
Di Kota besar J
Seorang Pria tampan sedang sangat senang, karena hari ini dia akan bertamu kerumah kekasihnya untuk bertemu kedua orang tua sang kekasih. Pria itu adalah Rangga Wahyudi Tapa. Pemilik perusahaan TAPA yang bergerak di bidang elektronik, hampir semua peralatan rumah rumah tangga adalah produksi mereka.
Pria itu mengenangkan kemeja putih, celana warna navy dan jas yang senada dengan celana. Sambil berdendang kecil karena bahagia berjalan turun kemeja makan, di meja makan ada wanita berhijab dan seorang pria paruh baya sudah menunggu.
"Seperti ada yang lagi bahagia ini" sindir bu Aisyah yang melirik ke arah anaknya, tapi yang dilirik cuek aja sambil memasukkan roti srikaya kedalam mulutnya.
"Ibu, aku mau bertemu kedua orang tua Melisa, doain ya semoga mereka menyukaiku jadi menantunya" ucap Rangga sambil terus menikmati rotinya.
Mereka pasti menyukaimu, tapi ibu yang tidak menyukai pacar kamu, wanita matre dengan baju sangat kekurangan bahan, aku tidak menyukainya. Ya Allah jika dia jodoh anakku maka dekatkanlah, tapi jika bukan maka jauhkanlah ya Allah. Batin bu Aisyah
"Mereka pasti akan suka sama kamu sayang, kamu lelaki yang baik dan bertanggung jawab, tapi apa kamu yakin mau Melisa jadi istri kamu nanti" tanya bu Aisyah hati hati takut anaknya tersinggung, karena yang menikah dan menjalani adalah anakknya bukan dirinya.
"Benar kata ibumu, apa kamu yakin" tanya sang paman.
"Ibu, Paman. Melisa gadis yang baik, walau baju yang dipake sangat terbuka, tapi Melisa bisa menjaga dirinya dengan baik. Bahkan 3 tahun kami pacaran, kami tidak pernah melakukan 'itu' walau hampir saja, tapi aku bisa menahan diri, begitu juga dengan Melisa. Bukankah dia gadis yang baki?" jelas Rangga. Karena menurutnya hanya gadis baik yang bisa menahan nafsu untuk tidak melanjutkan tindakan mereka.
Padahal tanpa Rangga tau setelah diantar oleh Rangga, Melisa pergi lagi mencari pemuas lain diluar sana. Karena cinta membutakan mata dan hati, bahkan saat temanya bercerita tentang kelakuan Melisa di luar, Rangga tetep percaya pada cinta Melisa terhadapnya.
Dirumah Melisa sedang meresa tidak enak badan, entah kenapa hampir seminggu ini dia sangat pusing. Tapi karena acara ini sudah direncanakan dari dua minggu lalu, acara Rangga berkenalan dengan kedua orang tuanya secara resmi. Walau sangat pusing Melisa tetap merias wajahnya dengan cantik.
"Wah anak ibu cantik sekali, pantes saja Rangga sangat menyukai kamu" ucap bu Ayu
"Ibu bisa aja, semoga setelah pertemuan ini aku dan Rangga bisa segera menikah, aku sudah tidak sabar ingin jadi nyonya Rangga Tapa" ungkap Melisa punuh harap.
Dari luar terdengar suara mobil berhenti di depan rumah, Rangga datang dengan membawa satu karangan besar bunga mawar merah, bunga yang paling di suka calon istrinya. Dengan rasa bahagia dan jatung berdebar karena gugup Rangga mengetuk pintu.
__ADS_1
Assalamualaikum...
"Waalaikumsalam" Jawab bu Ayu dan pak Anton sambil membuka pintu dan mempersilahkan Rangga masuk.
"Silahkan duduk Nak Rangga, Melisa cepat keluar, ini Nak Rangga sudah datang" panggil pak Anton.
Dari lantai dua Melisa turun dengan anggun, Rangga yang melihatnya bengong karena kagum dengan kecantikan calon istrinya. Melisa turun perlahan sambil menahan rasa pusing di kepalanya, sampai di tangga terakhir Melisa tidak tahan lagi karena rasa pusingnya, dan Melisa pun pingsan.
Semua yang melihat kaget dan syok, segera berlari ke arah Melisa.
"Mel, kamu kenapa? " ucap Rangga panik sambil menidurkan Melisa ke pangkuannya.
Kedua orang tua Melisa juga panik karena tiba tiba putri mereka pingsan di hari bahagianya. Berbagai usaha sudah mereka coba untuk menyadarkan Melisa tapi tidak berhasil, akhirnya mereka setuju untuk membawa Melisa kerumah sakit terdekat.
