
Setelah beberapa menit dan melihat Laura sudah agak tenang, Rangga mendekat.
"Sayang maafkan aku, itu terjadi begitu saja. Tapi kamu tenang aja dia tidak akan pernah keluar sebulum saksi menyebut kata sah" ucap Rangga serius, dan Laura dapat melihat kesungguhan di mata Rangga.
"Janji"
"Aku berani bersumpah" ucap Rangga yakin.
Laura terlihat lebih tenang, dan tersenyum ke arah Rangga.
Rangga mendekat dan merangkul bahu Laura mencium puncak kepala Laura.
"Maafkan aku ya. Apa yang kamu tahu tentang dia" tanya Rangga sambil menunjuk ke arah bawah perutnya.
Muka Laura langsung merah karena malu.
"Yang aku tau kalau dia sudah berdiri dia, tidak lama lagi dia masuk ke itu... " jelas Laura sambil membuang muka ke arah tembok.
"Hahahah.... Dari mana kamu tau itu" tanya Rangga setelah tertawa terbahak bahak, dan itu benar benar membuat Laura kesel.
"Waktu kuliah dulu ada teman yang nonto begituan, dan gak sengaja saat mau ke kamar mandi, aku melihat adegan dia yang berdiri tegak dan di masukkan ke itu" ucap Laura sesuai yang di lihat. Sambil menunjuk ke arah junior Rangga.
"Karena kamu merasakan dia tadi berdiri dan kamu takut aku akan melakukan itu pada kamu?" tanya Rangga. Laura hanya mengangguk.
Ternyata kamu masih sangat lugu ya, pantes saja Deni tergila gila sama kamu. Bagaimana cara aku menjelaskanya, agar bila hal seperti ini terjadi lagi, kamu tidak bereaksi berlebihan seperti tadi. Batin Rangga
"Sayang, konsep dia tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia berdiri karena banyak hal, tidak semata mata hanya ingin masuk ke gua love"
"Gua love?"
"Iya, aku menyebutnya gua love, tapi kalau orang lain aku tidak tau" jeas Rangga.
"Kamu punya saudara laki laki?"
"Punya tiga, apa hubungannya dengan itu."
"Kamu pernah melihat punya adik adik kamu?"
"Pernah saat mereka masih kecil, tapi setelah mereka masuk sekolah SD tidak pernah lagi. Apa lagi saat mereka setelah di sunat" jawab Laura.
Rangga benar benar bingung harus menjelaskan dari mana dan bagaimana.
__ADS_1
"Sayang dia berdiri saat ingin buang air kecil, saat pagi hari, dan juga saat berdekatan dengan orang yang sukainya. Tapi dia tidak bermaksud untuk masuk" jelas Rangga to the point.
"Benarkah?. Jadi siapa aja yang dia sukai, bila dia berdekatan pasti akan bangun?" Rangga meng anggukkan kepalanya. "Apa dia juga akan masuk ke semua gua love yang dia sukai?" tanya Laura.
Rangga tercekat dengan pertanyaan Laura.
"Gak begitu juga sayang. Itu tergantung dari tuanya, kalau tuanya tidak berakhlak alias bajingan itu bisa saja terjadi. Tapi hampir semua laki laki hanya memasukkan ke dalam gua love orang yang di cintai. Dari namanya aja Love " jelas Rangga denhan hati hati agar Laura tidak salah mengerti.
"Terus kenapa dia berdiri, di dekat orang di suka kalau dia tidak berniat masuk?"
Rangga benar benar tidak habis pikir dengan wanita yang di cintainya ini. Apakah itu aja dia tidak tau. Apa iya seperti itu?.
"Itu tandanya laki laki itu normal. Bila ada seorang laki laki normal bersentuhan dengan wanita yang dia sukai maka dia akan bangun"
"Oh.... Begitu" jawab Laura biasa saja.
Rangga lebih heran lagi dengan jawaban Laura yang hanya oh begitu setelah dirinya berpikir sangat kerasa untuk menjelaskan semuanya.
"Begitu aja" tanya Rangga.
"Terus giman?. Kak terima kasih ya atas penjelasanya, aku jadi mengerti sekarang. Aku akan awasin dia terus. Di dekat siapa aja dia berdiri" ucap Laura sambil tersenyum nakal.
