Setia Untuk Suamiku

Setia Untuk Suamiku
57. Berkenalan


__ADS_3

Bu Aisyah dan Laura menikmati makanan mereka dengan lahap. Baru kali ini Bu Aisyah melihat wanita muda makan dengan lahap tanpa takut gemuk.


"Ibu pasti merasa aneh melihat saya makan kan?, dari kecil saya memang banyak makan. Bahkan kami selalu berebut makanan saat makan. Padahal makanan di meja makan sangat banyak heheheh" jelas Laura sambil tertawa. Entah kenapa Laura begitu gamblang menceritakan kisahnya pada Bu Aisyah.


Bu Aisyah ikut tertawa "Ibu malah suka dengan wanita yang mau makan tanpa takut gemuk, walau agak kaget juga dengan porsi makan yang ibu lihat tadi" Laura menutup muka dengan kedua tanganya karena malu.


Bu Aisyah bertanya Laura kesini sama siapa. Laura menceritakan dirinya kesini bersama sahabatnya, sahabatnya itu sangat baik. Dia juga hebat karena bisa merancang baju dan punya butik sendiri.


Bu Aisyah hanya tersenyum mendegar cerita Laura dan juga pujian Laura terhadap sahabatnya itu.


"Ibu kesini sama siapa?" tanya Laura


"Ibu sendiri dan di antar sama anak ibu tadi. Ini juga anak ibu sedang kesini jemput. Nanti kenalan ya sama anak ibu" jelas Bu Aisyah yang bersemangat karena akan mengenalkn Laura pada anaknya.


"Iya saya mau. Semoga kami bisa menjadi teman" Laura mengira anak bu Aisyah itu perempuan, karena melihat senyum bu Aisyah yang berdeda. "Oh ya anak bu Aisyah perempuan atau laki lak?"


Sambil tersenyum Bu Aisyah menjawab "anak ibu lelaki, kalau kamu mau berteman denganya ibu sangat senang"


"Saya sih mau aja bu berteman sama siapa aja, tapi belum tentu anak ibu mau berteman dengan saya" Jelas Laura


"Pasti dia mau" jawab bu Aisyah yakin.


Mereka kembali ngobrol dan membicarakan banyak hal. Bu Aisyah sudah mengirim pesan ke Rangga kalau dirinya sedang menunggu di restoran, sehingga selesai makan mereka masih tetap di sana sampai akhirnya


"Ibu" sapa suara barito


"Kamu sudah sampai sayang" ucap bu Aisyah dan Laura juga melihat ke arah suara yang menyapa Bu Asiyah.


DEGGG!


Kenapa tuan ini ada di sini, kamaren kami bertemu dan sekarang juga. Kenapa sekarang kami jadi sering bertemu ya. Batin Laura

__ADS_1


Kenapa gadis ini bersama ibu, mereka terlihat dekat, kok bisa? bagaimana ini bisa terjadi? Aku harus bagaimana sekarang. Batin Rangga. Rangga terlihat sangat bingung dengan suasana sekarang.


"Iya bu baru saja sampai langsung kesini. Ini siapa bu?" tanya Rangga selidik. Karena menurutnya aneh saja kalau ini cewe ada bersama ibunya.


"Oh... Kenalin Ngga ini namanya Laura" Rangga menurut dan berkenalan dengan memberikan tanganya ke Laura untuk bersalaman, Laura juga berdiri dari duduknya dan menerima uluran tangan Rangga. Jatung mereka berdua seakan sudah keluar dari dada, mereka gugup sehingga tangan mereka jadi dingin. "Kami kenalan tadi saat di toko buku dan kami langsung dekat" jawab Aisyah tersenyum bahagia


"Laura" ucap Laura pelan dengan suara sedikit serak karena gugup dan bahagia dengan senyuman indahnya. Akhirnya dirinya bisa juga berkenalan degan lelaki yang pernah ia pikirkan


"Rangga" ucap Rangga tegas dengan suara barito. Wajah Rangga terlihat tenang, tapi tidak dengan jatung dan pikirannya. Tanganya sangat dingin, ada apa ini dengan tubuhku. Bersentuhan begini dan melihat senyum itu. Kenapa tubuhku bereaksi begini, ini sungguh memalukan. Batin Rangga sambil melihat ke bagain bawah perutnya yang sudah setengah berdiri. Rangga berharap agar Laura tidak melihatnya.


Mereka saling tersenyum dan memilih utuk duduk. Rasa canggung dari keduanya dapat di lihat oleh bu Aisyah.


"Ngga Laura bilang tadi kalau Ia ingin berteman dengan anak ibu. Apa kamu mau?" ucap Bu Aisyah sambil tersenyum nakal ke arah Rangga.


Rangga yang melihat senyum ibunya hanya bisa mengiyaka. Bu Aisyah sangat senang karena sekarang Rangga dan Laura berteman. Laura hanya tersenyum melihat Bu Aisyah.


