loby melihat kejadian itu, mereka syok karena bos mereka yang biasnya hangat dan ramah pada semuanya karyawanya tiba tiba berubah menjadi sangat menakutkan. Dan gosip mulai beredar tentang alasan sang bos yang sudah berubah
Ada kabar yang beredar bos mereka berubah karena di tinggal sang kekasih selingkuh sehingga bos jadi benci sama wanita, ada juga isu kalau bos mereka trauma sama perempuan cantik dan seksi karena ayahnya dulu meninggal gara gara pelokor dan hampir saja menghancurkan perusahaan. Entah dari mana gosip itu di mulai tidak ada yang tahu.
Di ruanganya pun Rangga selalu saja marah dan berteiak kepada sekretarisnya hanya untuk kesalahan kecil. Hanya karena salah ketikan satu huruf di laporan, sang sekretaris harus mendengar amukan dan teriakan sang bos selama tiga sampai lima menit.
"Rina kamu yang sabar ya, biasa pengaruh hormon hubungan itu" ucap paman agar Rina tidak tersinggung
"Iya tuan saya tidak apa apa, tapi kenapa Pak Rangga jadi begitu ya" tanya Rina yang penasaran, karena setahun lebih bekerja dengan Rangga baru seminggu ini dia dimarahi Rangga terus.
"Biasa... Setelah kejadian perkenalan yang yang gagal waktu itu" ucap paman.
__ADS_1
Rina tau kalau minggu kemaren Rangga punya acara berkenalan dengan orang tua sang pacar, itu terjadi karena Rangga yang bertanya padanya kita harus bersikap seperti apa saat bertemu orang tua dari pacar kita. Sedangkan kejadian apa yang sebenarnya terjadi tidak ada yang tau kecuali sang paman.
Seandainya saja kejadian itu tidak terjadi kamu pasti sekarang sedang sangat bahagia, tapi lihatlah sekarang ini kamu sudah berubah dan sangat menderita. Semoga suatu hari nanti akan ada wanita yang bisa menyembukan semua luka yang kamu alami. Batin paman berharap agar Rangga nanti akan bahagia.