
Ujian ke lulusan telah selesai, karena tidak ada lagi proses pembelajaran di sekolah siswa boleh tinggal luar asrama atau pun tetep di asrama.
Banyak yang memilih untuk tidak di asrama, termasuk Laura.
"Kamu jadi tinggal di rumah Elia?" tanya Sri penasran
"Iya jadi, aku juga sudah izin sama ibuku dan boleh" jawab Laura senang.
"Nanti aku akan minta Kak Deni untuk ajarin Laura, biar Laura bisa lulus tes masuk kulaih" jelas Elia semangat, karena dia ingin Laura kuliah dan terus tinggal bersmanya.
Benarkah Kak Deni mau ngajari Laura, aku jadi iri, atau jangan jangan Laura sengaja tinggal dirumah Elia untuk menggoda Kak Deni, oh... Tidak itu tidak boleh terjadi, kak Deni harus jadi milikku. Batin sri tidak rela.
"Memang Kak Deni ada disini?, Kuliahnya sudah selesai?" tanya Sri
"Kuliah Kak Deni sudah selesai dari tahun kemaren, karena banyak yang harus di selesaikan disana makanya tidak segera balik kesini. Sekarang karena papaku mau pensiun dan Kak Deni yang akan gantiin papa" jelas Elia.
Laura bersama Elia sampai dirumah, mereka hari ini di jemput sopir papa Elia karena banyak barang yang mereka bawa pulang.
Assalamu'alaikum...Ucap Laura dan Elia sambil berjalan masuk.
__ADS_1
Wa'alakumsalam... Jawab semua yang ada di dalam.
"Laura.... Oma kangen" ucap Oma sambil berjalan memeluk Laura
"Laura juga kangen bangat, Oma sehat kan?," tanya Laura sambil membalas pelukan Oma dangan erat.
"Alhamdulillah sehat sayang, kamu sehat juga kan" tanya Oma.
Laura mengangguk sambil tersenyum.
"Laura saja yang dipeluk aku gak?," Ucap Elia merasa terabaikan.
"Gak Oma, karena setelah ujian minggu kemaren asrama tidak begitu ketat lagi"
"Syukurlah kalau begitu" jawab Oma.
"Aku juga kangen banget sama kamu Laura" ucap Deni sambil berjalan dan memeluk Laura dengan erat.
Laura kaku di tempatnya karena syok, ini adalah pelukan pertama dari lelaki untuk Laura.
__ADS_1
Ahirnya saat ini datang juga, aku sangat merindukanmu Laura, dan aroma tubuh ini sangat manis membuat aku sangat nyaman,ini kesempatan langka yang tidak akan kusia siakan. batin Deni sambil tersenyum
"Dasar ya... Kakak nyari kesempatan dalam kesempitan. Kakak lihat badan Laura sudah kaku karena kaget, mukanya sampai merah karena malu itu. Kakak tau gak sih, itu pelukan pertama untuk Laura dari laki laki" ngerocos Elia tanpa rasa bersalah telah membuka kartu Laura didepan keluarga besarnya.
Deni buru buru melepas pelukannya dari tubuh Laura, sambil tersenyum malu dan manggruk kepala yang tidak gatal
Dengan muka merah karena malu Laura bertanya" apa Kak Deni punya sakit jantung? Soalnya saat dipeluk barusan Laura dengar kalau jantung Kak Deni berdetak sangat kencang seperti akan keluar dari dada Kak Deni" jelas Laura karena khawatir
Serempak semua yang ada di ruangan melihat ke arah Deni, dan mereka semua sangat yakin kalau Deni menyukai Laura.
"Tii-tidak, Kakak tidak punya sakit jatung Laura, Laura salah dengar kali. Itu suara perut Kakak karena lapar, bukan suara jantung Kakak" ucap Deni terbata bata dengan sangat malu karena ketahuan sama semua anggota keluarganya kalau menyukai Laura.
"Benarkah Laura salah dengar? " Tanya Laura ama diri sendiri dan yang lain juga, dengan muka bingung yang sangat imut membuat semua yang ada disitu jadi gemes melihatnya.
"Iya sayang kamu salah dengar, itu suara cacing di perut Deni yang sedang keleparan" ucap bu Andine sambil mendekat dan memeluk Laura. Berharap Laura tidak tau kalau Deni menyukainya, agar sikap Laura tidak berubah pada mereka semua.
Itu bu Andine lakukan karena keluarganya sangat menyukai Laura, dan tidak mau Laura nanti menjauh hanya karena belum bisa mambalas perasaan Deni.
"Oh... syukulah tante kalau kak Deni tidak sakit, karena kalau kak Deni sakit Laura akan sedih, karena Laura sudah anggap kak Deni sebagai kakak sendiri." ucap Laura polos. Dan berhasil membuat semua yang ada disana mematung.
__ADS_1