Rangga melaju mobilnya dengan kecang, tak lama mereka sampai dirumah sakit, Rangga berhenti di depan IGD. Kebelakang mobil mengambil Melisa yang tidur dipangkuan ayahnya, mengengkat dan membawanya masuk ke dalam dengan buru buru.
Dokter dan dua perawat mendekat langsung memerikasa Melisa, perawat menyuruh Rangga ke pendaftaran untuk mendaftar, Rangga bilang calon mertuanya sudah mendaftar, dia mau disini untuk menemani calon isrtinya. Lima belas menit berlalu, dokter selesai memeriksa dan menjelaskan hasilnya ke Rangga.
"Maaf tuan, apa anda wali dari pasien" tanya dokter sopan.
"Bukan dokter, saya calon suaminya pasien ini, kenapa denganya dokter, kenapa tiba tiba dia pingsan" tanya Rangga khawatir dan penasaran.
"Dari hasil pemeriksaan yang saya lakukan, pasien mengalami tekanan darah rendah, dan kami khawatirkan pasien juga Anemia, makanya kami mengambil darah untuk diperiksa dan juga dipasangin infus. Dan sepertinya calon istri tuan sedang hamil muda, tapi itu baru dugaan, kita tidak bisa test urin karena pasien tidak sadarkan diri. Namun kalau tuan bersedia kita lakukan USG dengan dokter kandungan" jelas dokter dengan sangat jelas.
Treng Duk....beresa disambar petir
Apa ini, Melisa hamil?, tidak mungkin, dokter pasti salah. Kami bahkan belum pernah berhubungan intim, bagai mana Melisa bisa hamil,. Tenang, tenang ini belum pasti. Batin Rangga menenangkan diri sendiri.
__ADS_1
"Tidak apa apa dokter lakukan saja USG untuk mengetahui apa benar calon istri saya hamil, dan tolang panggil dokter terbaik yang ada disini" ucap Rangga, dia ingin dokter terbaik agar hasilnya cepat dan akurat.
"Baik tuan akan saya lakukan, kebetulan disini ada dokter kandungan yang perempuan, walaupun masih sangat muda tapi keahlianya tidak perlu diragukan lagi" jelas dokter
"Saya mohon lakukanlah yang terbaik untuk calon istri saya" Rangga
"Iya Tuan, melakukan yang terbaik untuk pasien sudah menjadi kewajiban kami" jawab dokter.
Dokter pergi melakukan tugasnya, Rangga sangat syok untuk saat ini, dan berharap kalau yang dokter sampaikan itu salah. Saat orang tua Melisa datang dan bertanya Melisa sakit apa, Rangga bingung tidak bisa menjelaskan apa yang dia dengar dari dokter tadi.
"Rangga bingung Om harus bilang apa, kita tunggu saja nanti dokter akan menjelaskan ke kita" jawab Rangga
Setengah jam berlalu, akhirnya mereka dipanggil ke ruangan dokter kandungan. Dokter yang memeriksa Melisa.
"Silahkan duduk, kenalkan nama saya Amelia, saya dokter kandungan. Dan saya yang melakukan pemeriksaan untuk pasien Melisa" jelas dokter Amelia sopan
Pak Anton kaget karena yang merawat anaknya dokter kandunga, tapi Rangga memberi isyarat yang berati' tidak apa apa kita dengar dulu penjelasan dari dokter Amelia' Pak Anton mengangguk tanda mengerti.
"Silahkan lanjutkan dokter" pinta Rangga
"Saat datang ke IGD bu Melisa tidak sadarkan diri, dari hasil periksaan doktor umum di IGD tekanan darah pasien rendah, karena terlihat sangat pucat dokter megambil darah untuk periksa Lab dan pasien di infus. Namun karena dokter IGD curiga kalau pasien sedang hamil makanya meminta saya untuk memeriksa, dan itu sudah disetujui oleh tuang Rangga yang mengaku sebagai calon suami pasein" jelas dokter Amelia dengan sangat hati hati, itu dilakukan karena dari sikap pak Anton yang kaget kalau anaknya diperiksa oleh dokter Amelia.
Rangga yang di tatap pak Anton mengangguk dan membenarkan semua penjelasan dokter Amelia.
"Jadi bagai mana hasil pemeriksaan dokter? " tanya pak Anton khawatir.
"Ini hasil Labnya, dan benar kalau Hb pasien rendah, dan itu yang menyebabkan pasien pingsan. Dan ini hasil USGnya, dari hasil ini dapat di nyatakan kalau pasien benar dalam keadaan hamil, umur kehamilanya ± masuk 6 minggu" jelas dokter Amelia
__ADS_1
Pak Anton syok, dan muka pucat dan terlihat panik. Rangga lebih syok lagi, mukanya marah dan kecewa, berkali kali rangga terdengar mendecih, dengan kedua tangan memjambak rambutnya sendiri karena sangat pusing dan kecewa dangan semua ini.