Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
33. Melakukan Yang Terbaik


__ADS_3

Satu minggu kemudian


"Kamu beneran gak mau tinggal disini sama bibi" tanya Elia untuk kesekian kalinya sama Laura. Berharap sahabatnya itu mau tinggal dirumahnya saat dirinya balik ke kota J nanti


"Maaf Lia, aku gak bisa. Nanti aku kost aja di dekat kampus, biar aku gak terlalu capek bolak balik" jawan Laura tegas.


Mereka harus bersiap berangkat ke kampus, karena semalaman hujan pagi ini terasa sangat dingin. Kalau bukan mengharuskan hadir Laura ingin tidur lagi, apalagi hari ini Ospek di kampus dan mereka harus hadir dan memakai baju putih celana hitam.


"Bismillah... Semoga hari ini lancar semuanya" ucap Laura sambil berdoa dalam hatinya agar hari ini di mudahkan


"Udah tenang aja, aku antar dan tungguin sampai selesai, aku sudah izin sama Kak Ian selaku ketua panitia acara" kata Elia santai


"Terima kasih ya" sambil memeluk Elia


Mereka berangkat lebih awal biar tidak terlambat. Apalagi ini hari pertama kegiatan di kampus


Di halaman kampus yang sangat luas itu ternyata sudah rame aja, semua mahasiswa sudah berkumpul dan lengkap dengan segala atribut Ospek. Laura juga sudah rapi dan memilih berdiri paling belakang.


Saat acara akan dimulai seluruh peserta di persilahkan untuk mengecek semua atribut mereka sudah lengkap atau belum, karena kalau acara sudah dimulai dan ada diantara mereka yang atribut tidak lengkap akan di hukum.


Saat Laura berjongkok memeriksa isi tasnya sudah lengkap atau belum, sebuah motor panitia lewat di belakanya sambil membawa peralatan yang dibutuhkan saat Ospek. Sesaat setelah motor melintas Laura merasa punggungnya agak dingin tapi cuek aja dan melanjutkan kegiatannya.


Acara di mulai, kata sambutan dari dosen selaku pembimbing acara Ospek dan dari panitia berjalan lancar. Mahasiswa baru di bagi dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 12-15 orang. Saat nama Laura dipanggil dan berjalan ke depan semuanya melihat dan berisik bisik, Laura masih cuek aja karena tidak tau apa yang mereka bisikan


Laura berdiri paling depan di dalam kelompolnya, teman sebelah mencoknya. "Hei baju kamu kenapa"


"Bajuku, emang kenapa?" tanya Laura balik


"Seperti kamu habis ke cipratan lumpur becek, emang kamu gak merasa basah"


"Apa! kamu serius basah. Sepertinya saat motor panitia lewat dibekangku tadi aku kena cipratan, terlihat banget ya" tanya Laura dengan mata merah menahan tangis apa lagi semua orang tadi berbisik saat dirinya lewat, dan sekarang semua teman kelompoknya melihatnya dengan tatap aneh.


"Gak terlalu basah sih tapi bekas cipratan bernoda jadi terlihat aja, kamu bawa putih ganti lain?"


"Gak" jawab Laura lesu.


Acara demi acara berlangsung, segala macam kegiatan di ikuti Laura dengan setengah hati, bagaimana tidak setiap dirinya maju selalu jadi omongan karena baju belakanganya kotor bernoda. Elia yang melihat dari kejauhan tidak bisa membantu karena memang lupa membawa baju ganti untuk Laura.


Saat istirahat makan siang Laura ke tempat Laura dan menangis

__ADS_1


"Hiks... Hiks tu kan setelan baju ini bikin aka malu lagi hiks... "Adu Laura sambil menangis


"Hei gak apa apa, tapi kalau di perhatin gak buruk juga, ini sudah kering dan hasil cipratanya membuta pola tersendiri" kata Elia sambil mengambil posel dan memotret punggung Laura


"Tapi tetep aja aku malu dilihatin semua orang"


"Kamu itu yang biasanya cuek terhadap apa aja kenapa sekrang jadi peduli sama mereka yang ngeliatin kamu" tanya Elia heran. Karena biasanya ini anak bodo amat ama penilaian orang terhadap dirinya


"Aku juga tau kenapa aku jadi begini hiks" sambil menangsi lagi.


"Kamu itu punya trauma dengan setelan ini, jadi walaupun tidak ada masalah ini kamu akan tetep tidak nyaman, sehingga hal yang tidak baik pun terjadi. Kalau di perhatikan pola ini unik dan cantik" jelas Elia sambil memperlihat hasil jepretan ponselnya sama Laura


"Iya juga tidak terlalu buruk" jawab Laura sambil tersenyum


Setelah merasa tenang Laura kembali berkumpul dengan teman kelompoknya. Mereka berkenalan makan bersama dan sholat serta ngobrol, karena saat acara di mulai lagi mereka tidak akan sempat.