Tiga hari kemudian.


Baik Rangga mampu Laura masih bekerja seperti biasa. Dan Laura masih belum kenal dengan pimpinan tempatnya bekerja. Di kantor Laura bekerja dengan semangat, semua tugas yang di berikan padanya semuanya di kerjakan dengan sebaik baiknya. Bu Ane sangat puas dengar kinerja Laura. Walau ada di beberapa bagian yang harus di jelaskan dulu namun Laura mengerti dengan sangat cepat.


Saat sedang bingung sendiri tiba tiba Laura melihat wanita paru baya yang di kenalnya. Laura memutuskan untu menyapa.


"Bu Aisyah? " sapa Laura dengan semangat.


"Laura!" jawab Bu Aisyah terkejut karena Laura ada di kantor anaknya. Sedangkan Saat dirinya bertanya pada Rangga apa pernah ketemu Laura Rangga selalu menjawab tidak.


"Ibu kesini mau ketemu siapa" tanya Laura dengan wajah yang terlihat sangat bingung. Apa lagi bu Aisyah membawa rantang taperwere yang empat susun.


Ibu Aisyah merasa sangat aneh dengan pertanyaan Laura. Setelah terdiam beberapa saat dan sepertinya Bu Aisyah dapat menebak sandiwara yang di mainkan anaknya.


"Tadi ibu mau ketemu kerabat untuk makan siang bersama. Tapi tiba tiba kerabat itu berbohong dan ibu membatalkan acara makan siang kami" jelas Bu Aisyah sambil memperlihatkan bawaan di tanganya.

__ADS_1


"Kerabat ibu kerja di sini"


"Iya, tapi ibu lagi gak mau bertemu dengan dia, jadi ini kita makan bersama. Kamu pasti belum makan kan?" Ibu Aisyah setengah paksa menarik lengan Laura ke kantin umum yang ada di lobby.


Sambil berjalan dengan tangan di gandeng Bu Aisyah "Bu tapi kerabat ibu pasti lapar kalau makan siangnya tidak di antar. Ibu saya antar ke lantai kerabat ibu kerja aja ya?"


"Tidak usah Laura. Biarin aja. Ini kita makan berdua ya, anggap aja ini terima kasih atas makan siang waktu itu" ajak bu Asiyah


Dengan rasa tidak enak hati Laura menurut ajakan Bu Aisyah. Tangan Laura masih bergandengan saat masuk ke dalam kantin. Sontak saja hal itu menarik perhatian semua orang yang ada di kantin. Termasuk teman satu Tim Laura.


Mereka duduk di bangku yang paling depan, karena hanya bangku itu aja yang kosong. Bu Aisyah membuaka makan yang di bawanya, seketika mata Laura membulat, untung saja tidk ada air liur yang menetes dari bibirnya. Sangking menggiurkan makanan yang ada di depanya.


Laura yang tadi sungkan di ajak makan, sekarang matanya berbinar binar sangat samangat ingin menikmati. Bu Aisyah yang melihat itu tersenyum puas dan bahagia.


"Bu ini semua kesukaan Laura" ucap Laura dengan wajah senang.


"Benarkah?, ini pasti kebetulan yang sangat menyenangkan" ucap Bu Aisyah penuh tanda tanya.


Laura dan Bu aisyah menikmati makanan mereka dengan sangat lahap, Laura bahkan tidak menangkap perubahan sikap para karyawan yang ada di kantin. Padahal dirinya sedang jadi pusat perhatian dan dalam beberapa menit lagi pasti akan ada gosip panas di perusahaan. Bu Aisyah juga cuek saja padahal dari tadi ponsel di dalam tasnya terus saja berdering


Karena jam istirahat sudah seleasi dengan berat hati Bu Aisyah mengizinkan dirinya di tinggal dan balik ke ruanganya. Dan Bu Aisyah pulang dengan hati yang gembira.


Saat sampai di ruanganya Laura langsung di kerumunin teman timnyaa termasuk Bu Ane.


"Ra tadi kamu makan siang dengan siapa?" tanya salah satu dari mereka


"Itu Ibu Aisyah, kita kenal di toko buku beberapa hari yang lalu" jawab Laura jujur membuat membuat rekan kerjanya kaget.


"Kamu kenal dengan pimpinan di sini?" tanya Bu ane sangat penasaran


"Gak bu" jawab Laura jujur

__ADS_1


"Kamu kenal dengan anak ibu yang tadi?" kembali bu Ane bertanya


"Kenal bu, kita di kenalin sama bu Aisyah. Kebetulan waktu itu anaknya yang jemput. Bu Aisyah juga kaget barusan ketemu aku di sini" ucapan Laura membuat bingung dan kaget semua rekan kerjanya.


__ADS_2