"Tenang aja, sudah hampir lima tahun, baru dekat denganmu dia berdi..." Rangga langsung terdiam saat sadar atas apa yang barusan di ucapkan.
"Gak ada maksud apa apa. Kamu gak balik ke ruangan" Usir Rangga halus, karena tidak ingin luka masa lalunya di ketahui Laura.
Laura menatap lembut ke arah mata Rangga.
Apakah karena kejadian lima tahun lalu itu, yang membuat mata dan hatiku tidak bisa melupakan tatapan matamu saat kita kita pertama bertemu. Apa yang terjadi padamu saat itu. Batin Laura.
Dalam diam tangan Laura menangkup wajah Rangga dengan penuh sayang sambil ber ucap "apapun itu Aku akan mengobatinya. Aku akan mencintai kamu dengan jiwa ragaku" ucap Laura tulus,
Dan Rangga dapat melihat ketulusan di mata Laura, bahkan mata itu sudah berkaca kaca seakan tau luka apa yang di alaminya dulu.
Rangga menarik Laura ke dalam pelukanya sambil berbisik "Aku akan lebih lebih lagi mencintai kamu, bahkan dengan nyawaku" ucap Rangga. Tanpa Ia sadari setetes air bening lolos dari matanya.
Mereka berpelukan cukup lama sambil meresapi perasaan mereka masing masing.
Laura melepaskan pelukanya. "Kak aku balik dulu ya, gak enak sama bu Ane dan yang lain. Belum lagi nanti banyak banget pertanyaa dari mereka" ngeluh Laura.
"Gampang sayang. Kamu tinggal jawab aja semuanya dengan jujur" Saran Rangga.
__ADS_1
Laura hanya melirik dengan kesel. "Tanpa aku jawab, mereka pasti tau tentang hubungan kita"
"Sayang jangan kesel begitu. Aku malah mau seluruh dunia tau kalau kamu itu milikku"
"Belum kak"
"Akan aku segerakan" tegas Rangga.
Karena malas berdebat Laura ijin balik ke ruanganya.
Saat keluar, Laura melihat paman Edi dan sekretaris Rangga tersenyum ramah padanya.
Saat sampai di ruaganya, semua mata menatap ke arahnya. Laura menunduk dan langsung duduk di mejanya.
Laura memberikan semua tugas yang sudah di kerjakan ke Bu Ane, Bu Ane juga tidak bertanya apa apa Padanya.
Bahkan sampai jam pulang tidak ada yang bertanya apa apa padanya. Laura jadi merasa tidak nyaman dengan suasana ini.
Tok... Tok....
Semua menoleh ke arah ketukan pintu.
Mereka semua terkejut saat melihat siapa yang berdiri di pintu. Mereka yang tadi sibuk bersiap siap pulang kini kembali duduk serius. Rangga yang melihat itu hanya tersenyum.
"Maaf menganggu. Aku hanya mau mengajak pulang kekasihku. Sudah jam pulangkan?" tanya Rangga sambil melirik jam di tangan kirinya.
Semua yang ada di ruagan tidak ada yang menjawab. Laura segera membereskan mejenya dan ijin pulang samu Bu ane. Bu ane hanya diam saja sangking bingungya dengan sikap si bos mereka yang biasa dingin, sekarang jadi tersenyum dengan sangat ramah dan hangat.
Laura pamit duluan pada semuanya.
Rangga langsung merangkul bahu Laura dalam pelukanya, karena kesel dengan sikap Rangga Laura mencubit perut Rangga dengan sangat kuat.
"Auwwwy! Sakit sayang, ampun" teriak Rangga. Suara Rangga di dengar oleh banyak karyawan.
Semua yang ada di ruagan Laura tersadar saat mendengar suara teriakan Rangga.
Begitu yakin kalau bos mereka sudah menjauh.
Baru mereka mulai heboh. Ada yang ikut bahagia karena teman mereka berpacaran dengan bos, dan berharap mereka bahagia. Ada juga yang mencemooh dan bergosip yang tidak benar
Untuk para laki, banyak di antara mereka terlihat lesu. Karena gadis yang mereka incar sudah jadi milik bos mereka.
__ADS_1
Bermacam kabar mulai tersebar tentang hubungan Laura dan Rangga.
Entah bagaimana Laura akan menghadapi semuanya nanti.