
Saat waktu makan siang, semua sudah berkumpul di meja makan. Makanan tertata dengan rapi di meja makan, hampir segala jenis lauk ada.
Ibu Andine mengambil nasi dan bebera lauk untuk suaminya, sambil mempersilahkan yang lain untuk mengabil nasi juga.
Laura bagun dari duduknya, dengan piring ditanganya menyendok nasi hampir penuh kedalam piring, semua melihat ke arah Laura.
"Ini untuk kak Deni" jelas Laura sambil memilih beberapa lauk kedalam piring, memenuhi piring.
"Katanya tadi Kak Deni kelaparan, jadi ini Laura siapin nasi buat Kakak ya" ucap laura sambil memberikan sepiring penuh makan ke Deni.
"Ini kebanyakan Laura, lapar sih lapar, tapi kan tidak sebanyak ini juga makananya" ungkap Deni dengan raut muka yang sulit diartikan.
"Gak apa apa Kak makan aja, biar badan Kakak gede dan nanti olah raga biar perutnya ada roti sobeknya" jelas Laura.
"Maksudnya roti sobek apa", tanya oma bingung.
"Itu Oma.... maksud Laura biar badan Kak Deni berisi, dan nanti olah raga biar perutnya berbentuk seperti perut Oppa Korea, yang ada di drama Korea yang sering kami tonton" jelas Elia.
Semua yang ada di meja makan tertawa dan menganggukan kepala karena sudah mengerti maksud dari Laura.
__ADS_1
"Iya Kak, mulai sekarang harus banyak makan, untuk sekarang ini harus habis ya" jelas Laura
"Badan Kakak itu gak kurus, terlihat kecil karena Kakak tinggi" jawab Deni membela diri.
"Tidak ada yang bilang kamu kurus Den, mereka cuma mau kamu banyak makan dan rajin olah raga biar badan kamu jadi berotot dan seksi" jawab tuan Alvin sambil tersenyum.
"Kata ayah kamu benar Deni...Biar kamu lebih sehat juga" jelas bu Andine.
"Iya...Iya ini akan Deni habiskan semuanya, ayo semua cepetan makan, kalau ngobrol terus kapan makanya selesai" ucap Deni karena tidak suka ngebahas tentang tubuhnya, apa lagi didepan wanita yang disukai.
Selesai makan mereka santai sebentar diruang keluarga, sedangkan Laura membantu bibi membereskan meja makan dan memcuci piring.
"Deni.... kamu beneran suka sama Laura?" tanya bu Andine langsung tanpa basa basi.
"Mama kenapa sih nanya begitu, Laura itu tidak suka sama Kak Deni Mah...Laura itu tidak akan membalas cinta orang yang tidak dicintainya. Yang ada dia akan menjauh dan mengindar." Jelas Elia kesel ama sikap mamanya, karena kalau Laura dengar bisa ribet dan tidak mau tinggal dirumah mereka lagi.
"Kan mama tanya sama Deni, bukan Laura Lia!" ucap bu Andine kesel, karena bu Andine hanya ingin tau perasaan anaknya saja.
"Entah Ma, Deni juga gak taub dan ngerti sejak kapan suka ama Laura. Yang Deni tau saat lulus tahun lalu papa suruh pulang Deni tidak mau. Kesininya Deni ingin cepat pulang karena sering keingatan sama Laura, itu terjadi begitu aja. Saat bersama Arpat kita sering banget ceritain tentang Laura". Ya begitu aja jelas Deni.
__ADS_1
"Terus kenapa Kakak main peluk aja, itu yang pertama buat Laura, untung aja itu anak tidak pingsan di tempat". Ungakap Elia kesel.
"Kakak sendiri gak tau kenapa sempai memeluk Laura, otak Kakak menolak karena tidak sopan, tapi hati Kakak memaksa. Oh ya... Laura pake parfum apa sih, wanginya itu manis banget bikin kakak nyaman." Tanya Deni tanpa malu walau di depan mama, papa dan Omanya.
"Setau aku dia tidak pake parfum, cuma pake boby lotion aja" jawab Elia, karena memang Elia tidak pernah melihat Laura pake parfum.
"Berati itu oramanya ka.." mulut Oma terdiam karena melihat Laura berjalan ke arah mereka sambil membawa beberapa potongan buah.
"Aroma apa Oma" tanya Laura penasaran.
"Eh...Itu, lagi ngomogin bakso yang enak itu dimana" jawab bu Andine asal
"Siapa yang tanyain bakso?, kalau mau biar Laura ajak makan nanti " Laura
"Deni katanya entar malam mau makan baso" jawab Oma.
"Ada baso yang enak, dan nama warungnya itu Aroma, nanti selesai Kakak ajarin Laura, kita makan baso disana ya, nanti Laura yang bayarin" jelas Laura tanpa diminta
"Oke" jawab Deni berseri seri.
__ADS_1
Saat makan malam Laura dan Deni tidak ikutan, karena mereka sedang belajar, setelah belajar mereka mau keluar makan baso, jadi tidak ikut makan malam.