Acara berlangsung sampai jam 15 sore. Mereka semua lega karena hari ini selesai juga, mereka terlihat sangat lelah, acara yang berlangsung banyak menguras tenaga dan pikiran mereka.


Namun mereka sangat senang karena kelompok mereka tidak serinh dihukum karena semua quiz yang diberikan bisa mereka jawab. Tentu saja hampir semuanya di jawab oleh Laura.


"Capek" tanya Elia saat mereka sudah di dalam mobil


"Iya tenang aja biar aku yang siapin semuanya"


"Kamu beneran mau ngekost?" tanya Elia untuk kedua puluh kalinya dari semalam.


"Iya, nanti kalau acara Ospeknya sudah selesai aku akan keliling cari kost"


Elia hanya melihat sang sahabat sambil tersenyum


*****


"Hari ini aku gak nungguin kamu sampai selesai ya" kata Elia


"lhoh... Emang kenapa? Kamu bosan ya? "


"Bukan aku ada perlu ke kantor papa hari ini" jawab Elia berbohong


"Oh... ya udah. Tapi nanti jemput ya"

__ADS_1


"Pasti, tapi nanti kita gak langsung pulang kerumah ya. Kita mampir di resto yang waktu itu dulu, aku kangen makanan disana"


"Oke siap, kita pesan makanan yang banyak" jawab Laura sambil mengibas ngibas kartu member resto sambil berjalan ke mobil


Elia hanya tersenyum melihat tingkat Laura. Kalau ngomongin makanan pasti mukanya langsung senang.


Begitu sampai di depan kampus Laura langsung turun dan mengambil semua peralatan Ospeknya yang di simpan di bangku belakang


"Semangat ya, semuanya akan baik baik aja dan lancar semuanya" ucap Elia sambil mengangkat tangan kanan sebagai tanda semangat


"Terima kasih, kamu memang terbaik" jawab Laura sambil memberi isyarat cium jarak jauh untuk Elia. Dan langsung berjalan ke halaman kampus.


Di dalam mobil Elia mengambil ponsel dan menghibungi sang Kakak


"Ya hallo Lia gimana, udah dapat?" Tanya Deni di sebrang


"Belum kak, ni baru mau nyari nyari, Kakak punya saran aku harus nyari yang bagaimana"


" Yang aman, nyaman jangan terlalu besar nanti itu anak malah gak mau lagi. Dan kamu cek semua fasilitas apa lengkap, kalau memang gak ada berati harus kamu beli. Kamu ngerti? "


"Iya Kak aku ngerti, aku juga mau yang terbaik untuk itu cewe sebelum aku pergi"


"Kalau bisa itu kostnya khusus untuk cewe ya, Kakak gak mau kalau bercampur antara pria"


"Iya kak, kalau itu tanpa Kakak bilang aku juga tau, disini banyak type untuk anak kost, karena dekat dengan kampus jadi banyak orang yang sengaja membangun tempat kost untuk sumber penghasilan"


"Kamu cari aja dulu, kalau sudah ada yang cocok nanti hubungi Kakak lagi ya. Kakak Lagi sibuk ni" Deni pun mengakhiri pembicaraan.


Elia terus berkeliling tapi tidak ada satupun tempat kost yang cocok menurutnya. Karena rata rata memang hanya kamar kost biasa dan sangat jauh dari standar yang di inginkan Elia


Sudah hampir dua jam Elia berkeliling tapi tidak dapat juga, tanpa sengaja matanya melihat satu komplek perumahan yang terlihat sangat aman.


"Ini komplek sepertinya dijaga satpam 24 jam, pasti aman dan sangat nyaman teduh karena banyak pohon dan dekat juga dengan kampus. Semoga ada yang kosong dan di kontrakin" Elia


Elia langsung berhenti dan bertanya pada petugas di pos depan. Dan Alhamdulillah ada satu rumah yang baru di tinggal pemiliknya pindah semalam, dan sempat ngomong sama petugas jaga kalau rumahnya mau dikontrakin.


Elia sangat senang dan mengatakan rumah itu akan dia kontak untuk empat tahun dan meminta kontak yang punya rumah karena akan menghubunginya sendiri.


"Laura ini untuk kamu, sebelum aku pergi aku ingin memberikan hal yang terbaik untukmu agar nanti aku tidak menyesal. Karena aku tidak tau kapan kita akan bertemu lagi nanti" batin Elia

__ADS_1


__ADS_2